1.050 Warga Lampung Mengungsi Akibat Gempa M 6,9 Banten

1.050 Warga Lampung Mengungsi Akibat Gempa M 6,9 Banten

1.050 Warga Lampung Mengungsi Akibat Gempa M 6,9 Banten

1.050 Warga Lampung Mengungsi Akibat Gempa M 6,9 Banten

Sejumlah 1.050 orang warga Lampung mengungsi di kantor Gubernur Lampung dan bekas Hotel Lima Enam akibat gempa magnitudo 6,9 Banten. Selain itu, 4 orang warga Sukabumi dan Pandeglang mengalami luka-luka.

“Provinsi Lampung ±1.000 Jiwa mengungsi dihalaman kantor Gubenur Lampung, Kabupaten Lampung Selatan ±50 orang mengungsi di EX Hotel Lima Enam, Kabupaten Sukabumi 1 orang luka-luka, Kabupaten Pandeglang 3 orang luka-luka dan Kabupaten Lebak 1 orang meninggal dunia atasnama Rasinah 48 tahun Kampung Cilangkahan akibat panik, serangan jantung,” kata Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo kepada wartawan, Sabtu (3/8/2019).

Untuk kerugian materil, Agus mengatakan ada 113 rumah rusak berat, sedang dan ringan. Selain itu, 1 kantor desa dan dua masjid rusak ringan.

Berikut kerusakan rumah, kantor desa dan masjid akibat gempa tersebut:

Kota Bogor :

• 1 unit rumah retak-retak
Kabupaten Cianjur :
• 6 unit rumah (Rusak Berat)
• 1 unit rumah (Rusak Sedang)

Kabupaten Sukabumi :

• 3 unit rumah (Rusak Berat)
• 16 unit rumah (Rusak Sedang)
• 7 unit rumah (Rusak Ringan)

Kabupaten Bandung :

• 2 unit rumah (Rusak Sedang)

Kabupaten Bandung Barat :

• 1 unit rumah (Rusak Berat)
• 1 unit rumah (Rusak Sedang)
• 4 unit rumah (Rusak Ringan)

Kabupaten Serang :

• 1 unit rumah (Rusak Sedang)
• 5 unit rumah (Rusak Ringan)

Kabupaten Pandeglang :

• 21 unit rumah (Rusak Berat)
• 37 unit rumah (Rusak Ringan)
• 1 unit masjid (Rusak Ringan)
• 1 unit kantor desa (Rusak Ringan)

Kabupaten Lebak :

• 4 unit rumah (Rusak Berat)
• 1 unit rumah (Rusak Ringan)

Kabupaten Cilegon :

• 3 unit rumah (Rusak Ringan)
• 1 unit masjid (Rusak Ringan)

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan tsunami akibat gempa magnitudo 6,9 di Banten. Seiring dengan berakhirnya peringatan tsunami, BMKG mengimbau warga yang tinggal di daerah yang sebelumnya berpotensi diterjang tsunami kembali ke rumah masing-masing.

“Berhubung peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir, maka masyarakat diimbau kembali ke tempat masing-masing. Masyarakat diimbau tetap tenang, namun juga waspada apabila terjadi gempa bumi susulan,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (2/8).


Baca Artikel Lainnya: