Creative Accounting

Creative Accounting

Creative Accounting

Creative Accounting
Creative Accounting
Istilah creative menggambarkan suatu kemampuan berfikir dan menciptakan ide yang berbeda daripada yang biasa dilakukan, juga dapat dikatakan mampu berfikir diluar kotak (out-of-the box). Jaman sekarang diprofesi apapun kita berada senantiasa dituntut untuk selalucreative. Namun pada saat kita mendengar istilah ‘creative accounting’, seperti sesuatu hal yang kurang ‘etis’. Beberapa pihak menafsirkan negative, dan berpandangan skeptis serta tidak menyetujui, namun beberapa melihat dengan pandangan netral tanpa memihak.
Menurut Susiawan (2003) creative accounting adalah aktifitas badan usaha untuk memanfaatkan teknik dan kebijakan akuntansi guna mendapatkan hasil yang diinginkan, seperti penyajian nilai laba atau asset yang lebih tinggi atau lebih rendah tergantung motivasi mereka melakukannya. Menurut Myddelton (2009), akuntan yang dianggap kreatif adalah akuntan yang dapat menginterpretasikan grey area standar akuntansi untuk mendapatkan manfaat atau keuntungan dari interpretasi tersebut.
Akuntansi dengan standar yang berlaku, adalah alat yang digunakan manajemen (dengan bantuan akuntan) untuk menyajikan laporan keuangan. Praktek akuntansi tentunya tidak terlepas dari kebijakan manajemen dalam memilih metode yang sesuai dan diperbolehkan. Kebijakan dan metode yang dipilih dipengaruhi oleh kemampuan interpretasi standar akuntansi, dan kepentingan manajemen sendiri. Standar akuntansi mengharuskan adanya pengungkapan (dislosure) atas praktek dan kebijakan akuntansi yang dipilih, dan diterapkan. Dalam proses penyajian laporan keuangan, potensial sekali terjadinya ‘asimetri informasi’ atau aliran informasi yang tidak seimbang antara penyaji (manajemen) dan penerima informasi (investor dan kreditor). Dalam hal ini yang memiliki informasi lebih banyak (manajemen) “diduga” potensial memanfaatkannya informasi yang dimiliki untuk mengambil keuntungan maksimal.
Pelaku “creative accounting” sering juga dipandang sebagai opportunis. Dalam teori keagenan (agency theory) dijelaskan, adanya kontrak antara pemegang saham (principal) dengan manajer sebagai pengelola perusahaan (agent), dimana manajer bertanggung jawab memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham, namun disisi lain manajer juga mempunyai kepentingan pribadi mengoptimalkan kesejahteraan mereka sendiri melalui tercapainya bonus yang dijanjikan pemegang saham. Beberapa studi empiris tentang prilaku yang memotivasi individu atau badan usaha melakukan ‘creative accounting’ adalah: Motivasi bonus, motivasi hutang, motivasi pajak, motivasi penjualan saham, motivasi pergantian direksi serta motivasi politis.
Berdasarkan hal tersebut maka muncullah pertanyaan: Apakah “creative accounting” atau “earning management” legal dan etis? Menurut Velasques (2002) salah satu karakteristik utama standar moral untuk menentukan etis atau tidaknya suatu perbuatan adalah perbuatan tersebut tidak merugikan orang lain. Cara pandang seseorang dan pengalaman hidup seseoranglah yang akan berpengaruh terhadap etis tidaknya suatu perbuatan. Sehingga acuan terbaik dari “creative accounting” atau “earning management” adalah Standar moral dan etika. Namun bagaimana menilai prilaku manajemen dalam pelaporan keuangan? Pengungkapan atau discolusre yang memadai adalah sebuah media yang diharuskan standar akuntansi, agar manajemen dapat menjelaskan kebijakan dan praktek akuntansi yang dipilih.
Dua jenis pengungkapan yang dapat diberikan dalam laporan keuangan yaitu:
a. Mandatory disclosure (pengungkapan wajib)
b. Voluntary discolure (pengungkapan sukarela)
Tentunya jika manajemen dapat menggunakan media disclosure ini dalam menjelaskan kebijakan dan praktek akuntansi yang dilakukan sehingga para pengguna paham dan dapat menilai motivasi dibelakangnya, dan tidak merasa dirugikan, sehingga kebijakan tersebut dapat dikatakan legal dan etis.

Empat standar etika untuk akuntan manajemen

Empat standar etika untuk akuntan manajemen

Empat standar etika untuk akuntan manajemen

Empat standar etika untuk akuntan manajemen
Empat standar etika untuk akuntan manajemen
Ada empat standar etika untuk akuntan manajemen yaitu:
1. Kompetensi
Artinya, akuntan harus memelihara pengetahuan dan keahlian yang sepantasnya, mengikuti hukum, peraturan dan standar teknis, dan membuat laporan yang jelas dan lengkap berdasarkan informasi yang dapat dipercaya dan relevan. Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi
Praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk:
  • Menjaga tingkat kompetensi profesional sesuai dengan pembangunan berkelanjutan, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
  • Melakukan tugas sesuai dengan hukum, peraturan dan standar teknis yang berlaku.
  • Mampu menyiapkan laporan yang lengkap, jelas, dengan informasi yang relevan serta dapat diandalkan.

 

2. Kerahasiaan (Confidentiality)
Mengharuskan seorang akuntan manajemen untuk tidak mengungkapkan informasi rahasia kecuali ada otorisasi dan hukum yang mengharuskan untuk melakukan hal tersebut.
Praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk:
  • Mampu menahan diri dari mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dalam pekerjaan, kecuali ada izin dari atasan atau atas dasar kewajiban hukum.
  • Menginformasikan kepada bawahan mengenai kerahasiaan informasi yang diperoleh, agar dapat menghindari bocornya rahasia perusahaan. Hal ini dilakukan juga untuk menjaga pemeliharaan kerahasiaan.
  • Menghindari diri dari mengungkapkan informasi yang diperoleh untuk kepentingan pribadi maupun kelompok secara ilegal melalui pihak ketiga.

 

3. Integritas (Integrity)
Mengharuskan untuk menghindari “conflicts of interest”, menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan prasangka terhadap kemampuan mereka dalam menjunjung etika.
Praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk:
  • Menghindari adanya konflik akrual dan menyarankan semua pihak agar terhindar dari potensi konflik.
  • Menahan diri dari agar tidak terlibat dalam kegiatan apapun yang akan mengurangi kemampuan mereka dalam menjalankan tigas secara etis.
  • Menolak berbagai hadiah, bantuan, atau bentuk sogokan lain yang dapat mempengaruhi tindakan mereka.
  • Menahan diri dari aktivitas negati yang dapat menghalangi dalam pencapaian tujuan organisasi.
  • Mampu mengenali dan mengatasi keterbatasan profesional atau kendala lain yang dapat menghalagi penilaian tanggung jawab kinerja dari suatu kegiatan.
  • Mengkomunikasikan informasi yang tidak menguntungkan serta yang menguntungkan dalam penilaian profesional.
  • Menahan diri agar tidak terlibat dalam aktivitas apapun yang akan mendiskreditkan profesi.

 

4. Objektivitas (Objectifity)
Mengharuskan para akuntan untuk mengkomunikasikan informasi secara wajar dan objektif, mengungkapan secara penuh (fully disclose) semua informasi relevan yang diharapkan dapat mempengaruhi pemahaman user terhadap pelaporan, komentar dan rekomendasi yang ditampilkan.
Praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk:
  • Mengkomunikasikan atau menyebarkan informasi yang cukup dan objektif.
  • Mengungkapkan semua informasi relevan yang diharapkan dapat memberikan pemahaman akan laporan atau rekomendasi yang disampaikan.

Etika Dalam Akuntansi Manajemen

Etika Dalam Akuntansi Manajemen

Etika Dalam Akuntansi Manajemen

Etika Dalam Akuntansi Manajemen
Etika Dalam Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen adalah disiplin ilmu yang berkenaan dengan penggunaan informasi akuntansi oleh para manajemen dan pihak-pihak internal lainnya untuk keperluan penghitungan biaya produk, perencanaan, pengendalian dan evaluasi, serta pengambilan keputusan. Definisi akuntansi manajemen menurut Chartered Institute of Management Accountant, yaitu Penyatuan bagian manajemen yang mencakup, penyajian dan penafsiran informasi yang digunakan untuk perumusan strategi, aktivitas perencanaan dan pengendalian, pembuatan keputusan, optimalisasi penggunaan sumber daya, pengungkapan kepada pemilik dan pihak luar, pengungkapan kepada pekerja.
Akuntan manajemen mempunyai peran penting dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan, dimana tujuan tersebut harus dicapai melalui cara yang legal dan etis, maka para akuntan manajemen dituntut untuk bertindak jujur, terpercaya, dan etis.
Bagi organisasi yang terdesentralisasi, keluaran atau hasil dari sebuah divisi dipakai sebagai masukan bagi divisi lain. Transaksi antar divisi ini menyebabkan timbulnya suatu mekanisme transfer  pricing. Transfer  pricing didefinisikan sebagai suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antar divisi untuk pendapatan divisi penjual dan biaya divisi pembeli. Transfer pricing sering disebut juga intracompany pricing yang merupakan harga
yang diperhitungkan untuk keperluan pengendalian manajemen atas transfer barang dan jasa antar anggota perusahaan. Bila dicermati secara lebih lanjut, transfer pricing dapat menyimpang secara signifikan dari harga yang disepakati. Oleh karena itu transfer pricingjuga sering dikaitkan dengan suatu rekayasa harga secara sistematis yang bertujuan untuk mengurangi laba yang nantinya akan mengurangi jumlah pajak atau bea dari suatu negara.
Perlu dibuat beberapa kebijakan dalam usaha untuk membingkai etika transfer pricing. Kebijakan transfer pricing perlu dibuat secara tersembunyi untuk menghidari pemeriksaan dari otoritas pajak dan aspek lain selain pajak. Hal yang dibahas dalam transfer pricing hanya dari segi komersial dan kurang memperhatikan perdagangan dan harga. Pandangan Neo klasik perusahaan telah terkonsentrasi untuk menentukan harga dalam transaksi transfer pricing. Kesalahpahaman akuntansi yang umum dalam transfer pricingadalah masalah biaya internal. Transfer pricing menimbulkan banyak sekali masalah dalam produksi barang atau jasa pada perusahaan. Bahanbakuyang digunakan dapat berupa bahanbakudengan kualitas yang rendah. Hal ini berpengaruh terhadapp kualitas barang yang dihasilkan. Penghindaran pajak untuk maksimalisasi labanya. Cara yang digunakan oleh setiap manajer divisi penjual atau pembeli dalam menggunakan alat yang bernama transfer pricinguntuk menunjukan kinerja yang bagus kepada perusahaan. Cara yang digunakan manajer dapat dengan cara yang baik atau menghalalkan berbagai cara.
Tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang akuntan manajemen lebih luas dibandingkan tanggung jawab seorang akuntan keuangan, yaitu:
a) Perencanaan, menyusun dan berpartisipasi dalam mengembangkan sistem perencanaan, menyusun sasaran-sasaran yang diharapkan, dan memilih cara-cara yang tepat untuk memonitor arah kemajuan dalam pencapaian sasaran.
b) Pengevaluasian, mempertimbangkan implikasi-implikasi historical dan kejadian-kejadian yang diharapkan, serta membantu memilih cara terbaik untuk bertindak.
c) Pengendalian, menjamin integritas informasi finansial yang berhubungan dengan aktivitas organisasi dan sumber-sumbernya, memonitor dan mengukur prestasi, dan mengadakan tindakan koreksi yang diperlukan untuk mengembalikan kegiatan pada cara-cara yang diharapkan.
d) Menjamin pertanggungjawaban sumber, mengimplementasikan suatu sistem pelaporan yang disesuaikan dengan pusat-pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi sehingga sistem pelaporan tersebut dapat memberikan kontribusi kepada efektifitas penggunaan sumber daya dan pengukuran prestasi manajemen.
e) Pelaporan eksternal, ikut berpartisipasi dalam proses mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi yang mendasari pelaporan eksternal. Keuntungan dan Kekurangan Kultur Jaringan
B. Etika Profesional Akuntan Manajemen
Kebiasaaan beretika adalah sangat penting dalam menjalankan perekonomian kita telah memicu berbagai perubahan peraturan dan permintaan perundang-undangan baru. Dalam perekonomian yang baru, digital, dan berbasis kepercayaan, kepentingan sangat dijunjung tinggi. Kejujuran perusahaan, yang diwujudkan dalam merek dan reputasi, meningkatkan kepercayaan pelanggan, karyawan dan investor. Pengalaman menunjukkan bahwa aset semacam ini harus dibangun lama dan penuh pengorbanan, namun cepat dapat hilang dalam sekejap, dan jika hilang, maka kehilangan segalanya. Akhirnya, untuk kebaikan semua orang termasuk perusahaan pencetak laba adalah sangat penting untuk menjalankan bisnis dalam kerangka etika yang membangun dan menjaga kepercayaan.
Ikatan Akuntan Manajemen (Institute of Management Accountant – IMA) di Amerika Serikat telah mengembangkan kode etik yang disebut Standar Kode Etik untuk Praktisi Akuntan Manajemen dan Manajemen Keuangan (Standards of Ethical Conduct for Practitioners of Management Accounting and Financial Management).

Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi

Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi

Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi

Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi
Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi
Sumbangan dan Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi 
Penekanan kebutuhan-kebutuhan social dalam aliran hubungan manusiawi melengkapi pendekatan klasik, sebagai usaha untuk meningkatkan produktivitas. Aliran hubungan manusiawi mengutarakan bahwa perhatian terhadap para karyawan akan memberikan keuntungan. Disamping itu, manajer diingatkan pentingnya perhatian terhadap proses kelompok untuk melengkapi perhatian terhadap masing-masing karyawan secara individual.
ALIRAN MANAJEMEN MODERN
Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur, yaitu Perilaku Organisasi dan Aliran Kuantitatif.
Perilaku Organisasi 
Aliran perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sistem sosial. Tokoh-tokohnya:  Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Klasifikasi
a. Abraham Maslow
b. Douglas McGregor
c. Frederick Herzberg
d. Robert Blake dan Jane Mouton
e. Rensis Likert
f. Fred Fiedler
g. Chris Argyris
h. Edgar Schein
Prinsip Dasar Perilaku Organisasi :
  1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan, prosedur dan prinsip).
  2. Manajemen harus sistematis, pendekatannya harus dengan pertimbangan konservatif.
  3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
  4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
Sebagai tambahan beberapa gagasan yang lebih khusus dari berbagai riset perilaku adalah:
  1. Unsur manusia adalah factor kunci penentu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi.
  2. Manajer masa kini harus diberi latihan dalam pemahaman prinsip-prinsip dan konsep-konsep manajemen.
  3. Organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangkan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan mereka.
  4. Komitmen dapat dikembangkan melalui partisipasi dan keterlibatan para karyawan.
  5. Pekerjaan setiap karyawan harus disusun yang memungkinkan mereka mencapai kepuasan diri dari pekerjaan tersebut.
  6. Pola-pola pengawasan dan manajemen pengawasan harus dibangun atas dasar pengertiaan positif yang menyeluruh mengenai karyawan dan reaksi mereka terhadap pekerjaan.
Baca Juga : 

ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI

ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI

ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI

ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI
ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI
Aliran hubungan manusiawi (perilaku manusia atau neoklasik) muncul karena ketidakpuasaan bahwa yang dikemukaan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para manajer masih menghadapi kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola perilaku rasional. Sehingga pembahasan “sisi perilaku manusia” dalam organisasi menjadi penting. Beberapa ahli mencoba melengkapi teori organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi.
Hugo Munsterberg (1863-1916). Sering disebut sebagai “bapak psikologi industri”. Dia banyak menguraikan penerapan peralatan-peralatan psikologi untuk membantu pencapaian tujuan produktifitas dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu 1) penemuan best possible person, 2) penciptaan best possible work, dan 3) penggunaan best possible effect untuk memotivasi karyawan.
Elton Mayo (1880-1949) dan percobaan-percobaan Hawthorne. “Hubungan manusiawi” sering digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan cara dimana manajer berinteraksi dengan bawahannya. Bila “manajemen personalia” mendorong lebih banyak dan lebih baik dalam kerja, hubungan manusiawi dalam organisasi adalah “baik”. Bila moral dan efisiensi memburuk hubungan manusiawi dalam orgaisasi adalah “buruk”. Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik, manajer harus mengerti mengapa karyawn bertindak seperti yang mereka lakukan dan factor-faktor social dan psikologi apa yang mmotivasi mereka.

Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah

Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah

Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah

Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah
Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah
Metode manajemen ilmiah diterapkan terutama untuk peningkatan produktivitas. Teknik-teknik efisiensi manajemen ilmiah, seperti studi gerak dan waktu, telah menyebabkan kegiatan dapat dilaksanakan lebih efisien. Gagasan seleksi dan pengembangan ilmiah para karyawan menimbulkan kesadaran akan pentingnya kemampuan dan latihan untuk meningkatkan efektivitas karyawan. Manajemen ilmiah tidak hanya mengembangkan pendekatan rasional untuk pemecahan masalah-masalah organisasi tetapi juga meletakkan dasar profesionalisasi manajemen.
Masalah-masalah sebagai keterbatasan penerapan manajemen ilmiah antara lain, (1) kenaikan produktivitas sering tidak diikuti kenaikan pendapatan, (2) Perilaku manusia yang bermacam-macam menjadi hambatan. (3) Pendekatan rasional hanya memuaskan kebutuhan-kebutuhan ekonomis dan fisik, tidak memuaskan kebutuhan social para karyawan, (4) Manajemen ilmiah juga mengabaikan keinginan manusia untuk kepuasan kerja.
TEORI ORGANISASI KLASIK
Hendry Fayol (1841-1925), merupakan seorang industrialis Perancis, mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisai yang kompleks dalam bukunya yang terkenal, Administration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan Umum). Dalam teori administrasinya Fayol memerinci manajemen menjadi lima unsure, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan. Pembagian kegiatan manajemen (administrasi) atas fungsi-fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme Fayol.
Fayol membagi operasi-operasi perusahaan menjadi enam bagian yang saling tergantung satu sama lain, yaitu:
  • Teknik – produksi dan manufacturing produk
  • Komersial – pembelian bahan baku dan penjualan produk
  • Keuangan (financial) – perolehan dan pengguanaan modal
  • Keamanan – perlindungan karyawan dan kekayaan
  • Akuntansi – pelaporan, dan pencatatan biaya, laba dan hutang, pembuatan neraca, dan pengumpulan data statistic
  • Manajerial
Disamping itu Fayol juga mengemukakan empat belas prinsip manajemen yang secara ringkas adalah sebagai berikut:
  • Pembagian kerja – adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksana kerja
  • Wewenang – hak untuk memberi perintah dan dipatuhi
  • Disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan-tujuan organisasi
  • Kesatuan perintah – setiap karyawan hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari hanya seorang atasan
  • Kesatuan pengarahan – operasi-operasi dalam organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana
  • Meletakkan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum – kepentingan perseorangan harus tunduk pada kepentingan organisasi
  • Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik
  • Sentralisasi – adanya keseimbangn yang tepat antara sentralisasi dan desentralisasi
  • Rantai scalar (garis wewenang) – garis wewenang dan perintah yang jelas
  • Order – bahan-bahan (material) dan orang-orang harus ada pada tempat dan waktu yang tepat. Terutama orang-orang hendaknya ditempatkan pada posisi-posisi atau pekerjaan-pekerjaan yang paling cocok untuk mereke
  • Keadilan – harus ada kesamaan perlakuan dalam organisasi
  • Stabilitas staf organisasi – tingkat putaran tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi
  • Inisiatif – bawahan harus diberi kebebasan untuk menjalankan dan menyelesaikan rencananya, walaupun beberapa kesalahan mungkin terjadi
  • Esprit de Corps (semangat korps) – “kesatuan adalah kekuatan”, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat korps.
James D. Mooney merupakan eksef General Motors, mengkategorikan prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Dia mendefinisikan organisasi sebagai kelompok, dua atau lebih, orang yang bergabung untuk tujuan tertentu. Menurut Mooney, untuk merancang organisasi perlu diperhatikan empat kaidah dasar, yaitu:
Koordinasi – syarat-syarat adanya koordinasi meliputi wewenang, saling melayani, doktrin (perumusan tujuan), dan disiplin
Prinsip scalar – proses scalar mempunyai prinsip, prospek dan pengaruh sendiri yang tercermin dari kepemimpinan, delegasi dan definisi fungsional
Prinsip fungsional – adanya fungsionalisme bermacam-macam tugas yang berbeda
Prinsip staf – kejelasan perbedaan antara staf dan lini
Mary Parker Follet (1868-1933). Follet dan Barnard bertindak sebagai “jembatan” antara teori klasik dan hubungan manusiawi, karena pemikiran mereka berdasarkan kerangka klasik, tetapi memeprkenalkan beberapa unsure-unsur baru tentang aspek-aspek hubungan manusiawi. Follet adalah ahli ilmu pengetahuan social menerapkan psikologi pada perusahaan, industri dan pemerintah. Dia memberikan sumbangan besar dalam bidang manajemen melalui aplikasi praktik ilmu-ilmu social dalam administrasi perusahaan. Dia menulis panjang lebar tentang kreatifitas, kerjasama antara manajer dan bawahan, koordinasi dan pemecahan konflik. Follet percaya bahwa konflik dapat dibuat konstruktif dengan penggunaan proses integrasi dimana orang-orang yang terlibat mencari jalan pemecahan bersama perbedaan-perbedaan diantara mereka. Dia juga menguraikan suatu pola organisasi yang ideal dimana manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para karyawan.
Chaster I. Barnard (1886-1961). Barnard merupakan presiden perusahaan Bell Telephone di New Jersey, dia memandang organisasi sebagai system kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi utama manajemen, menurut pandangan Barnard adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mncapai tujuan. Barnard menekankan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok. Dia juga mengemukakan teori penerimaan pada wewenang. Menurut teorinya, bawahan akan menerima perintah hanya bila mereka memahami dan mampu serta berkeinginan untuk menuruti atasan. Barnard merupakan pelopor dalam penggunaan “pendekatan system” untuk pengelolaan organisasi.

TOUR JAVA.LANG

TOUR JAVA.LANG

TOUR JAVA.LANG

TOUR JAVA.LANG
TOUR JAVA.LANG

Tour Java.Lang memiliki beberapa class yang dapat bermanfaat dengan cara memanggil method yang dibutuhkan. Class dari Tour Java.Langterdiri dari :

1.      Class Math

Di dalam class ini terdapat method-method yang dapat digunakan untuk menunjukkan perbedaan operasi matematika seperti fungsi trigonometri dan logaritma. Selama method-method ini semua static, Anda dapat menggunakannya tanpa memerlukan sebuah objek Math. Berikut ini contoh method yang sering digunakan:

  1. public static double abs(double a) : menghasilkan nilai mutlak a.
  2.  Public static double random() : menghasilkan nilai positif bilangan acak (random) yang lebih besar atau sama dengan nol.
  3. public static double max(double a, double b) : menghasilkan nilai maksimum.
  4. public static double min(double a, double b) : menghasilkan nilai minimum.

 

2.      Class String

Pada class ini strings dapat digunakan menggunakan array dari character atau disederhanakan dengan menggunakan class String. Sebagai catatan, bahwa sebuah objek String berbeda dari sebuah array dari character. Pada class ini terbagi menjadi beberapa bagian yaitu :

a.       Constructor String

b.      Method-method String, contohnya yaitu:

  • public char charAt(int index) : Mengirim karakter index yang ditentukan oleh parameter index.
  • public int compareTo(String anotherString) : Membandingkan 2 buah string dan mengirim bilangan int yang menentukan apakah objek string pemanggil kurang dari atau sama dengan anotherString.
  •  public boolean equals(Object anObject) : Menghasilkan nilai true jika parameter tunggalnya tersusun dari karakter yang sama dengan objek tempat anda memanggil equals.
  • Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi Beserta Dampak

 

3.      Class StringBuffer

Objek StringBuffer serupa dengan objek String, tapi objek StringBuffer bersifat dapat berubah atau dapat dimodifikasi, sedangkan pada object String bersifat konstan. Panjang dan isi dapat diubah hingga beberapa pemanggilan method. Berikut ini contoh method pada class StringBuffer:

  • public int capacity() : mengirim jumlah memori yang dialokasikan untuk StringBuffer.
  • public StringBuffer delete(int start, int end) : menghapus karakter-karakter pada range yang ditentukan.
  • public int length() : memperoleh panjang atau jumlah karakter di objek StringBuffer.

 

4.      Class Wrapper

Class wrapper adalah representasi objek sederhana dari variabelvariabel non-objek yang sederhana. Demikian daftar dari class wrapper. class-class wrapper diawali dengan huruf besar dan versi yang ditunjukkan dari tipe data primitive. Contoh dari class wrapper adalah Boolean, Character, Byte, Short, Integer, Long, Float, Double.

 

5.      Class Process

class Process menyediakan method-method untuk memanipulasi proses-proses, seperti mematikan proses, menjalankan proses dan mengecek status proses. Class ini merepresentasi kan program- program yang berjalan. Di bawah ini beberapa method pada class Process.

–          public abstract void destroy() : Mengakhiri proses.

–          public abstract int waitFor() throws InteruptedException : Tidak mengirim sampai proses yang dipanggil berakhir.

 

6.      Class Runtime

Class ini menyediakan method-method yang digunakan untuk merepresentasikan lingkungan runtime. Dua method terpenting pada class ini adalah

–          public static Runtime getRuntime() :  Mengirim objek runtime yang merepresentasikan lingkungan runtime yang berhubungan dengan aplikasi java saat itu.

–          public Process exec(String command) throws IOException : Disebabkan command yang ditentukan untuk dieksekusi, Memperbolehkan anda mengeksekusi proses baru.

 

7.      Class System

Class System menyediakan beberapa field dan method bermanfaat, seperti standard input, standard output dan sebuah method yang berguna untuk mempercepat penyalinan bagian sebuah array. Contoh method public static void setIn(InputStream in) yaitu mengubah stream yang berhubungan dengan System.in, yang mana standard mengacu pada keyboard.

Baca Juga :

Konsep Dasar Pemrograman JAVA

Konsep Dasar Pemrograman JAVA

Konsep Dasar Pemrograman JAVA

Konsep Dasar Pemrograman JAVA
Konsep Dasar Pemrograman JAVA

Konsep dasar dari pemrograman berbasis objek pada java adalah Inheritance, polimorfisme dan interface .berikut ini saya akan memberikan sedikit gambaran tentang konsep dasar tersebut.
Pewarisan

Dalam OOP, kita dapat menciptakan objek baru yang diturunkan dari objek lain. Objek baru ini sering disebut dengan objek turunan(derived class) sedang objek induknya sering disebut dengan ancestor(base class). Sifat yang terkandung pada objek turunan adalah sifat hasil pewarisan dari sifat-sifat yang terdapat pada objek induk. Maka dari itu proses seperti ini sering dikenal dengan istilah pewarisan(Inheritance)

Pada dasarnya, kita melakukan inheritance(pewarisan) untuk membuat suatu class baru(class turunan/subclass) yang masih memiliki sifat atau spesifikasi dari superclass. Di dalam Java untuk mendeklarasikan suatu class sebagai subclass dilakukan dengan cara menambahkan kata kunci extends setelah deklarasi nama class, kemudian diikuti dengan nama parent class-nya. Kata kunci extends tersebut memberitahu kompiler Java bahwa kita ingin melakukan perluasan class.

Beberapa aturan tentang pewarisan(inheritance) yang perlu diperhatikan :
1. Java hanya memperkenankan adanya single inheritance. Konsep single inheritance hanya memperbolehkan suatu sublass mempunyai satu parent class. Dengan konsep single inheritance ini, masalah pewarisan akan dapat diamati dengan mudah.

2. Subclass juga merupakan class biasa, maka kita tetap dapat melakukan pewarisan pada subclass ini. Misal : class B merupakan subclass dari class A, kita dapat membuat class baru yang diturunkan dari class B sehingga class baru tersebut akan memiliki apa yang dimiliki oleh class A dan class B.

3. Suatu parent class dapat tidak mewariskan sebagian member-nya kepada subclass-nya. Sejauh mana suatu member dapat diwariskan ke class lain, ataupun suatu member dapat diakses dari class lain, sangat berhubungan dengan access control (kontrol pengaksesan).

 

Polimorfisme

Polimorfisme adalah proses kebanyakrupaan, artinya kita dapat mengimplementasikan sesuatu hal yang berbeda melalui satu cara yang sama. untuk mengerti hal ini saya akan berikan ilustrasi nya : misalnya terdapat 5 orang penyanyi(didalam program dianggap sebagai 5 buah objek), kemudian kelimanya kita perintahkan untuk bernyanyi, maka hasil atau implementasinya tentu akan berbeda sesuai dengan karakteristik suara dari masing-masing penyanyi tersebut. Dalam OOP, hal ini disebut dengan istilah polimorfisme.
Polimorfisme bisa diartikan satu bentuk banyak aksi. Dalam pewarisan polimorfisme dapat kita lakukan. Kita data memerintah sebuah objek untuk melakukan tindakan yang secara prinsip sama tapi secara proses berbeda.
Interface

Interface adalah jenis khusus dari blok yang hanya berisi method signature(atau constant). Interface mendefinisikan sebuah (signature) dari sebuah kumpulan method tanpa tubuh.

Interface mendefinisikan sebuah cara standar dan umum dalam menetapkan sifat-sifat dari class-class. Mereka menyediakan class-class, tanpa memperhatikan lokasinya dalam hirarki class. Untuk mengimplementasikan sifat-sifat yang umum. Dengan catatan bahwa interface-interface juga menunjukan polimorfisme, dikarenakan program dapat memanggil method interface dan versi yang tepat dari method yang akan dieksekusi tergantung dari tipe object yang melewati pemanggil method interface. Interface kita gunakan jika kita ingin class yang tidak berhubungan mengimplementasikan method yang sama. Melalui interface-interface, kita dapat menangkap kemiripan diantara class yang tidak berhubungan tanpa membuatnya seolah-olah class yang berhubungan.

Sumber : https://synthesisters.com/

Pengertian Penalaran

Pengertian Penalaran

Pengertian Penalaran

Pengertian Penalaran
Pengertian Penalaran

Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proporsisi.

Secara sederhana, Penalaran adalah sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya.

Beberapa pengertian Penalaran yaitu :

  1. Proses berpikir logis, sistematis,terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan.
  2. Menghubungkan fakta-fakta atau data sampai dengan sutu simpulan.
  3. Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.
  4. Penalaran dapat diartikan mengkaji,membahas,atau menganalisis dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan.
  5. pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengetahuan baru.

II. Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah proses berfikir logis yang diawali dengan observasi data, pembahasan, dukungan pembuktian, dan diakhiri kesimpulan umum.

Penalaran Induktif pada dasarnya terdiri dari tiga macam yaitu :

1. Generalisasi

adalah proses penalaran berdasarkan pengamata atas sejumlah gejala(data) yang bersifat khusus, serupa,sejenis yang disusun secara logis dan diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum.

Macam-macam generalisasi :

a. Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk

b. Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.

Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

Generalisasi juga bisa dibedakan dari segi bentuknya ada 2(Gorys Keraf, 1994 : 44-45), yaitu :

1. Tanpa Loncatan Induktif

Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.
Misalnya, untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat orang Indonesia pada umumnya, diperlukan ratusan fenomena untuk menyimpulkannya.

Contoh :

Rino suka bermain bola basket. Randy juga suka bermain bola baket. Ari suka bermain sepak bola. Dapat disimpulkan bahwa ketiga anak tersebut suka bermain bola.

 

2. Dengan Loncatan Induktif

Generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namun fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Fakta-fakta tersebut atau proposisi yang digunakan itu kemudian dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan.

Contoh :

Niko suka bermain gitar. Ria suka bermain piano. Nina suka bermain biola. Dapat disumpulkan bahwa anak-anak komplek Pelita suka bermain alat musik.

2. Analogi

adalah Proses Penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau mengumpamakan suatu objek yang sudah teridentifikasi yang secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum.

Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut:

1) Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.

2) Analogi dilakukan untuk menyingkapkan kekeliruan.

3) Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.

3. Sebab Akibat (Kausal)

adalah Proses penalaran berdasarkan hubungan ketergabungan antar gejala yang mengikuti pola sebab-akibat,akibat-sebab, atau akibat-akibat.

a. Sebab akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Di samping ini pola seperti ini juga dapat menyebabkan B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang dianggap penyebab kadang-kadang lebih dari satu.
Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, diperlukan kemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan penalaran. Hal ini akan terlihat pada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap suatu akibat yang nyata.

b. Akibat sebab
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Ke dokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Jadi hampir mirip dengan entimen. Akan tetapi dalam penalaran jenis akibat sebab ini, Peristiwa sebab merupakan simpulan.

c. akibat-akibat

Akibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu akibat yang lain.

Contoh:

· Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek, ibu langsung menyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu penyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan.

Sumber : https://synthesisters.com/

Membentuk mental berkendala dengan aman

Membentuk mental berkendala dengan aman

Membentuk mental berkendala dengan aman

Membentuk mental berkendala dengan aman
Membentuk mental berkendala dengan aman

Banyaknya angka kecelakaan membuat kita harus selalu waspada dalam berkendara. Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana kita dapat berkendara dengan aman?

Sopan santun dalam berlalu lintas mutlak untuk dimiliki semua pengguna jalan untuk meminimalkan resiko. Kunci bagi para driver adalah menjalankan safe atau defensive driving bukan offensive driving.

Kita bisa lihat bagaimana buruknya perilaku para pengendara di Jakarta. Lampu kuning yang seharusnya dimaknai untuk berhati hati dan persiapan untuk berhenti malah seperti menjadi pertanda untuk tancap pedal gas supaya tidak terkena lampu merah. Kita juga bisa melihat bagaimana para pengendara bersiap-siap start seperti pertandingan racing saat detik di lampu merah menuju angka nol.

Pertanyaannya bagaimana membentuk mental pengendara menjadi baik?. Ada berbagai hal yang bisa dilakukan.

Dari sisi pemerintah, Undang undang dan peraturan lain tentang lalu lintas harus dibuat sedetail mungkin dan menpertimbangkan faktor keselamatan sebagai faktor utama. Aturan yang tegas harus dibuat seperti, Pengendara yang terlibat kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal, dicabut SIM seumur hidupnya. Penegakan hukum untuk masalah lalu lintas harus konsisten dan ditingkatkan.

Dari sisi masyarakat, Edukasi displin berlalu lintas dilakukan sejak dini. Ajarkan anak untuk memiliki mental taat berlalu lintas. Pertanyaannya bagaimana cara mengajarinya?. Jawabnya gampang, berikah contoh sehari-hari.

Dari sisi sekolah dan guru, materi berlalu lintas tanamkan sejak TK. Ajari anak2 disiplin mengantri, menyebrang pada tempatnya, dan kegiatan lain yang mengajarkan sopan santun berlalu lintas. Pendidikan bisa lewat kegiatan menyenangkan misalkan dengan pelajaran tertib bersepeda. Anak yang sudah paham dan lulus pelajaran ini dikasih ijasah bisa bersepeda di lingkungan sekolah.

Masih banyak hal yang bisa kita lakukan, intinya adalah kesabaran dan konsistensi dalam memberi contoh berlalu lintas dengan baik.

Baca Juga :