Jadi Favorit di Festival Budaya Antarbangsa

Jadi Favorit di Festival Budaya Antarbangsa

Jadi Favorit di Festival Budaya Antarbangsa

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Sarpipudin, memberikan semangat

kepada para Mahasiswa Indonesia yang turut meramaikan gelaran Festival Budaya Antarbangsa (mahrajan asyuub wa al tsaqofi) ke-8 yang digelar oleh Universitas Islam Madinah (UIM).

Festival yang akan digelar mulai 27 Februari hingga 11 Maret 2019 tersebut diikuti sebanyak 560 peserta yang mewakili 80 negara. Ajang kebudayaan tahunan ini dibuka oleh Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz, dan ditutup oleh Rektor UIM, Dr. Hatem bin Hassan Al-Marzouqi, dengan pembagian aneka hadiah dan pengharagaan bagi peserta untuk kategori stan stand terbaik dan juga pengunjung yang beruntung.

Kehadiran orang nomor satu di KJRI Jeddah menjadi penyemangat bagi para mahasiswa

yang secara suka rela membaktikan waktu, tenaga dan mencurahkan pikiran untuk menyiapkan secara total berbagai perlengkapan pameran.

”Terima kasih telah berperan aktif mempromosikan Indonesia dan memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada masyarakat Saudi melalui kegiatan mahrajan ini,” ucap Mohamad Hery Sarpipudin, kepada para mahasiwa yang turut mendampinginya bersama rombongan dari KJRI Jeddah saat berkeliling ke sejumlah stan.

Menurut Muhammad Zuhair, ketua panitia untuk perwakilan Indonesia, sejak digelar delapan tahun silam di halaman kampus, ajang festival kebudayaan ini terus berkembang dan semakin dikenal luas masyarakat Saudi dan warga asing di Arab Saudi.

”Event ini telah menjadi event besar dan sudah berskala nasional, tidak hanya untuk Universitas,

atau kota Madinah saja, bahkan bagi negara Saudi secara keseluruhan. Hal itu ditandai dengan kehadiran banyak duta besar dari berbagai negara ketika acara pembukaan berlangsung,” ujar Zuhair.

Dalam gelaran budaya tahun ini, stan perwakilan Indonesia menampilkan berbagai bentuk kerajinan tangan, miniatur, galeri foto, aneka hidangan serta beberapa busana khas Indonesia dengan mengangkat tema Adat Dayak sebagai corak utamanya.

Menurut catatan panitia penyelenggara, setiap harinya festival ini dikunjungi tak kurang dari 5000 pengunjung.

Sementara itu, salah seorang pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya mengaku senang dengan gelaran festival ini karena memperoleh kesempatan mengenal kebudayaan dari 80 negara dalam satu atap.

Festival ini, sambungnya, memberikan pengetahuan dan menambah wawasan bagi anak-anak serta menumbuhkan semangat persaudaraan dan ukhuwah islamiah.

”Alhamdulillan pada ajang festival budaya ini stan Indonesia mendapatkan juara stan favorit harian sebanyak dua kali,” tambah Zuhair.

 

Baca Juga :

Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung Pecahkan Rekor ORI

Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung Pecahkan Rekor ORI

Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung Pecahkan Rekor ORI

Belasan ribu peserta didik dari SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Bandung berantusias hadiri acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan (Gebyar Dikbud). Adanya acara ini merupakan bentuk sosialiasi capaian kemajuan pendidikan di Kota Bandung serta menyampaikan capaian program Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) selama empat tahun kebelakang.

Tidak hanya itu, acara yang bertagline “Indonesia Maju, Jabar Juara Lahir Batin, Bandung Juara”

ini pun menolehkan rekor baru dari Original Record Indonesia (ORI). Rekor itu diberikan karena dengan waktu 10 menit siswa SD dari jumlah 16.153 mampu menulis puisi.

Pada acara Gebyar Pendidikan dan Budaya ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Saat Mendikbud dan Wali Kota tiba, langsung disambut oleh iring-iringan tarian khas

Jawa Barat yaitu tari jaipong yang dipersembahkan oleh siswa. Acara inipun dimeriahkan oleh puluhan stand dari berbagai sekolah, stand informasi dan stand makanan dan minuman.

“Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan ini sebagai bentuk dari pertanggungjawaban Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada publik mengenai apa saja yang telah dicapai kementerian selama empat tahun terakhir,” Ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat diwawancarai Jabar Ekspres di Sport Jabar Arcamanik, Jln Pacuan Kuda No 15, Sukamiskin, Arcamani, Kota Bandung, Sabtu (23/3).

Dikatakan Menteri, dengan Gebyar ini kita juga ingin sosialisasi program-program

yang akan dilanjutkan pada tahun berikutnya di masa yang akan datang.

Melihat Bandung mendapatkan rekor baru dari Original Record Indonesia (ORI), membuat Mendikbud terkesan sehingga mengajak kepada siswa dan masyarakat Kota Bandung untuk lebih giat lagi berliterasi.

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/user/viewPublicProfile/101457

Sumber Gaji Honorer PPPK Belum Jelas

Sumber Gaji Honorer PPPK Belum Jelas

Sumber Gaji Honorer PPPK Belum Jelas

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperkirakan setidaknya ada 1,5 juta guru

dari 3,2 juta guru di Indonesia berstatus honorer. Jumlah itu masih ditambah staf bagian administrasi yang juga memiliki tenaga honorer tidak sedikit. Selain Kemendikbud, sejumlah kementerian lain juga memiliki tenaga honorer yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selama ini, tenaga honorer tidak memiliki jenjang karier yang jelas. Karena itulah, pemerintah membuka skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Proses rekrutmen dimulai bulan Februari lalu. Sayangnya, hingga saat ini belum jelas, siapa yang nantinya akan menanggung gaji PPPK. Sejumlah pemerintah daerah secara terbuka menyatakan belum menganggarkan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, khusus di kementeriannya,

dia upayakan gaji PPPK ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Daerah tidak punya anggaran di APBD. Padahal saya sudah sampaikan, akan kita upayakan dari APBN. Saya sedang memohon kepada Ibu Menteri Keuangan, supaya pengangkatan guru honorer itu, kalau sudah menjadi pegawai PPPK, anggaran gajinya diambilkan dari APBN. Mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasi. Sekarang sudah pemberkasan, baik yang PNS maupun yang PPPK, dan kita usahakan setelah itu ada tes rekrutmen lagi,” kata Muhajir, Rabu (27/3)

Badan Kepegawaian Negara hingga 25 Maret 2019 masih melakukan verifikasi dan validasi terhadap pemerintah daerah terkait penyediaan anggaran untuk gaji PPPK.

BKN berharap, Pemda mampu mengusulkan jumlah yang proporsional sesuai prioritas mereka.

Hal ini terkait kewajiban Pemda sendiri yang harus menggaji PPPK jika sudah terpilih nanti.

Koordinator Wilayah Forum Honorer Kategori II Indonesia (FHK2I) Yogyakarta, Eka Mujiyanta kepada VOA mengatakan, anggota forum bersikap berbeda terhadap skema itu. Meski tetap menghargai solusi yang diambil pemerintah, sebagian guru di daerah tetap tidak mau mendaftar.

“Harapan dari semua tenaga honorer itu kan rasa keadilan, rasa kemanusiaan. Perjuangan kami-kami ini sudah puluhan tahun. Jadi yang diminta ke pemerintah itu, terutama ke pemerintah pusat, terutama adalah regulasi. Pengangkatan. Tentunya menjadi CPNS,” kata Eka. (der/fin)

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/comment/view/401/0/83420

Melirik Inovasi Mahasiswa Unibraw, Ciptakan Kopi Tubruk dengan Dicelup

Melirik Inovasi Mahasiswa Unibraw, Ciptakan Kopi Tubruk dengan Dicelup

Melirik Inovasi Mahasiswa Unibraw, Ciptakan Kopi Tubruk dengan Dicelup

Empat mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

membuat sebuah produk bernama Grinder Pocket Coffee. Yakni sebuah pengembangan produk kopi tubruk bubuk yang dimasukkan ke dalam pelindung berupa strainer bag (kantong penyaring) agar saat diseduh ampas tidak ikut tercampur.

Keempat mahasiswa tersebut yakni, Apta Hadyan Sulistijo, Eko Ludvy Zedniawan, Yovi Sephira Damayanti, dan Amalia Ridha Rahmah. Ketua Tim Grinder Pocket Coffee, Apta Hadyan Sulistijo mengatakan, teknik penyeduhan seperti ini telah umum diterapkan oleh beberapa negara maju seperti Jepang, Amerika, dan Belanda. Penyajian produk semacam ini pun sebenarnya sudah mulai diterapkan di Indonesia. Namun, lanjut dia, masih kurang dikenal masyarakat luas.

Oleh karena itu, pihaknya ingin mengembangkan produk ini hingga

ke tingkat nasional. Apta menerangkan, Grinder Pocket Coffee tidak hanya menawarkan cara penyajian yang praktis, tetapi juga variasi cita rasa kopi hasil petani lokal Indonesia.

Bahkan, untuk mendukung hasil pertanian kopi di Malang, pihaknya menggunakan biji kopi yang berasal dari Dampit, Kabupaten Malang.

“Saat ini biji kopi yang digunakan berasal dari Dampit, untuk kedepannya rencananya tim akan mengembangkan produk kopi yang berada di luar kota misalnya Aceh Gayo, Toraja, Merbabu, dan lain-lain,” tutur Apta

Dengan produk ini, harapannya para pecinta kopi di Indonesia

dapat menikmati bermacam pilihan rasa kopi khas Nusantara dalam satu kotak kemasan. Hal ini juga sebagai upaya untuk mengenalkan kopi tubruk lokal ke dalam tampilan yang lebih praktis dan eksklusif sehingga diharapkan mampu memasuki segmentasi pasar baru.

“Selain itu, manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari meminum kopi tanpa ampas yaitu mampu mengurangi kandungan kafein yang mampu menimbulkan gejala penyakit jantung,” imbuh mahasiswa asli Bandung itu.

Oleh karena itu, lanjut Apta, produk Grinder Pocket Coffee ini pun dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Harga yang ditawarkan pun cukup bersahabat, yakni Rp 4 ribu per sachetnya.

Apta menyampaikan, produk ini baru diproduksi sejak satu tahun belakangan. Namun, pemasarannya sudah cukup meluas, bahkan hingga ke luar Malang. “Dari April-Juli kemarin, sudah terjual 430 sachet,” kata dia. Beberapa kota yang sudah menjadi sasaran pemasaran itu antara lain, Bandung, Jakarta, Banjarmasin, Pontianak, Jepara, dan Bali

 

Baca Juga :

Guru PNS di Swasta Terpaksa Ditarik, Jika Sudah Rekrutmen CPNS

Guru PNS di Swasta Terpaksa Ditarik, Jika Sudah Rekrutmen CPNS

Guru PNS di Swasta Terpaksa Ditarik, Jika Sudah Rekrutmen CPNS

Pendaftaran CPNS 2018 yang diperkirakan pada September mendatang

, kemungkinan formasi guru mendapatkan porsi terbanyak.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan, pihaknya akan memperketat persyaratan, terutama untuk lowongan guru yang jadi prioritas dalam CPNS tahun ini.

Antara lain, guru akan diikat dengan perjanjian minimum 5 tahun

mengajar di sekolah tempat penugasan dan tidak boleh pindah.

Selain itu, dia memastikan bahwa penerimaan CPNS tahun ini juga akan lebih teperinci. Lowongan untuk guru misalnya akan disebutkan nama sekolah dan jumlah kebutuhan guru di sekolah terebut.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mendukung kebijakan Asman. Dia mengatakan, pemerintah memang tidak bisa berdiam diri sampai rekrutmen CPNS guru baru benar-benar dilaksanakan. Sebab di sejumlah sekolah negeri, pada kenyataannya memang kekurangan guru negeri.

Ramli mengusulkan supaya pemerintah daerah tegas menarik guru-guru PNS

yang selama ini mengajar di sekolah swasta. ’’Di semua jenjang pendidikan, ada guru PNS yang mengajar di sekolah swasta,’’ katanya. Dia menjelaskan kekurangan guru negeri sudah menjadi perhatian lama dari IGI.

Menurut dia sudah sewajarnya guru PNS kembali ditarik mengajar di sekolah negeri. Sebab mereka mendapatkan gaji dari uang pemerintah. Sebaliknya sekolah swasta yang bebas menarik SPP, diharapkan untuk mencari guru-guru non-PNS.

Dia prihatin yang terjadi sekarang adalah banyak guru PNS di sekolah swasta, sedangkan di sekolah negeri kekurangan guru. Akibatnya sekolah negeri merekrut guru honorer. Ujungnya guru honorer di sekolah negeri mendapatkan gaji yang minim

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Kemendikbud Ungkap Penyebab Bahasa Kerinci Terancam Punah

Kemendikbud Ungkap Penyebab Bahasa Kerinci Terancam Punah

Kemendikbud Ungkap Penyebab Bahasa Kerinci Terancam Punah

Kantor Bahasa Provinsi Jambi dan Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh bekerja sama dengan Badan Bahasa akan melakukan revitalisasi terhadap Bahasa Kerinci.

Pasalnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahasa Kerinci tergolong bahasa daerah yang terancam punah karena hanya kalangan orang tua yang mampu menuturkannya.

Suwanti, perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, agar bahasa Kerinci tidak mengalami kepunahan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah mengupayakan penggiatan revitalisasi bahasa daerah.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan bahasa Kerinci sebagai bahasa daerah yang memiliki kekayaan nilai-nilai kearifan lokal.

Karena bahasa Kerinci, mempunyai dialek tersendiri yang berbeda dengan suku-suku yang ada di Indonesia dan juga memiliki keunikan tersediri.

Bahasa Kerinci termasuk memiliki banyak dialek lebih-kurang 130 dialek ada di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

“Tujuan utamanya adalah, untuk mengajak semua pemangku kepentingan dan masyarakat pemilik bahasa agar selalu menggunakan dan memelihara bahasa daerah. Hal ini untuk menjaga daya hidup bahasa daerah,” katanya.

Sehubungan dengan itu, lanjutnya lagi, revitalisasi bahasa Kerinci

yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh, ini memilih SDN 06/XI Koto Panap.

Sekolah ini bisa dijadikan model untuk para pemangku kepentingan dalam melakukan revitalisasi bahasa daerah.

“Setidaknya, kegiatan revitalisasi di Kota Sungai Penuh dapat mendorong Kepala Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah di lingkungan kerjanya bersama komunitas pegiat bahasa dan budaya saling bahu-membahu melindungi bahasa daerahnya,” sebutnya.

Untuk menindaklajuti dan melanggengkan hasil kegiatan revitalisasi ini, Walikota Sungai Penuh melalui Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh mencanangkan penggunaan sehari mengunakan bahasa Kerinci di sekolah sebagaimana yang telah disampaikan Kepala dinas Pendidikan kota Sungai Penuh.

“Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh sangat mendukung ada kegiatan Revitaslisasi Bahasa Kerinci di SDN 06/XI Koto Panap yang diadakan Badan bahasa dan nantinya menjadi salah satu model kegiatan untuk menyelamatkan bahasa Kerinci dari kepunahan, bahkan kami Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh mencanangkan penggunaan bahasa Kerinci di sekolah pada hari yang ditentukan,” jelasnya.

Program pencanangan penggunaan bahasa daerah di sekolah adalah, salah satu terobosan

langka dan baru bagi pemerintah yang ada di Indonesia sebab terobosan seperti ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh adalah pemerintah yang kedua dari seluruh pemerintah-pemerintah yang di Indonesia yang menjadikan bahasa daerah salah satu bahasa pengantar dalam pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh, Hadiyandra menyambut baik program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kantor Balai Bahasa Provinsi Jambi untuk mengrevitalisasi bahasa Kerinci.

 

“Bahasa Kerinci belum sampai revitalisasi, karena kalau berbicara masalah

revitalisasi berarti akan punah, tapi di Kerinci setiap desa mempunyai bahasa sendiri – sendiri dan masih digunakan masyarakat sebagai bahasa sehari – hari,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, setiap Sekolah yang berada dalam lingkup kota Sungai Penuh nantinya akan membuat jadwal satu hari khusus untuk mengunakan bahasa daerah yakni bahasa melayu Kerinci untuk berdialog di sekolah.

“Nanti kita juga akan memasukkan mata pelajaran Incung sebagai mata pelajaran muatan lokal, karena Incung merupakan bahasa Kerinci asli yang digunakan oleh orang – orang terdahulu,” terangnya.

Dia berharap bantuan dan dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Balai Bahasa Jambi, karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan dari Kementerian dan Balai Bahasa.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Pegertian Demokrasi Terpimpin

Pegertian Demokrasi Terpimpin

Pegertian Demokrasi Terpimpin

Pegertian Demokrasi Terpimpin

Demokrasi terpimpin, juga disebut demokrasi terkelola, adalah istilah untuk sebuah pemerintahan demokrasi dengan peningkatan otokrasi. Pemerintahan negara dilegitimasi oleh pemilihan umum yang walaupun bebas dan adil, digunakan oleh pemerintah untuk melanjutkan kebijakan dan tujuan yang sama. Atau, dengan kata lain, pemerintah telah belajar untuk mengendalikan pemilihan umum sehingga pemilih dapat melaksanakan semua hak-hak mereka tanpa benar-benar mengubah kebijakan publik.


Walaupun mengikuti prinsip-prinsip dasar demokrasi, dapat timbul penyimpangan kecil terhadap otoritarianisme. Dalam demokrasi terpimpin, pemilih dicegah untuk memiliki dampak yang signifikan terhadap kebijakan yang dijalankan oleh negara melalui pengefektifan teknik kinerja humas yang berkelanjutan.


Istilah ini digunakan sebagai referensi untuk periode politik tertentu di Indonesia. Akhir-akhir ini istilah ini juga banyak digunakan dalam Rusia, di mana ia diperkenalkan ke dalam praktek umum oleh pemikir dari anggota Kremlin, khususnya Gleb Pavlovsky.


Demokrasi Terpimpin Di Indonesia

Demokrasi Terpimpin berjalan berdasarkan Dekrit Presiden Soekarno 5 Juli 1959 dan Tap MPRS No. VIII/MPRS/1959. Paham demokrasi ini berdasarkan paham kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (Pancasila sila 4). Paham ini berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong antara semua kekuatan nasional yang revolusioner dengan prinsip Nasakom (nasionalisme, agama, dan komunisme).


Sejarah Indonesia (1959-1966) adalah masa di mana sistem “Demokrasi Terpimpin” sempat berjalan di Indonesia. Demokrasi terpimpin adalah sebuah sistem demokrasi dimana seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpin negara, kala itu Presiden Soekarno. Konsep sistem Demokrasi Terpimpin pertama kali diumumkan oleh Presiden Soekarno dalam pembukaan sidang konstituante pada tanggal 10 November 1956.


Peran PKI

Partai Komunis Indonesia (PKI) menyambut “Demokrasi Terpimpin” Soekarno dengan hangat dan anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk mengakomodasi persekutuan konsepsi yang sedang marak di Indonesia kala itu, yaitu antara ideologi nasionalisme, agama (Islam) dan komunisme yang dinamakan NASAKOM.


Pada tahun 1962, perebutan Irian Barat secara militer oleh Indonesia yang dilangsungkan dalam Operasi Trikora mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan PKI, mereka juga mendukung penekanan terhadap perlawanan penduduk adat yang tidak menghendaki integrasi dengan Indonesia.


Keterlibatan Amerika Serikat

Di era Demokrasi Terpimpin, antara tahun 1959 dan tahun 1965, Amerika Serikat memberikan 64 juta dollar dalam bentuk bantuan militer untuk jenderal-jenderal militer Indonesia. Menurut laporan di media cetak “Suara Pemuda Indonesia”: Sebelum akhir tahun 1960, Amerika Serikat telah melengkapi 43 batalyon angkatan bersenjata Indonesia. Tiap tahun AS melatih perwira-perwira militer sayap kanan.


Di antara tahun 1956 dan 1959, lebih dari 200 perwira tingkatan tinggi telah dilatih di AS, dan ratusan perwira angkatan rendah terlatih setiap tahun. Kepala Badan untuk Pembangunan Internasional di Amerika pernah sekali mengatakan bahwa bantuan AS, tentu saja bukan untuk mendukung Soekarno dan bahwa AS telah melatih sejumlah besar perwira-perwira angkatan bersenjata dan orang sipil yang mau membentuk kesatuan militer untuk membuat Indonesia sebuah “negara bebas”.


Dampak Ke Situasi Politik

Era “Demokrasi Terpimpin” diwarnai kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum borjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani Indonesia. Kolaborasi ini tetap gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak Indonesia kala itu. Pendapatan ekspor Indonesia menurun, cadangan devisa menurun, inflasi terus menaik dan korupsi kaum birokrat dan militer menjadi wabah sehingga situasi politik Indonesia menjadi sangat labil dan memicu banyaknya demonstrasi di seluruh Indonesia, terutama dari kalangan buruh, petani, dan mahasiswa.

Baca Juga :

Sebab Dan Akibat Terjadinya Tindak Pidana

Sebab Dan Akibat Terjadinya Tindak Pidana

Sebab Dan Akibat Terjadinya Tindak Pidana

Sebab Dan Akibat Terjadinya Tindak Pidana

Pidana

Pidana atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Walaupun begitu kategori terakhir, agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham.

Selama kesalahan seorang kriminal belum ditetapkan oleh seorang hakim, maka orang ini disebut seorang terdakwa. Sebab ini merupakan asas dasar sebuah negara hukum, seseorang tetap tidak bersalah sebelum kesalahannya terbukti. Pelaku tindak kriminal yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman disebut sebagai terpidana atau narapidana.

Dalam mendefinisikan kejahatan, ada beberapa pandangan mengenai perbuatan apakah yang dapat dikatakan sebagai kejahatan. Definisi kejahatan dalam pengertian yuridis tidak sama dengan pengertian kejahatan dalam kriminologi yang dipandang secara sosiologis.

Secara yuridis, kejahatan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. Secara kriminologi yang berbasis sosiologis kejahatan merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat (dengan kata lain terdapat korban) dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat. Reaksi sosial tersebut dapat berupa reaksi formal, reaksi informal, dan reaksi nonformal.

Penggolongan Tindak Pidana

  1. Penjahat dari kecenderungan (bukan karena bakat).
  2. Penjahat karena kelemahan (karena kelemahan jiwa sehingga sulit menghindarkan diri untuk tidak berbuat).
  3. Penjahat karena hawa nafsu yang berlebihan dan putus asa.

Sebab Tindak Pidana

  1. Pertentangan dan persaingan kebudayaan.
  2. Perbedaan ideologi politik.
  3. Kepadatan dan komposisi penduduk.
  4. Perbedaan distribusi kebudayaan.
  5. Perbedaan kekayaan dan pendapatan.
  6. Mentalitas yang labil.
  7. faktor dasar seperti faktor biologi, psikologi, dan sosioemosional.

Akibat Tindak Pidana

  1. Merugikan pihak lain baik material maupun nonmaterial.
  2. Merugikan masyarakat secara keseluruhan.
  3. Merugikan negara.
  4. Menggangu stabilitas keamanan masyarakat.

Solusi Tindak Pidana

  1. Mengenakan sanksi hukum yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas tanpa pandang bulu atau derajat.
  2. Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak.
  3. Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai budaya bangsa sendiri.
  4. Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan multi kultural; seperti sekolah, pengajian, dan organisasi masyarakat.

Pengertian Puisi Beserta Ciri, Jenis Dan Contoh

Pengertian, Ciri Dan Jenis Puisi Beserta Contohnya

Pengertian Puisi Beserta Ciri, Jenis Dan Contohnya

Pengertian, Ciri Dan Jenis Puisi Beserta Contohnya

Pengertian Puisi

Puisi adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut.

Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru.

Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu ‘pemadatan kata’. Kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.

Di dalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.

Di beberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.

Jenis-jenis puisi

Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru:

Puisi lama

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :

  1. Jumlah kata dalam 1 baris
  2. Jumlah baris dalam 1 bait
  3. Persajakan (rima)
  4. Banyak suku kata tiap baris
  5. Irama

Ciri puisi lama

  1. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  2. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  3. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Jenis-jenis puisi lama

Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Pengertian, Ciri Dan Jenis Puisi Beserta Contohnya

Contoh:

  1. Assalammu’alaikum putri satulung besar
  2. Yang beralun berilir simayang
  3. Mari kecil, kemari
  4. Aku menyanggul rambutmu
  5. Aku membawa sadap gading
  6. Akan membasuh mukamu

Puisi baru

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri Puisi Baru

  1. Bentuknya rapi, simetris;
  2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  4. Sebagian besar puisi empat seuntai;
  5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

Jenis-jenis puisi baru Menurut isinya, puisi dibedakan atas

Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”.

Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan.

Contoh:

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu

Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri

Menggeliat derita pada lekuk dan liku

bawah sayatan khianat dan dusta.

Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu

menitikkan darah dari tangan dan kaki

dari mahkota duri dan membulan paku

Yang dikarati oleh dosa manusia.

Tanpa luka-luka yang lebar terbuka

dunia kehilangan sumber kasih

mengenal-Mu tersalib di datam hati.

(Saini S.K)

Puisi kontemporer

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata yang makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.

Tokoh-tokoh puisi kontemporer di Indonesia saat ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Sutardji Calzoum Bachri dengan tiga kumpulan puisinya O, Amuk, dan O Amuk Kapak
  2. Ibrahim Sattah dengan kumpulan puisinya Hai Ti
  3. Hamid Jabbar dengan kumpulan puisinya Wajah Kita

Puisi kontemporer dibedakan menjadi 3 yaitu:

Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer. Ciri-ciri mantra adalah:

  1. Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu
  2. Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri
  3. Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.

Contoh:

Shang Hai

ping di atas pong

pong di atas ping

ping ping bilang pong

pong pong bilang ping

mau pong? bilang ping

mau mau bilang pong

mau ping? bilang pong

mau mau bilang ping

ya pong ya ping

ya ping ya pong

tak ya pong tak ya ping

ya tak ping ya tak pong

sembilu jarakMu merancap nyaring

(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)

MKKS SMP/MTs Kota Ambon Buat Terobosan Baru

MKKS SMP/MTs Kota Ambon Buat Terobosan Baru

MKKS SMP MTs Kota Ambon Buat Terobosan Baru

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kota Ambon dalam tahun 2016

ini melakukan suatu perubahan atau terobosan baru dalam penyusunan soal ujian sekolah SMP/MTs tingkat Kota Ambon yaitu penyusunan soal secara bersama-sama di tingkat MKKS.

Dibandingkan penyusunan soal ujian sekolah tahun 2015 kemarin dimana MKKS melakukannya pada sub-sub rayon, sehingga efektifitas dan efisiensi penggunaan soal-soal kurang tepat karena soalnya bersebaran dan bervariasi.

Demikian penjelasan Kepala MKKS SMP/MTs Kota Ambon Drs. Jan Mahulette,

M.MPd kepada Tribun-Maluku.com saat meninjau pelaksanaan penyusunan soal ujan sekolah bertempat di SMP Negeri 6 Ambon Selasa (9/2).

Dikatakan, guru-guru yang dipilih untuk menyusun soal-soal ujian sekolah adalah mereka yang memiliki persyaratan khusus seperti; sebagai instruktur nasional, lulus UKG dengan nilai baik dan berdasarkan hasil pantauan bimbingan Bedah SKL selama 4 tahun kemarin.

Dengan persyaratan guru ini diharapkan dapat menghasilkan produk naskah soal ujian sekolah

yang terbaik, seragam untuk seluruh SMP/MTs di Kota Ambon, dan jika soalnya seragam maka akan dibuat pemetaan untuk melihat apa kekurangan dari sekolah tertentu untuk selanjutnya dibuat pembinaan.

Ketua Panitia Penyusunan Soal Ujian Sekolah SMP/MTs Kota Ambon Drs. Ahyat Wakano katakan, jumlah SMP/MTs Negeri maupun Swasta se-Kota Ambon 54 sekolah, dan penyusunan soal-soal ini diawasi oleh Pengawas pada Dikor Kota Ambon.

Ada 7 mata pelajaran (Mapel) yang soal ujian sekolahnya akan dihasilkan seperti; PKN, IPS, IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Ingris dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), dengan masing-masing satu mapel 3 guru dan didampingi 1 pengawas.

Harapannya, produk soal ujian sekolah tidak berbeda jauh dengan soal Ujian Nasional sehingga tingkat kualitas dan kerahasiannya tetap dijaga sampai pelaksanaan ujian sekolah.

J. Sianressy, S.Pd pengawas/pendamping katakan, fungsi pengawas memberikan pendampingan sekaligus pengawasan dalam penyusunan soal ujian sekolah tahun pelajaran 2015/2016, dan dikawal secara ketat dan baik sehingga menghasilkan produk naskah soal yang berkualitas dan memenuhi standar penyusunan soal secara nasional.

Saklaressy menilai nuansa baru yang dipakai MKKS SMP/MTs dalam menyususn soal ujian sekolah merupakan sebuah langkah maju untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMP/MTs di Kota Ambon.(TM02)

 

Baca Juga :