Pembayaran Bunga Utang

Pembayaran Bunga Utang

Pembayaran Bunga Utang

Pembayaran Bunga Utang
Pembayaran Bunga Utang

Pembayaran utang dalam negeri dipengaruhi oleh tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Pembayaran utang luar negeri bersumber dari pinjaman bilateral, multilateral, fasilitas kredit eskpor, dan pinjaman lain.

Belanja Subsidi

Digunakan untuk menjaga stabilitas harga, membantu masyarakat kurang mampu, membantu usaha skala mikro dan menengah, BUMN , membantu BUMN yang melaksanakan pelayanan umum

Belanja Hibah

Merupakan transfer uang, barang, jasa yang bersifat tidak wajib kepada pemerintah daerah, BUMN, BUMD, negara lain, atau organisasi internasional

Bantuan Sosial

Diberikan dalam bentuk transfer uang atau barang kepada masyarakat melalui lembaga nirlaba (sosial) untuk melindungi resiko sosial.

Belanja Daerah

Dana Perimbangan, meliputi :

1. Dana Bagi Hasil (DBH), yaitu dana bagian daerah yang bersumber dari penerimaan daerah, baik pajak maupun sumber daya alam (dalam bentuk prosentase)

2. Dana Alokasi Umum (DAU), yaitu instrumen yang bersifat umum (block grant) guna mengatasi ketimpangan fiskal antar daerah untuk pemerataan kemampuan keuangan antar daerah

3. Dana Alokasi Khusus (DAK), yaitu instrumen transfer bersifat khusus (specific grant) untuk membiayai kebutuhan khusus daerah dan atau nasional

Dana Otonomi Khusus dan Dana Penyesuaian
Dana Otonomi Khusus diberikan kepada daerah-daerah yang masih tertinggal untuk pembiayaan pendidikan, kesehatan, dll
Dana Penyesuaian, diberikan kepada daerah yang menerima DAU lebih kecil dari tahun sebelumnya.

Sumber : https://jilbabbayi.co.id/

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

Dahulu, sistem perekonomian menggunakan sitem barter yaitu sistem tukar-menukar barang antara satu pihak ke pihak lain. Dimana barter memiliki sifat untuk kepentingan masing-masing pihak. Tetapi, dengan semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakan perlunya sistem perekonomian yang lebih teratur dan terencana. Sistem barter tidak dapat lagi dipertahankan karena memiliki berbagai hambatan. Oleh karena itu, para cendikiawan memikirkan sistem perekonomian lain yang lebih bermanfaat dan dapat digunakan oleh manusia. Adapun sistem-sistem perekonomian hasil pemikiran para ahli yaitu :

1. Sistem Ekonomi Pasar (Liberalis/Kapitalis)

Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Dasar bekerjanya sistem ini adalah adanya kegiatan ‘invisible hand’ atau tangan-tangan yang tidak kelihatan yang dicetuskan oleh ahli ekonom Adam Smith. Maksud dari kegiatan tersebut adalah keseimbangan pasar/ekonomi terbentuk dengan sendirinya. Sistem ini dimuat dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Dalam sistem ini pula menganut paham ‘laissez faire’, yang menghendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah.

Secara umum karakteristik dari sistem ekonomi pasar adalah :

a. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal

b. Setiap orange bas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya

c. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba

d. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)

e. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar

f. Persaingan dilakukan secara bebas

g. Peranan modal sangat vital

2. Sistem Ekonomi Perencanaan (Etatisme/Sosialis)

Sistem perekonomian etatisme/sosialis merupakan perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata, pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian.

Dasar yang digunakan dalam sistem ekonomi etatisme/sosialis adalah ajaran Karl Max, dimana ia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak. Negara yang menganut sistem ekonomi etatisme/sosialis sudah tidak ada lagi. Uni Soviet (sekarang Rusia) beserta negara-negara pengikutnya telah gagal dalam menjalankan prinsip sosialisme sebagai cara hidupnya baik secara ekonomi, moral, maupun sosial dan politik. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kemampuan pemerintah pusat untuk menangani seluruh masalah yang muncul, baik di tingkat pusat maupun ditingkat daerah. Selain itu, pada kenyataannya telah terjadi banyak penyelewengan yang dilakukan oleh pemerintah.

Secara umum karakteristik dari sistem ekonomi sosialis terencana adalah :
a. Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
b. Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta.
c. Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
d. Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
e. Semua warga masyarakat adalah karyawan bagi negara.

Sumber : https://multi-part.co.id/

Pengertian Pancreas Dan Jaringannya Lengkap

Pengertian Pancreas

Pengertian Pancreas Dan Jaringannya Lengkap

Pengertian Pancreas

Pengertian Pancreas

Pancreas adalah kelenjar majemuk bertandan. Strukturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah. Panjangnya kira-kira 15cm mulai dari duodenum sampai limpa, dan dilukiskan sebagai terdiri dari tiga bagian:

1. Kepala pancreas yang paling lebar, letaknya di sebelah kanan rongga abdomen dan di dalam lekukan duodenum, dan yang praktis melingkarinya.
2. Badan pancreas merupakan bagian utama pada organ itu dan letaknya di belakang lambung dan di depan vertebra lumbalis pertama.
3. Ekor pancreas adalah bagian yang runcing di sebelah kiri, dan yang sebenarnya menyentuh limpa.4


Jaringan Utama Pankreas

Ada dua jaringan utama yang menyusun pankreas :

  1. Jaringan Asini; berfungsi untuk mensekresi getah pecernaan dalam duodenum.
  2. Pulau Langerhans; Pulau Langerhans adalah kumpulan sel berbentuk ovoid, berukuran 76×175 mm dan berdiameter 20 sampai 300 mikron tersebar di seluruh pankreas, walaupun lebih banyak ditemukan di ekor daripada kepala dan badan pankreas. Pulau-pulau ini menyusun 1-2% berat pankreas.

Sebagai organ, pankreas memiliki dua fungsi yang penting, yaitu fungsi eksokrin yang memegang peranan penting dalam fungsi pencernaan, dan fungsi endokrin yang menghasilkan hormon insulin, glukagon, somastatin dan pankreatik polipeptida. Fungsi endokrin adalah untuk mengatur berbagai aspek metabolisme bahan makanan yang terdiri dari karbohidrat, lemak dan protein. Komponen endokrin pankreas terdiri dari kurang lebih 0,7 sampai 1 juta sel endokrin yang dikenal sebagai pulau-pulau langerhans. Sel pulau dapat dibedakan sebagai4 :

  1. Sel alfa (lebih kurang 20% dari sel pulau) yang menghasilkan glucagon
  2. Sel beta (lebih kurang 80 % dari sel pulau) yang menghasilkan hormon insulin dari proinsulin. Proinsulin berupa polipeptida yang berbentuk rantai tunggal dengan 86 asam amino. Proinsulin berubah menjadi insulin dengan kehilangan 4 asam amino dan dengan rantai asam amino dari ke-33 sampai ke-63 yang menjadi peptida penghubung (connecting peptide)
  3. Sel D (lebih kurang 3-5% dari sel pulau ) yang menghasilkan somatostatin.
  4. Sel PP yang menghasilkan pankreatik polipeptida.

Baca Juga :

 

 

Fungsi Kantung Empedu Dan Bagiannya

Fungsi Kantung Empedu

Fungsi Kantung Empedu Dan Bagiannya

Fungsi Kantung Empedu

Bagaian-Bagian Kantung Empedu

  • Bagian-bagian dari kandung empedu, terdiri atas:
  1. Fundus vesikafelea, merupakan bagian kandung empedu yang paling akhir setelah korpus vesikafelea.
  2. Korpus vesikafelea, bagian dari kandung empedu yang didalamnya berisi getah empedu. Getah empedu adalah suatu cairan yang disekeresi oleh sel hati sebanyak 500-1000 cc setiap harinya, sekresinya berjalan terus menerus, jumlah produksi cairan empedu dapat meningkat pada saat mencerna lemak.
  3. Leher kandung empedu. Merupakan saluran pertama tempat masuknya getah empedu ke badan kandung empedu lalu berkumpul dan dipekatkan dalam kandung empedu.
  4. Duktus sistikus. Panjangnya kurang lebih 3 ¾ cm. berjalan dari leher kandung empedu dan bersambung dengan duktus hepatikus membentuk saluran empedu ke duodenum.
  5. Duktus hepatikus, saluran yang keluar dari leher.
  6. Duktus koledokus saluran yang membawa empedu ke duodenum.

Kandung Empedu

Kandung Empedu terdiri atas tiga pembungkus:

  • Di sebelah dalam Pembungkus serosa peritoneal
  • Disebelah sebelah tengah Jaringan berotot tak bergaris
  • Di sebelah dalam Membran mukosa, yang bersambung dengan lapisan saluran empedu. Membran mukosa membuat sel epitel silinder yang mengeluarkan sekret musin dan cepat mengabsorpsi air dan elektrolit, tetapi tidak garam empedu atau pigmen, maka karena itu empedunya menjadi pekat

Fungsi kandung empedu, yaitu:

  1. Tempat menyimpan cairan empedu dan memekatkan cairan empedu yang ada di dalamnya dengan cara mengabsorpsi air dan elektrolit. Cairan empedu ini adalah cairan elektrolit yang dihasilkan oleh sel hati.
  2. Garam empedu menyebabkan meningkatnya kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, sehingga membantu penyerapannya dari usus. Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah diubah menjadi bilirubin(pigmen utama dalam empedu) dan dibuang ke dalam empedu.

 

Sumber : https://pelajaranips.co.id/

Konsep Pendidikan Umum

Konsep Pendidikan Umum

Konsep Pendidikan Umum

Makna-makna Program Pendidikan Umum berkaitan dengan pola-pola (patern) pada materi pokok instruksionalnya, pola-pola yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Pola simbolik

Dengan pola ini siswa dimbimbing untuk nantinya dapat memiliki kemampuan dalam berbahasa, membaca angka-angka, mengenal tanda-tanda hitung dan dapat menggunakan simbol-simbol untuk mengekspresikan makna-makna yang terstruktur. Pola ini dapat dicapai dengan menganjarkan pelajaran bahasa dan matematika.

2. Pola empirik

Dengan pola ini siswa dibimbing untuk nantinya dapat memiliki kemampuan dalam mendiskripsikan fakta-fakta empiris, membuat generalisasi atau formulasi teoritis tentang gejala – gejala alam, sosial dan jiwa manusia. Pola ini dapat dipenuhi dengan mengajarkan fisika, ilmu hayat atau biologi, psikologi dan juga ilmu-ilmu sosial.

3. Pola Estetik

Dengan pola estetik ini siswa dibimbing untuk nantinya memiliki kemampuan berapresiasi dan berkreasi. Dengan demikian siswa mampu mengapresiasi berbagai objek visual yang mengandung nilai-nilai estetik dalam lingkungan kehidupannya, serta mampu berkreasi dengan memenuhi syarat-syarat estetika yang telah didalaminya. Untuk dapat mencapai tujuan dengan diterapkannya pola ini kepada siswa diajarkan tentang pengajaran seni (musik, drama, lukis, dan visual), kesusastraan dan juga filsafat.

4. Pola Synoetik

Dengan melalui pola ini siswa dibimbing untuk nantinya dapat memiliki kemampuan memandang dan menyadari keberadaan nilai-nilai secara langsung dalam arti dapat merasakan dan menyadarinya bahwa keberadaan dirinya diberi arti oleh keberadaan orang lain dilingkungannya, sehingga anak mampu menghayati tentang keberadaan hidup bersama dalam masyarakat. Pola ini dapat dipenuhi dengan mengajarkan filsafat, kesenian, pendidikan agama, dan ilmu sosial.

5. Pola Etika

Dengan pola Etika siswa dibimbing untuk nantinya memiliki kemampuan tentang moralitas, sehingga dalam hidupnya senatiasa bertindak dengan memperhatikan pertimbangan nilai, norma, etika, sopan-santun dan hukum positif yang ada dan dijunjung tinggi oleh masyarakat. Hal itu akan menjadikan pola fikir, sikap dan tindakannya bersifat etis. Pola etik dapat dipenuhi dengan memberikan etika, moral, filsafat dan Agama.

6. Pola Synoptik

Pola ini menetapkan atau menentukan terbentuknya kemampuan dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan nilai-nilai baik dan buruk pada persoalan yang dihadapinya. Dalam pola ini termasuk kemampuan meyakini dan mengimani sesuatu pandangan hidup. Pola ini dapat dicapai dengan memberikan pangajaran Agama, moral, sejarah kebudayaan dan juga filsafat.

Baca Juga :

Aliran Filsafat Idealisme

Aliran Filsafat Idealisme

Aliran Filsafat Idealisme

Menurut SK Dirjen Dikti No. 32/DJ/Kep/1983 disebutkan bahwa komponen dasar umum dalam hal ini komponen mata kuliah dasar umum (pendidikan umum) diarahkan untuk melengkapi pembentukan kepribadian bidang dengan pengembangan kehidupan pribadi yang memuaskan, keanggotan keluarga yang bahagia, dan kewargaan masyarakat yang produktif serta kewargaan Negara yang bertanggung jawab.

Dalam buku pedoman SPTK (Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan) dikatakan bahwa komponen dasar umum diarahkan kepada pembentukan warga Negara pada umumnya, dengan kompetensi, kompetensi personal, sosial serta kultural, yang seyogyanya merupakan ciri khas bagi warga negara yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Dalam SK Mendiknas No.008-E/U/1975 disebutkan bahwa Pendidikan Umum ialah pendidikan yang bersifat umum, yang wajib diikuti oleh semua siswa dan mencakup program Pendidikan Moral Pancasila yang berfungsi bagi pembinaan warga negara yang baik.

Sikun Pribadi (1981: 11) Pendidikan Umum itu mempunyai tujuan; (a) membiasakan siswa berpikir obyektif, kritis, dan terbuka, (b) memberikan pandangan tentang berbagai jenis nilai hidup, seperti kebenaran, keindahan, kebaikan; (c) menjadi manusia yang sadar akan dirinya, sebagai makhluk, sebagai manusia, dan sebagai pria dan wanita, dan sebagai warga negara; (d) mampu menghadapi tugasnya, bukan saja karena menguasai bidang profesinya, tetapi karena mampu mengadakan bimbingan dan hubungan sosial yang baik dalam lingkungannya. Philiph H. Phenix mengatakan bahwa “General Education Should Develop in Evergone” , bahwa Pendidikan Umum wajib dikembangkan pada diri tiap orang, dan pendidikan umum berarti umum untuk tiap orang. Selanjutnya “General Education is the Pracis of Engendering Esential Meaning”, bahwa Pendidikan Umum merupakan proses membina makna-makna yang esensial karena hakekat manusia adalah mahluk yang memiliki kemampuan untuk mempelajari dan menghayati makna yang esensial. Makna yang esensial sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Kemudian “to lead to fulfillment of human live through the enlangement and deeping of meaning”, jadi membimbing pemenuhan kehidupan manusia melalui perluasan dan pendalaman makna yang menjamin kehidupan, pendidikan yang bermakna kehidupan manusiawi. Selanjutnya “ acomplete person should be skilled in setu of Speach Symbol and gesture, factually well in formed, capable of treating and apprecinting object of esthetic significance, endowed with rith and dissipeined life in relation to self and athers, able to make wise decition an to judge batween right and wrong, and possessed of an integral out look”. Dengan demikian pendidikan umum membina pribadi yang utuh, terampil berbicara, menggunakan lambang dan isyarat yang secara factual di informasikan dengan baik, mampu berkreasi dan menghargai hal-hal yang secara meyakinkan estetika, ditunjang oleh kehidupan yang berharga dan penuh disiplin dalam hubungan pribadi dan pihak lain memiliki kemampuan membuat keputusan yang bijaksana dan memiliki yang benar dari yang salah, serta memiliki wawasan yang integral (memiliki kemampuan dan wawasan luas tentang kehidupan). Selanjutnya “Six Fundamental Pattern of Meaning” :

  1. Symbolics (languade, mathematics, ritual, gestures).
  2. Empirics (Science of physical world, of living thing of man).
  3. Esthetics (arts, music, literaturs)
  4. Symatics (personal knowledge relational in sight, direct awarness, feeling)
  5. Ethics (moral meaning to responsibility professional action, personal conduct an responsibility in decision marking).
  6. Synoptics ( comprehensive integrative meaning to history, relagion philosophy).

Filsafat Pendidikan

Filsafat Pendidikan

Filsafat Pendidikan

FILSAFAT dan filosof berasal dari kata Yunani “philosophia” dan “philosophos”. Menurut bentuk kata, seorang philosphos adalah seorang pencinta kebijaksanaan. Sebagian lain mengatakan bahwa filsafat adalah cinta akan kebenaran. Filsafat sering pula diartikan sebagai pandangan hidup. Dalam dunia pendidikan, filsafat mempunyai peranan yang sangat besar. Karena, filsafat yang merupakan pandangan hidup iku menentukan arah dan tujuan proses pendidikan.

Oleh karena itu, filsafat dan pendidikan mempunyai hubungan yang sangat erat. Sebab, pendidikan sendiri pada hakikatnya merupakan proses pewarisan nilai-nilai filsafat, yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan yang lebih baik atau sempurna dari keadaan sebelumnya.

Dalam pendidikan diperlukan bidang filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan sendiri adalah ilmu yang mempelajari dan berusaha mengadakan penyelesaian terhadap masalah-masalah pendidikan yang bersifat filosofis. Jadi jika ada masalah atas pertanyaan-pertanyaan soal pendidikan yang bersifat filosofis, wewenang filsafat pendidikanlah untuk menjawab dan menyelesaikannya.

Secara filosofis, pendidikan adalah hasil dari peradaban suatu bangsa yang terus menerus dikembangkan berdasarkan cita-cita dan tujuan filsafat serta pandangan hidupnya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang melembaga di dalam masyarakatnya. Dengan demikian, muncullah filsafat pendidikan yang menjadi dasar bagaimana suatu bangsa itu berpikir, berperasaan, dan berkelakuan yang menentukan bentuk sikap hidupnya. Adapun proses pendidikan dilakukan secara terus menerus dilakukan dari generasi ke generasi secara sadar dan penuh keinsafan.

Ajaran filsafat adalah hasil pemikiran sesorang atau beberapa ahli filsafat tentang sesuatu secara fundamental. Dalam memecahkan suatu masalah terdapat pebedaan di dalam penggunaan cara pendekatan, hal ini melahirkan kesimpulan-kesimpulan yang berbeda pula, walaupun masalah yang dihadapi sama. Perbedaan ini dapat disebabkan pula oleh factor-faktor lain seperti latar belakangpribadi para ahli tersebut, pengaruh zaman, kondisi dan alam pikiran manusia di suatu tempat.

Ajaran filsafat yang berbeda-beda tersebut, oleh para peneliti disusun dalam suatu sistematika dengan kategori tertentu, sehingga menghasilkan klasifikasi. Dari sinilah kemudian lahir apa yang disebut aliran (sistem) suatu filsafat. Tetapi karena cara dan dasar yang dijadikan criteria dalam menetapkan klasifikasi tersebut berbeda-beda, maka klasifikasi tersebut berbeda-beda pula.

Seorang ahli bernama Brubacher membedakan aliran-aliran filsafat pendidikan sebagai: pragmatis-naturalis; rekonstruksionisme; romantis naturalis; eksistensialisme; idealisme; realisme; rasional humanisme; scholastic realisme; fasisme; komunisme; dan demokrasi. Pengklasifikasian yang dilakukan oleh Brubracher sangat teliti, hal ini dilakukan untuk menghindari adanya overlapping dari masing-masing aliran.

Sebagian ahli mengklasifikasikan aliran filsafat pendidikan ke dalam tiga kategori. Yaitu, kategori filsafat pendidikan akademik skolastik, kategori filsafat religious theistic, dan kategori filsafat pendidikan social politik. Filsafat pendidikan akademik skolastik meliputi dua kelompok yang tradisonal meliputi aliran perenialisme, esensialisme, idealisme, dan realisme, dan progresif meliputi progresivisme, rekonstruksionisme, dan eksistensialisme. Filsafat religious theistik meliputi segala macam aliran agama yang paling tidak terdiri dari empat besar agama di dunia ini, dengan segala variasi sekte-sekte agama masing-masing. Sedangkan filsafat pendidikan social politik terdiri dari humanisme, nasionalisme, sekulerisme, dan sosialisme.

Makalah ini hanya membahas masalah aliran idealisme, untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Filsafat Pendidikan. Makalah terdiri dari pengertian idealisme secara filsafat; idealisme menurut aliran filsafat pendidikan; dan tokoh-tokoh yang beraliran idealisme.

Sekolah Hijau Kota Hujan Go National

Sekolah Hijau Kota Hujan Go National

Sekolah Hijau Kota Hujan Go National

Setelah sukses memperoleh gelar Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Barat tahun 2013

, kini SMPN 19 Kota Bogor, tengah melakukan penataan keindahan dan kenyamanan lingkungan di sekolahnya. Penataan ini termasuk kedalam penyusunan adminitrasi sekolah yang merupakan salah satu persaratan menuju Adiwiyata Tingkat Nasional.

Hal ini dikatakan Ketua Tim Sekolah Adiwiyata SMPN 19 Kota Bogor,

Dedy saat ditemui Metropolitan diruang kerjanya, kemarin. Menurutnya, sekolah hijau dan sehat sangat layak bagi SMPN 19 Kota Bogor. Terlebih, sudah banyak pepohonan rindang yang ada didalam lingkungan sekolah.

“Karena telah memenuhi persyaratan dari rimbunnya pepohonan, maka kami tengah menggalakan penghijauan rumput yang dihiasi dengan bunga kecil beraneka warna, yang diperoleh dari siswa dan guru,” ujar Dedy.

Sementara itu, Kepala SMPN 19 Kota Bogor, Tati Karwati mengaku, sangat mengapresiasi

serta memberikan dukungan untuk penataan lingkungan sekolah, agar terlihat lebih sejuk indah dan nyaman, yang setara dengan gelar sekolah Adiwiyata tersebut, diperoleh pada tahun 2013.

“Kami dan para pendidik lainnya serta semua siswa sangat optimis, akan mendapat gelar sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, pasalnya sudah ditanamkan rasa memiliki dan memelihara dengan baik, agar tanaman dapat tumbuh secara alami, bahkan sekarang ditambah dengan rumput di pertamanan SMPN 19 Kota Bogor.” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Siswa SDN Kedunghalang 1 Sering Terapkan Pendidikan Mental

Siswa SDN Kedunghalang 1 Sering Terapkan Pendidikan Mental

Siswa SDN Kedunghalang 1 Sering Terapkan Pendidikan Mental

Walaupun diguyur hujan deras, tidak menyurutkan semangat ratusan siswa Kelas IV

, V dan Kelas VI SDN Kedunghalang 1 Kota Bogor, untuk mengikuti Perkemahan Jum’at-Sabtu (Perjumsa) di halaman sekolah, Jalan Raya Talang Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara beberapa waktu lalu.

Tidak itu saja. Orangtua siswa juga ‘ikut’ begadang melihat anak-anaknya, di didik dan dibina, baik mental maupun karakter pada kegitan Perjumsa ini.

“Alhamdulillah, Perjusa ini bisa diikuti dan dilaksanakan dengan baik,

walaupun mulai sore hari hingga malam harinya, wilayah sekitar sekolah diguyur hujan deras. Bahkan, saat dimulainya acara api unggun, para peserta didik dengan antusias mengikutinya. InsyaAllah, dengan kegiatan ini, mental, kemandirian serta karakter anak didik di sekolah ini mulai dan sudah terbentuk,” harap Kepala SDN Kedunghalang 1, Siti Djubaedah, kepada Metropolitan, di sela-sela acara Perjusa.

Menurut Siti Djubaedah, Perjumsa dilaksanakan untuk melatih dan mencetak generasi yang tangguh,

serta mempererat hubungan yang harmonis antar siswa. Jadi, untuk mewujudkan hal tersebut, sekolah melaksanakan suatu kegiatan yang menantang sebagai bekal kedisiplinan dan sekaligus evaluasi latihan yang dapat membekali anggota Pramuka dalam kegiatan yang positif.

“Perjumsa ini dilaksanakan untuk membangun sikap, sesuai dengan Dwi Satya, Dwi Dharma, Tri Satya dan Dasa Dharma. Sehingga, kami harus mempersiapkan generasi muda yang cakap mental, terampil, bermoral, berahklak mulia. Sehingga nantinya mereka menjadi pelaku perubahan bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitarnya. Jadi, pendidikan tidak mengharuskan siswa untuk terus menerus belajar di kelas. Namun mendorong agar siswa dapat menumbuh kembangkan karakter positifnya melalui berbagai kegiatan ko-kurikuler, ekstrakurikuler dalam pembinaan guru,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/ZnZl/history-of-heroes-day-10-november-1945

SMK Taruna Bangsa Tingkatkan Fasilitas

SMK Taruna Bangsa Tingkatkan Fasilitas

SMK Taruna Bangsa Tingkatkan Fasilitas

SMK Taruna Bangsa berencana meningkatkan sejumlah fasilitas di sekolah dalam waktu dekat.

“Iya, kita lakukan secara bertahap,” kata Kepala SMK Taruna Bangsa, Ile Putriani.

Adapun beberapa sarana dan prasarana (sarpras) fasilitas yang akan ditingkatkan yakni

pengadaan laboratorium untuk program keahlian Administrasi Perkantoran (AP) serta perangkat praktik untuk program keahlian di Teknik Kendaraan Ringan (TKR). “Ini untuk memperlancar proses belajar 350 siswa dari dua program keahlian itu,” katanya.

Dengan pemenuhan fasilitas ini, ia berharap sekolah dapat melahirkan lulusan yang dapat mengisi lapangan

pekerjaan secara profesional. Termasuk menjadi generasi bangsa yang handal dan memiliki keahlian. “Bahkan kalau bisa mereka ini (lulusan SMK Taruna Bangsa) menciptakan lapangan pekerjaan serta berprestasi diimbangi ilmu pengetahuan mumpuni dan akhlakul karimah yang baik,” harapnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/dNlz/history-of-the-origin-of-the-stone-black-stone