Netty: Kita Akan Gunakan SPPA Dalam Proses Hukum Pelaku

Netty: Kita Akan Gunakan SPPA Dalam Proses Hukum Pelaku

Netty Kita Akan Gunakan SPPA Dalam Proses Hukum Pelaku

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak

(P2TP2A) Netty Prasetyani menyebutkan, dalam kasus perkelahian antar siswa sekolah dasar (SD) yang berujung kematian di daerah Banjaran Kabupaten Bandung, harus menggunakan undang-undang Sistem Perajuan Pidana Anak (SPPA) dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Dijelaskan Netty, dalam SPPA harus menghadirkan ruang, petugas penyidik, kemudian hakim atau jaksa yang semuanya telah mendapatkan pelatihan dan minimal memiliki perspektif tentang anak.

“Ketika kita bicara pelaku, korban yang melibatkan usia anak kita

akan menggunakan undang-undang SPPA (Sistem Perajuan Pidana Anak) yang menghadirkan ruang, petugas penyidik, kemudian hakim atau jaksa semuanya memang yang sudah mendapatkan pelatihan atau minimal memiliki perspektif tentang anak,” ujar Netty saat ditemui di Gedung Sate, Senin (27/11).

Sehingga kata dia, tidak ada seragam, tidak ada sorotan kamera dan sebagainya, tidak ada pertanyaan-pertanyaan sebagaimana dilontarkan kepada pelaku dewasa dan sebagainya.

“Hal seperti ini yang harus dipahami oleh para penegak hukum

, karena semenjak diundang-undangkan tahun 2012 menunggu dua tahun implementasi seharusnya kita siap, baik di kepolisian maupun di teman-teman kejaksaan dan pengadilan. Harapannya seperti itu, tidak ada victimisasi di ruang-ruang penegakan hukum berikutnya,” pungkasnya

 

Sumber :

https://s.id/67tki