Organisasi Pembelajar

Table of Contents

Organisasi Pembelajar

Organisasi Pembelajar

Energi terbarukan bukan lagi menjadi alternatif namun memiliki pangsa tersendiri, Artificial Intelligence berkembang pesat dan akan menggantikan manusia dalam berbagai pekerjaan, dan blockchain menawarkan perubahan dalam pencatatan transaksi. Saat ini dunia menghadapi perubahan yang tanpa henti di berbagai sektor, dan jika kita belajar dari kehidupan, cara paling ampuh untuk dapat bertahan dari perubahan adalah dengan melakukan adaptasi terhadap perubahan.

Suatu organisasi dapat bertahan dari perubahan jika organisasi tersebut menjadi organisasi pembelajar.

Organisasi pembelajar (learning organization) adalah konsep yang dicetuskan oleh Senge (1991). Menurut Garvin (1993), ada 5 ciri dari organisasi pembelajar yaitu:

  • Penyelesaian masalah secara sistematis
  • Melakukan uji coba
  • Belajar dari pengalaman masa lalu
  • Belajar dari sumber lain
  • Membagi ilmu pengetahuan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa organisasi pembelajar akan memiliki kemampuan dalam menangani perubahan yang terus menerus (Drew and Smith, 1995; Simonin, 1997; Kontoghiorghes et al., 2005). Sehingga, organisasi pembelajar akan dibutuhkan oleh organisasi manapun di dunia.

Konsep organisasi pembelajar dapat dilengkapi dengan beberapa model pembelajaran seperti Theory-U atau Triple-loop learning. Kedua model pembelajaran tersebut meliputi permasalahan-permasalahan eksistensial yang dapat menghasilkan perubahan yang luar biasa (Peschl, 2007).

Sebagai contoh dengan menggunakan triple-loop learning, suatu organisasi akan selalu belajar dari apa yang telah dilakukannya. Berikut ini contoh triple-loop learning, evaluasi, dan kaitannya dengan pengembangan diri untuk jenis pekerjaan akuntan

 

Perubahan adalah keniscayaan, dan belajar adalah faktor terpenting untuk menghadapi perubahan yang tidak pernah berhenti (Todnem, 2005). Untuk terus maju dan menghadapi perubahan, pemimpin harus dapat membuat organisasinya menjadi organisasi pembelajar.