Alhamdulillah, Jumlah Anak Putus Sekolah Menurun

Alhamdulillah, Jumlah Anak Putus Sekolah Menurun

Alhamdulillah, Jumlah Anak Putus Sekolah Menurun

Menteri Pendi­dikan dan Kebudayaan, Muhadjir Ef­fendy, mengklaim jumlah anak putus sekolah dalam empat tahun ini men­galami penurunan. Hal itu terbukti dari hasil data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 68,9 pada 2014 menjadi 70,81 di 2017.

”Sepanjang 2015 sampai 2018 ban­tuan pendidikan Program Indonesia Pintar atau PIP

telah memperluas akses pendidikan dan membantu anak-anak terus mendapatkan pendidikan, baik formal maupun nonformal. Total anggaran yang telah kami salurkan sebesar Rp35,7 triliun,” bebernya di Jakarta, Selasa (23/10).

Menurut dia, dua tahun terakhir pihaknya fokus pada mekanisme penyaluran dana manfaat PIP. Bahkan, sebanyak 70 persen penerima PIP telah menggunakan kartu PIP model baru yang juga berfungsi sebagai ATM. ”Sehingga peserta didik bisa mengam­bil uangnya setiap saat dan bisa mengambil sesuai kebutuhan,” ucap­nya.

Untuk semakin memudahkan pe­nerima PIP dalam menerima manfaat bantuan pendidikan

, Kemendikbud telah bekerja sama dengan bank penyalur agar memfasilitasi koperasi sekolah dengan Layanan Keuangan Tanpa Kantor atau Laku Pandai.

Upaya pemerataan pendidikan me­nengah antara penduduk dari kalangan ekonomi

emah dengan yang kaya, serta antara penduduk di wilayah pe­desaan dengan yang berada di per­kotaan juga semakin menunjukkan hasil positif.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

Tiga Mahasiswa IPB Sabet Juara Di Debat Ekonomi Nasional Ungguli UI, Tumbang Di Tangan Unair

Tiga Mahasiswa IPB Sabet Juara Di Debat Ekonomi Nasional Ungguli UI, Tumbang Di Tangan Unair

Tiga Mahasiswa IPB Sabet Juara Di Debat Ekonomi Nasional Ungguli UI, Tumbang Di Tangan Unair

Prestasi membanggakan diraih tiga mahasiswa IPB yang terga­bung dalam Tim Agricriticle

dalam ajang Lomba Debat Hipotex R 2018. Ketiganya yakni Habibul Fuadi Hanif, Ilhamda El Zuhri serta Futiha Hikmatul Husna. Mereka berhasil meraih juara dalam ajang tahunan yang cukup bergengsi dan sangat diminati mahasiswa di Indonesia.

Kompetisi ini sendiri merupakan even yang dige­lar Himpunan Profesi De­partemen Ilmu Ekonomi (Hipotesa) IPB September lalu. Setelah melalui berba­gai tahapan seleksi dan kom­petisi, delegasi IPB akhirnya meraih juara tiga dalam perlombaan ini.

Ketiga delegasi IPB tersebut memang bukan dari bidang ekonomi, sehingga perlu persiapan belajar materi-

materi terkait ekonomi nasional, global dan ekonomi pembangunan. Untuk meraih juara dalam kompeti­si debat ini, ketiganya harus bersaing dengan tim-tim dari perguruan ting­gi lainnya di Indonesia.

Kompetisi debat ini cukup ketat. Sebelum lolos memasuki tahap debat, pendaftar diwajibkan

memberikan solusi kritis terhadap studi kasus dan permasalahan ekonomi. Selanjutnya dipilih delapan besar tim yang berhak mengikuti lomba debat. Dimulai dari babak penyisihan hingga ke se­mifinal, mereka dihadapkan pada tim-tim yang lolos delapan besar. Kebanyakan peserta lomba debat ini merupakan mahasiswa jurusan bis­nis ataupun marketing.

“Kami sangat antusias dalam mengik­uti kompetisi ini. Sebelum ke tahap debat, setiap tim pendaftar diharus­kan menyelesaikan soal terkait isu ekonomi, ekonomi pembangunan hingga ekonomi global yaitu ekspor dan impor. Senang sekali ketika tim kami lolos ke delapan besar dan Al­hamdulillah bisa meraih juara,” kata Habibul.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

Cyberlaw di Indonesia

Cyberlaw di Indonesia

Cyberlaw di Indonesia

Undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) atau yang disebut cyberlaw, digunakan untuk mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya,baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya. Pada UU ITE ini juga diatur berbagai macam hukuman bagi kejahatan melalui internet. UU ITE mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis diinternet dan masyarakat pada umumnya untuk mendapat kepastian hukum dengan diakuinya bukti elektronik dan tanda tangan elektronik digital sebagai bukti yang sah dipengadilan.UU ITE sendiri baru ada diIndonesia dan telah disahkan oleh DPR pada tanggal 25 Maret 2008. UU ITE terdiri dari 13 Bab dan 54 Pasal yang mengupas secara mendetail bagaimana aturan hidup di dunia maya dan transaksi yang terjadi didalamnya.Perbuatan yang dilarang (cybercrime) dijelaskan pada Bab VII (pasal 27-37), yaitu:

Cyber Law Adalah

Cyber Law Adalah

Cyber Law Adalah

Cyberlaw adalah hukum yang digunakan di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet. Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau fondasi dari hukum di banyak negara adalah “ruang dan waktu”. Sementara itu, Internet dan jaringan komputer mendobrak batas ruang dan waktu ini. Cyber Law adalah aspek hukum yang artinya berasal dari Cyberspace Law.yang ruang lingkupnya meliputi aspek-aspek yang berhubungan dengan orang perorangan atau subyek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat mulai online dan memasuki dunia cyber atau maya. bisa diartikan cybercrime itu merupakan kejahatan dalam dunia internet. Di Indonesia saat ini sudah ada dua Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berhubungan dengan dunia cyber, yaitu RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi dan RUU Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik. Beberapa orang menyebutnya Cybercrime kejahatan computer. The Encyclopaedia Britannica komputer mendefinisikan kejahatan sebagai kejahatan apapun yang dilakukan oleh sarana pengetahuan khusus atau ahli penggunaan teknologi komputer.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

Council Of Europe Convention

Council Of Europe Convention

Council Of Europe Convention
Saat ini berbagai upaya telah dipersiapkan untuk memerangi cybercrime. The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) telah membuat guidelines bagi para pembuat kebijakan yang berhubungan dengan computer-related crime, di mana pada tahun 1986 OECD telah mempublikasikan laporannya yang berjudul Computer-Related Crime: Analysis of Legal Policy. Laporan ini berisi hasil survey terhadap peraturan perundang-undangan Negara-negara Anggota beserta rekomendasi perubahannya dalam menanggulangi computer-related crime tersebut, yang mana diakui bahwa sistem telekomunikasi juga memiliki peran penting dalam kejahatan tersebut. Melengkapi laporan OECD, The Council of Europe (CE) berinisiatif melakukan studi mengenai kejahatan tersebut. Studi ini memberikan guidelines lanjutan bagi para pengambil kebijakan untuk menentukan tindakan-tindakan apa yang seharusnya dilarang berdasarkan hukum pidana Negara-negara Anggota, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara hak-hak sipil warga negara dan kebutuhan untuk melakukan proteksi terhadap computer-related crime tersebut
Pada perkembangannya, CE membentuk Committee of Experts on Crime in Cyberspace of the Committee on Crime Problems, yang pada tanggal 25 April 2000 telah mempublikasikan Draft Convention on Cyber-crime sebagai hasil kerjanya ( http://www.cybercrimes.net), yang menurut Prof. Susan Brenner ([email protected]) dari University of Daytona School of Law, merupakan perjanjian internasional pertama yang mengatur hukum pidana dan aspek proseduralnya untuk berbagai tipe tindak pidana yang berkaitan erat dengan penggunaan komputer, jaringan atau data, serta berbagai penyalahgunaan sejenis. Dari berbagai upaya yang dilakukan tersebut, telah jelas bahwa cybercrime membutuhkan global action dalam penanggulangannya mengingat kejahatan tersebut seringkali bersifat transnasional. Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah:
  • Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut.Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional.
  • Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime
  • Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi.
  • Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime, antara lain melalui perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treaties.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

Struktur Kontrol If pada PHP

Struktur Kontrol If pada PHP

Struktur Kontrol If pada PHP

Sudah mulai terbiasa dengan PHP? OK, kali ini kita belajar lebih dalam lagi. Minggu ini PCplus akan memperkenalkan bagaimana cara skrip PHP mengambil keputusan dengan struktur kontrol If. Struktur kontrol If ini memiliki beberapa variasi, yaitu:

If

If … Else

If … ElseIf … Else

Kita mulai dari yang paling sederhana, yaitu If.

Struktur kontrol If digunakan untuk mengambil keputusan apabila hanya ada sebuah kondisi yang memerlukan pengambilan keputusan. Jika kondisi tersebut bernilai true, maka skrip program yang terletak di dalam blok if akan dieksekusi, sedangkan jika false, maka blok program tersebut akan dilewati. Sintaks dari struktur kontrol If adalah sebagai berikut:

If (kondisi)

pernyataan;

atau

If (kondisi) {

pernyataan;

pernyataan;

}

Sebagai contoh penggunaan struktur kontrol If ini akan diberikan sebuah skrip yang sederhana sebagai berikut:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Struktur IF </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<?

$tes = true;

echo(“Nilai \$tes = $tes”);

echo(“<BR>”);

if ($tes == true) {

echo(‘Teks ini muncul karena nilai $tes = true’);

}

?>

</BODY>

</HTML>

Simpan dengan nama if.php. Jika dijalankan pada browser hasilnya akan nampak seperti gambar 1. Jika nilai $tes Anda ganti dengan false, maka yang muncul pada browser hanyalah tulisan “Nilai $tes =”. Mengapa demikian? Skrip PHP menggantikan nilai true dengan 1 dan false dengan 0 atau tidak ada nilai sama sekali.

Perhatikan baik-baik fungsi echo() yang muncul pada skrip tersebut. Ada tiga fungsi echo() yang muncul, dua yang pertama menggunakan tanda petik ganda dan yang terakhir menggunakan tanda petik tunggal. Anda bisa perhatikan perbedaan yang terjadi pada hasil yang muncul di browser.

Perhatikan juga tanda sama dengan pada pernyataan if ($tes == true) ada dua! Hal ini berbeda dengan pernyataan pada bagian awal skrip yaitu $tes = true. Pernyataan $tes = true adalah pemberian nilai variabel, sehingga tanda sama dengannya hanyalah satu. Tapi pada pernyataan if ($tes == true) sifatnya adalah membandingkan apakah nilai $tes adalah true, sehingga tanda sama dengannya ada dua. Jangan sampai Anda lupa pada aturan ini, karena PHP mendukung pemberian nilai variabel langsung pada sebuah pernyataan. Jadi jika Anda menuliskan if ($tes = true) – hanya dengan satu tanda sama dengan – itu sama artinya dengan memberi nilai $tes dengan true. Akibatnya struktur kontrol if tersebut akan selalu bernilai true sehingga jalannya skrip secara keseluruhan akan salah.

Bentuk kedua dari struktur kontrol if adalah if … else. Sintaks dari struktur kontrol ini adalah sebagai berikut:

If (kondisi) {

pernyataan1;

} else {

pernyataan2;

}

Penggunaan struktur if … else mirip dengan penggunaan struktur if, namun memiliki kelebihan yaitu alternatif tindakan apabila kondisi yang dihadapi tidak sesuai. Sebagai contoh akan diberikan penggunaan skrip PHP untuk menentukan apakah sebuah bilangan bersifat genap atau ganjil.

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Struktur IF … ELSE </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<?

$bilangan = 5;

$tes = $bilangan % 2;

if ($tes == 1) {

echo(“Bilangan $bilangan adalah ganjil”);

} else {

echo(“Bilangan $bilangan adalah genap”);

}

?>

</BODY>

</HTML>

Simpan skrip tersebut dengan nama ifelse.php. Jika dijalankan pada browser hasilnya adalah seperti pada gambar 2.

Pada skrip tersebut terdapat operator dengan karakter persen (%) yang berarti adalah modulus. Modulus adalah proses pembagian dua bilangan dengan mengambil sisa pembagian sebagai hasilnya. Jadi jika ada persamaan y = 10 % 3, berarti nilai y adalah 1 karena 10 dibagi 3 menghasilkan 3 dengan sisa pembagian 1. Dalam skrip di atas penentuan apakah sebuah bilangan merupakan bilangan ganjil atau genap adalah dengan membaginya dengan dua. Jika sisa pembagian adalah 1 maka bilangan tersebut adalah bilangan ganjil. Jika tidak – artinya sisa pembagian adalah 0 – maka bilangan tersebut adalah bilangan genap.

Bentuk ketiga dari struktur kontrol if adalah if … elseIf … else. Struktur ini juga hampir sama dengan kedua struktur di atas, hanya saja memberikan lebih banyak kemungkinan kondisi dan keputusan yang diambil. Sintaksnya adalah sebagai berikut:

If (kondisi1) {

Pernyataan1;

} Elseif (kondisi2) {

Pernyataan2;

. . .

} Elseif (kondisiN) {

PernyataanN;

} else {

pernyataan;

}

Contoh penggunaan If…ElseIf…Else adalah sebagai berikut:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> ELSE IF </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<?

$a = 5;

$b = 7;

echo(“\$a = $a <BR>”);

echo(“\$b = $b <BR>”);

if ($a < $b) {

echo(‘$a lebih kecil daripada $b’);

} elseif ($a == $b) {

echo(‘$a sama dengan $b’);

} else {

echo(‘$a lebih besar daripada $b’);

}

?>

</BODY>

</HTML>

Simpanlah skrip tersebut dengan nama elseif.php. Jika dijalankan pada browser hasilnya akan nampak seperti gambar 3.

Pada contoh di atas dibandingkan dua buah bilangan yaitu a dan b. Proses pembandingan tersebut akan memberikan 3 kemungkinan, yaitu a lebih kecil daripada b, a sama dengan b, dan a lebih besar daripada b.

Struktur kontrol if juga mengenal bentuk alternatif. Bentuk alternatif tersebut adalah dengan mengganti tanda kurung kurawal ({}) dengan tanda titik dua (:) dan di akhir blok ditutup dengan endif. Jadi contoh ketiga di atas dapat dituliskan dengan bentuk sebagai berikut:

Baca Juga :

Form HTML dengan PHP

Form HTML dengan PHP

Form HTML dengan PHP

Jika Anda aktif melakukan browsing di dunia maya, Anda pasti tidak asing dengan form HTML. Form HTML ini dijumpai misalnya pada saat Anda diminta mengisi formulir pendaftaran di suatu situs, mengisi buku tamu, mengisi jajak pendapat, dan lain-lain. Nah, jika form tidak lagi asing bagi Anda, mungkin yang terasa asing adalah bagaimana form tersebut diolah.

Skrip-skrip seperti PHP, ASP, JSP, dan juga Perl dapat digunakan untuk mengolah form HTML tersebut. Tentu saja kali ini kita akan berbicara mengenai bagaimana mengolah form HTML dengan menggunakan PHP.

Untuk menyegarkan kembali ingatan Anda tentang form HTML, berikut akan diberikan sintaks penggunaan form HTML tersebut:

<FORM [NAME=namaform] METHOD={post|get} ACTION=pengolah>

…komponen form…

</FORM>

Untuk mengatur agar form tersebut diolah oleh skrip PHP, maka argumen ACTION harus diisi dengan nama sebuah file PHP. File inilah yang nantinya akan mengolah form tersebut.

Pertanyaan berikutnya adalah: apanya yang diolah? Tentu saja adalah input yang diberikan kepada form form tersebut. Seperti kita tahu, komponen form HTML dapat berupa kotak teks, radio button, dan check box. Nah, nilai-nilai yang diberikan ke dalam komponen-komponen inilah yang nantinya diolah. Nilai-nilai tersebut nantinya akan “ditangkap” oleh skrip PHP dan disimpan dalam bentuk variabel. Nama variabel yang menyimpannya sama dengan nama komponen form HTML yang didefinisikan oleh argumen NAME. Perhatikan contoh form berikut ini:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Form </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<FORM NAME=”contoh” METHOD=”post” ACTION=”proses.php”>

Nama <INPUT TYPE=”text” NAME=”nama”> <BR>

Umur <INPUT TYPE=”text” NAME=”umur”> <BR>

Email <INPUT TYPE=”text” NAME=”email”> <BR>

<INPUT TYPE=”submit”>

</FORM>

</BODY>

</HTML>

Simpanlah form ini dengan nama cthform.html.

Nantinya jika form tersebut di-submit, input berupa nama, umur, dan email akan diolah di file proses.php. Di dalam file proses.php ini nantinya akan dikenal variabel dengan nama $nama, $umur, dan $email sesuai dengan nama komponen form HTML. Namun sayangnya hal ini tidak lagi berlaku sejak PHP 4.2.0, karena nilai register_globals di php.ini adalah off. Sebelum PHP 4.2.0 nilai register_globals adalah on. Sebagai gantinya, PHP memperkenalkan superglobals array untuk menangkap variabel-variabel tersebut. Superglobal arrays tersebut adalah $_POST dan $_GET. Penggunaan kedua variabel ini tergantung dari METHOD yang digunakan oleh form HTML.

Kedua array ini bersifat asosiatif dan sebagai indeksnya adalah nama dari komponen form HTML yang didefinisikan oleh argumen NAME. Jadi untuk contoh form di atas, pada file proses.php akan dikenal array dengan nama $_POST[‘nama’], $_POST[‘umur’], dan $_POST[’email’].

Tentu saja Anda bebas mengganti nilai register_globals di php.ini sesuai keinginan Anda, akan tetapi jika nantinya Anda membuat aplikasi dan web hosting Anda lakukan di suatu server yang nilai register_globalsnya adalah off, maka aplikasi Anda tidak akan jalan. Jadi akan lebih aman jika Anda menggunakan $_POST dan $_GET.

Sebagai alternatif, sejak PHP 3 juga tersedia array dengan nama $HTTP_POST_VARS dan $HTTP_GET_VARS. Kedua array ini bersifat asosiatif dan sebagai indeksnya adalah nama dari komponen form HTML yang didefinisikan oleh argumen NAME. Jadi untuk contoh form di atas, pada file proses.php akan dikenal array dengan nama $HTTP_POST_VARS[‘nama’], $HTTP_POST_VARS[‘umur’], dan $HTTP_POST_VARS[’email’].

Dengan pemahaman tersebut, sekarang kita akan membuat file proses.php yang mengolah input dari cthform.html di atas.

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Proses </TITLE>

</HEAD>

<BODY BGCOLOR=#FFFFFF>

<?

$nama = $_POST[‘nama’];

$umur = $_POST[‘umur’];

$email = $_POST[’email’];

Echo “<H1> Hallo $nama </H1>”;

?>

<H2> Selamat Datang Di Situs Kami </H2>

<?

Echo “Umur Anda saat ini adalah “;

Echo “$umur tahun <BR>”;

Echo “Alamat email Anda adalah “;

Echo “$email”;

?>

</BODY>

</HTML>

Untuk mencoba aplikasi tersebut ada dua cara yang dapat digunakan. (Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena seringkali para pemula melakukan kesalahan). Cara yang pertama adalah menjalankan file cthform.html secara offline atau mudahnya dengan mengklik ganda file tersebut. Cara ini sangat lazim dilakukan karena file berekstensi .html telah terasosiasi dengan browser sehingga klik ganda terhadap file tersebut akan otomatis menjalankan browser. Jika cara ini yang Anda lakukan, maka Anda harus mengedit cthform.html di bagian tag <FORM> menjadi sebagai berikut:

<FORM NAME=”contoh” METHOD=”post” ACTION=”http://localhost/proses.php”&gt;

Sesuaikan nilai ACTION dengan letak file proses.php di komputer Anda.

Cara kedua adalah dengan menjalankan file cthform.html secara online, jadi file tersebut dipanggil dengan menuliskan http://localhost/cthform.html di bagian address browser. Jika file cthform.html dan proses.php terletak dalam 1 direktori yang sama, maka file cthform.html di atas tidak perlu Anda edit lagi.

Jika file cthform.html dijalankan, hasilnya akan terlihat seperti gambar 1.

Setelah file cthform.html Anda jalankan, isikan form tersebut sesuai dengan kehendak Anda. Sebagai contoh, PCplus mengisi form tersebut dengan nama: Yahya, umur: 17, dan email: [email protected] Jika form tersebut di-submit, hasil yang diberikan akan seperti gambar 2.

Verifikasi form

Dalam pembuatan form, tentunya Anda ingin agar form tersebut diisi dengan benar. Untuk itu diperlukan suatu verifikasi form. Verifikasi form dapat dibuat dengan PHP (server side script) dan dapat juga dibuat dengan client side script seperti misalnya JavaScript. Jika verifikasi form tidak memerlukan data-data dari server sebagai pembanding, maka sebaiknya digunakan client side script. Pertimbangannya adalah client side script tidak memerlukan bandwidth karena langsung diolah oleh browser.

Berikut akan diberikan contoh verifikasi form baik menggunakan PHP maupun JavaScript.

Contoh yang pertama adalah verifikasi dengan menggunakan PHP. Ubahlah sedikit file form.htm pada atribut ACTION tag <FORM> dari “proses.php” menjadi “valid.php”. Kemudian buatlah file valid.php sebagai berikut:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Verifikasi </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<?

// Verifikasi

$pesan = “Tekan tombol Back browser Anda”;

if (empty($_POST[‘nama’])) {

echo “Anda belum memasukkan nama Anda <BR>”;

echo “$pesan”;

} elseif (empty($_POST[‘umur’]) || ($_POST[‘umur’] < 0) || (!is_numeric($_POST[‘umur’]))) {

echo “Input umur Anda salah <BR>”;

echo “$pesan”;

} elseif (empty($_POST[’email’]) || (!ereg(“@”,$_POST[’email’]))) {

echo “Periksa kembali email Anda <BR>”;

echo “$pesan”;

} else {

$nama = $_POST[‘nama’];

$umur = $_POST[‘umur’];

$email = $_POST[’email’];

Echo “<H1> Hallo $nama </H1>”;

?>

<H2> Selamat Datang Di Situs Kami </H2>

<?

Echo “Umur Anda saat ini adalah “;

Echo “$umur tahun <BR>”;

Echo “Alamat email Anda adalah “;

Echo “$email”;

}

?>

</BODY>

</HTML>

Sekarang coba jalankan file form.htm dengan sengaja melakukan beberapa kesalahan, misalnya tidak mengisi nama, mengisi umur dengan bilangan negatif atau dengan karakter selain bilangan, mengisi alamat email tanpa tanda “@”. Setelah Anda menekan tombol submit, maka akan nampak pesan kesalahan sesuai dengan kesalahan yang Anda lakukan. Tetapi jika Anda mengisi form tersebut dengan benar, maka Anda akan menerima ucapan selamat datang.

Contoh yang kedua adalah verifikasi form dengan menggunakan JavaScript. Buatlah sebuah form baru dengan nama javaform.html sebagai berikut:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Form </TITLE>

<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>

function pesan() {

var ceknama = document.forms[0].elements[0].value;

var cekumur = document.forms[0].elements[1].value;

var cekemail = document.forms[0].elements[2].value;

if (ceknama.length == 0) {

window.alert(“Anda belum memasukkan nama Anda”);

} else {

if ((cekumur < 0) || (isNaN(cekumur)) || (cekumur.length == 0)) {

window.alert(“Input umur Anda salah”);

} else {

if ((cekemail.length == 0) || (cekemail.indexOf(“@”,1) == -1)) {

window.alert(“Periksa kembali alamat email Anda”);

} else {

document.forms[0].submit();

}

}

}

}

</SCRIPT>

</HEAD>

<BODY BGCOLOR=#FFFFFF>

<H1> Selamat Datang di Situs Kami </H1>

Silakan isi identitas Anda <BR>

<FORM NAME=”identity” METHOD=”post” ACTION=”proses.php”>

<PRE>

Nama : <INPUT TYPE=”text” NAME=”nama”>

Umur : <INPUT TYPE=”text” NAME=”umur”> tahun

Email : <INPUT TYPE=”text” NAME=”email”>

<INPUT TYPE=”button” VALUE=”Submit” onClick=pesan()>

</PRE>

</FORM>

</BODY>

</HTML>

Pada form ini, jika Anda melakukan kesalahan pengisian, maka file proses.php tidak akan dipanggil, tetapi akan muncul kotak dialog yang berisi pesan kesalahan sesuai dengan kesalahan yang dilakukan. Kotak dialog tersebut kurang lebih akan terlihat seperti gambar.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

Membuat Fungsi PHP

Membuat Fungsi PHP

 

alasan saya mengambil artikel ini hanya ingin menyebarluaskan ilmu computer kepada para pembaca. Untuk penulis saya mohon maaf jika saya mengambil artikel anda tampa ijin.

Kehandalan yang nyata dari PHP adalah dari fungsi yang dimilikinya. Dalam PHP – terdapat lebih dari 700 fungsi built-in Fungsi yang tersedia. Pada tutorial ini kita akan diperlihatkan bagaimana membuat fungsi buatan sendiri. untuk referensi dan conto

Membuat Fungsi PHP

h dari fungsi buit-in, silahkan kunjungi PHP Reference.

Fungsi adalah sebuah  block dari code yang dapat di eksekusi kapan saja dibutuhkan.

  • Semua fungsi dimulai dengan kata  “function()”
  • Nama fungsi akan dimengerti  dengan namanya . Nama dapat dimulai dengan sebuah huruf atau garis bawah (bukan angka)
  • Tambahkan sebuah “{“  – awal code fungsi setelah kurung kurawal
  • masukan code fungsi
  • Tambahkan sebuah  “}”  – Fungsi diakhiri dengan tanda kurung kurawal

Contoh

sebuah fungsi sederhana untuk menampilkan  my name bila dipanggil

<html> <body>
<?php  function writeMyName()   {   echo "Zulidamel Badri";
  } writeMyName(); ?>
</body> </html>

Menggunakan Fungsi PHP

Sekarang kita gunakan fungsi dalam script PHP

<html> <body>
<?php
function writeMyName()   {
  echo "Zulidamel Badri";
  }
echo "Hello world!<br />";
echo "My name is ";
writeMyName();
echo ".<br />That's right, ";
writeMyName();
echo " is my name.";
?>
</body> </html>

Hasil dari code di atas adalah :

Hello world! My name is Zulidamel Badri. That's right,
Zulidamel Badri is my name.

Fungsi PHP – ditambahkan parameter

Mulanya fungsi (writeMyName()) sangat sederhana. hanya menampilkan sebuah string statis.

Untuk menambahkan kegunaan  sebuah fungsi, kita data menambahkan parameter. parameter sama juga dengan sebuah variable.

Kamu mungkin telah mencatat tanda kurung setelah nama fungsi, seperti: writeMyName(). parameter ditempatkan di dalam tanda kurung

.Contoh 1

Contoh berikut ini akan menampilkan nama pertama yang berbeda, tetapi nama terakhir yang sama

<html> <body> <?php function writeMyName($fname)
{   echo $fname . " Rusyid.<br />";   }
echo "My name is "; writeMyName("Erwin");
 echo "My name is ";
writeMyName("Zul");
echo "My name is "; writeMyName("Yen");
echo "My name is "; writeMyName("Yen"); ?>
</body> </html>

Hasilnya seperti berikut:

My name is Erwin Rusyid.
My name is Zul Rusyid. My name is Yen Rusyid.
My name is Linda Rusyid.

Contoh 2

Fungsi berikut mempunyai 2 parameter:

<html> <body>
<?php function writeMyName($fname,$punctuation)   {
echo $fname . " Rusyid" . $punctuation . "<br />";   }
echo "My name is "; writeMyName("Erwin",".");
echo "My name is "; writeMyName("Zul","!");
echo "My name is "; writeMyName("Yen","...");
echo "My name is "; writeMyName("Linda","..."); ?>
</body> </html>

Hasilnya seperti berikut:

My name is Erwin Rusyid. My name is Zul Rusyid!
My name is Yen Rusyid...
My name is Linda Rusyid...

Fungsi PHP – Menghasil nilai

Fungsi juga dapat digunakan untuk menghasilkan nilai.

Contoh

<html> <body>
<?php function add($x,$y)   {   $total = $x + $y;
return $total;   }
echo "1 + 16 = " . add(1,16) ?> </body> </html>

Hasil dari code di atas adalah :

1 + 16 = 17

Sumber : https://usgsprojects.org/

Protes dengan Hasil Penerimaan Siswa Baru, MTsN 1 Bukittinggi Ini Digembok Warga

Protes dengan Hasil Penerimaan Siswa Baru, MTsN 1 Bukittinggi Ini Digembok Warga

Protes dengan Hasil Penerimaan Siswa Baru, MTsN 1 Bukittinggi Ini Digembok Warga

Tanpa diduga, Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Gulai Bancah, Bukittinggi digembok warga

, Senin 20 Juni 2016. Di atas gembok itu terpajang kertas karton biru bertuliskan ‘dilarang membuka gembok tanpa musyawarah dengan tokoh masyarakat Gulai Bancah’.

Aksi penggembokan sekolah ini sangat disesalkan pihak sekolah, karena pada hari yang bersamaan, atau pada hari ini di MTsn 1 Bukittinggi juga dilakukan Syahadah Tahfizh Siswa Madrasah (MI, MTs dan MA), serta Pengukuhan Tim Pembina Tahfizh Kota Bukittinggi yang mengundang pemerintah Kota Bukittinggi.

Tak pelak, pihak sekolah, serta pengunjung dan siswa yang mau mendaftar ulang ke sekolah tersebut terpaksa menumpang masuk melalui lingkungan sekolah MAN 1 Model Bukittinggi, yang persis berada di belakang sekolah tersebut.

Terkait penggembokan tersebut, Kepala Kemenag Kota Bukittinggi M. Nur mengatakan

, dia memang mendapat kabar dari pihak sekolah tentang penggembokan MTsN 1 Bukittinggi yang dilakukan oleh masyarakat tadi malam.

“Bahkan katanya, juga ada yang mengatasnamakan dari tokoh masyarakat, yang merasa tidak puas dengan hasil penerimaan siswa baru. Penerimaan itu sebenarnya telah diatur dalam Keputusan Dirjen Pendidikan Islam, yang mana ada dua inti di dalamnya, yakni waktu tidak sama dengan dinas, dan yang kedua andaikata jumlah siswa melebihi kapasitas, dilakukan tes. Jadi tidak ada istilah pesanan dan titipan,” ungkap M.Nur.

Dikatakan juga oleh M.Nur, sebenarnya pihak sekolah juga paham dan maklum, karena MTsN 1 Bukittinggi

berada di Tanah Ulayat Gulai Bancah semenjak dulu. Pihak sekolah juga telah menerima dan memberikan fasilitas tersebut pada anak-anak Gulai Bancah.

“Namun, ternyata yang masuk itu, mohon maaf, ada anak warga yang bukan ber-KK (Kepala Keluarga) Gulai Bancah. Nah, kali ini, berapa banyak anak Gulai Bancah yang harus masuk di MTsN 1 Bukittinggi sesuai permintaan warga, itu nanti bisa minta datanya ke pihak sekolah. Kronologisnya silahkan juga tanyakan ke pihak sekolah,” pungkasnya

 

Baca Juga :

Begini Jadinya Kalau Pelajar Bertemu Bupati Dharmasraya di Masjid di Bulan Ramadan

Begini Jadinya Kalau Pelajar Bertemu Bupati Dharmasraya di Masjid di Bulan Ramadan

Begini Jadinya Kalau Pelajar Bertemu Bupati Dharmasraya di Masjid di Bulan Ramadan

Sekilas tidak ada perbedaan beribadah di Masjid Al Ikhwan Sungai Rumbai dari malam-malam sebelumnya. Masjid terbesar di nagari metro ini selalu ramai oleh jamaah. Tua muda berbondong-bondong memenuhi panggilan Allah SWT tatkala muazzin mengumandangkan azan.

Masjid dengan satu menara ini memang sudah makmur. Ia menjadi pusat peribadaatan Ummat Islam

di nagari dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi Sumatera Barat di wilayah selatan ini.

Namun Shalat Tarawih malam ke 10 Ramadhan di masjid yang telah berdiri sejak tahun 1980 ini terasa lebih berbeda. Jamaah yang hadir melebihi dari biasanya. Jamaah sampai meluber hingga teras masjid. Padalah diperkirakan daya tampung Masjid yang terletak di Jorong Balai Tangah ini tidak kurang 1.500 jamaah.

Rupanya kedatangan Tim Ramadhan Provinsi yang didampingi Bupati Muda Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menjadi magnet lain. Banyak jamaah yang biasanya bertarawih di mushalla sengaja datang ke masjid ini.

Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Dharmasraya, kehadirannya ditengah masyarakat dipandang

sebagai sesuatu yang istimewa. Itulah yang dirasakan Ridhan, Deon, Abi, Habib dan Iqbal.

Rupanya enam bocah lugu itu tidak mau melepaskan momen kunjungan silaturahmi Safari Ramadhan bupati termuda se Nusantara ini.

“Pak, boleh ndak kami minta tanda tangan Pak Bupati di Buku Agenda Ramadhan kami?,” tanya Ridhan berkonsultasi pada Yudha Topan, Subag Peliputan Bagian Humas dan Protokol.

Mendengar permintaan itu Yudha sontak kaget. Yudha sepertinya berfikir bagaimana kalau ratusan anak lain

yang sudah siap-siap dengan Buku Agenda Ramadhan juga menuntut hal yang sama. Bisa bisa kewalahan rekan-rekan protokoler.

“Boleh ya pak,” rengek Ridhan yang dukung lima teman lainnya.

Sambil senyum Yudha menjawab, “boleh, tunggu sampai acaranya selesai, tapi jangan bilang-bilang sama teman yang lain ya..!!”

“Ngga apa-apa, toh mereka hanya berenam, kita tidak boleh rusak bingkai impian mereka,” kata Yudha kepada staf yang mencoba mengingatkan hal itu.

Selesai rangkaian acara, dengan dibimbing Yudha, enam wiswa Sekolah Dasar itu, mengendap-endap ke arah Bupati.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/dyU4ObH01k96VWt7FbQq74