Dewan Pendidikan Payakumbuh Komit Majukan Pendidikan ke Depan

Dewan Pendidikan Payakumbuh Komit Majukan Pendidikan ke Depan

Dewan Pendidikan Payakumbuh Komit Majukan Pendidikan ke Depan

Dewan Pendidikan (DP) Payakumbuh komit membantu Pemko Payakumbuh dalam meningkatkan mutu pendidikan

di kota ini. Pengurus DP mengaku, punya visi yang sama dengan pemko dalam memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan ke depan. DP punya tanggung jawab moral, jika terjadi kemunduran mutu pendidikan Payakumbuh.
 
Ketua DP Payakumbuh Nedi Rinaldi, SH, kepada GoSumbar, di Payakumbuh, Minggu (12/6), mengatakan, pengurus DP terpilih periode 2016-2021, sebanyak 11 personil, sudah menghadap atau beraudiensi dengan Walikota H. Riza Falepi, di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Jumat (10/6).
 

Menurut Nedi Rinaldi, didampingi Wandi Syamsir, pihaknya sepakat untuk berkarya memajukan dunia pendidikan

di Payakumbuh. Karena itu, konsep kerja DP dan program kerja yang telah dimiliki Dinas Pendidikan Payakumbuh, bakal disinergikan untuk  satu tujuan yang sama.
 
“Kita sangat senang, Pak Walikota Riza Falepi, responsif dengan seluruh pengurus DP, dan mendorong DP membuat program kerja yang realistis, sesuai dengan kondisi daerah. Walikota tak ingin, di antara pengurus, hanya sebagai daftar nama dalam kepengurusan, tanpa memberikan kontribusi pemikiran buat lembaga DP,” ungkap Nedi.
 
Walikota juga berpesan, agar DP memberikan kritisi dan solusi dalam rangka membangun dunia pendidikan yang lebih baik kedepan. Selain itu, DP juga diminta walikota, tak bermain politik dalam menjalankan tugas, kata Nedi.
 
Menurut Nedi, pengalamannya sebagai praktisi hukum, dibantu dengan tokoh pendidikan senior di kota ini, seperti Dr. Henny Yusnita Zubir (dosen pasca sarjana ITB), Drs. H. Zulrefri dan sejumlah tenaga pendidikan lainnya, akan mampu memberikan nilai positif terhadap DP. “Kami siap bekerja keras memajukan mutu pendidikan, sebagaimana yang diharapkan Pak walikota,” tegas Nedi.
 

Menurut Nedi, DP Payakumbuh akan mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat

, termasuk DPRD, terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
 
Kemudian, memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada pemerintah daerah/DPRD  mengenai kebijakan, program pendidikan, baik kriteria tenaga pengajar, fasilitas pendidikan, serta mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan. Selain melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan.
 
Pengurus DP yang datang beraudiensi dengan Walikota Riza Falepi yang didampingi Asisten II Setdako H. Amriul, Staf Wahli Walikota Hj. Ruslayetti dan Kabag Kesra Davitra, masing-masing Ketua DP Nedi Rinaldi, Sekretaris DP Yunaidi, Bendahara Azni Zenti, serta delapan anggota, Henny Yusnita Zubir, Herlinda, Dasril, Wandi Syamsir, Ahmad Deski, Adrisman Damir, Wirda Ernieti, dan Dwi Satya Maharani.

Syafrinaldi jadi Rektor UIR yang Baru

Syafrinaldi jadi Rektor UIR yang Baru

Syafrinaldi jadi Rektor UIR yang Baru

Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) Prof DR H Syafrinaldi SH, MCL

terpilih menjadi Rektor Universitas Islam Riau yang baru. Ia berhasil meraih dukungan terbanyak dari calon lainnya DR Nurman, SSos, MSi.

Dalam sidang pemilihan tertutup, Selasa (18/4) yang dilaksanakan gedung Pasca Sarjana, Prof DR Syafrinaldi berhasil meraih 27 suara, sementara DR. Nurman, S.Sos, MSi mendapat dukungan 15 suara.

Sidang pemilihan rektor UIR sendiri memperebutkan 44 suara. Satu suara abstein

dan satu suara tidak hadir karena sakit.

Usai terpilih, Prof Syafrinaldi mengatakan bakal merangkul semua pihak termasuk DR Nurman untuk memajukan UIR kedepannya. Terutama dalam meujudkan visi dan misi UIR 2020 menjadi Universitas Terkemuka di Asia Tenggara.

“Alhamdulillah proses pemilihan rektor UIR hari ini berjalan kondusif dan lancar secara demokrasi.

Tentu ini akan menjadi tugas bersama kami untuk memajukan UIR kedepannya,”ujarnya.

Meskipun bersaing secara demokrasi, Syafrinaldi dan Nurman sudah memiliki kesepakatan, bahwasanya siapapun yang terpilih menjadi Rektor harus didukung bersama.

“Sebelum pemilihan kami sudah sepakat, ini bukan persaingan tetapi persandingan. Tadi setelah pemilihan, beliau (Nurman) bilang menerima apapun hasil pemilihan ini. Jadi tak ada kubu-kubuan, semua harus bersatu memajukan UIR,” ucapnya, seperti dalam rilis yang diterima redaksi.

Setelah terpilih menjadi Rektor, Ia akan berupaya mewujudkan 4 target khusus yakni UIR sebagai lembaga pendidikan kualitas, maju dibidang riset serta memiliki dakwah islamiyah.

Prof DR Syafrinaldi sendiri bakal dikukuhkan sebagai rektor UIR pada 1 Juli 2017 mendatang

 

Baca Juga :

Lulusan SMK Harus Memiliki jiwa Wirausaha

Lulusan SMK Harus Memiliki jiwa Wirausaha

Lulusan SMK Harus Memiliki jiwa Wirausaha

Penyelenggaraan pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus membekali peserta didik

dengan kemampuan generic yang harus dimiliki oleh setiap lulusan yaitu kecakapan softskill.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Riau Dr H Kamsol saat membuka kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi Riau, Senin kemarin. “Lulusan SMK agar memiliki karakter yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab, kreatif dan berjiwa wirausaha,” ujar Kadisdik Riau.

Karena itu, Kamsol berpesan kepada peserta didik di SMK untuk bisa betul-betul mengusai jurusan yang dipilih

. “Kuncinya selain pada guru, yang tak kalah pentingnya anak didik sendiri,” pesanya dihadapan peserta LKS.

Sementara, Ketua Pelaksana Pahmijan mengatakan, kegiatan ini akan dilakukan pada 9 sekolah, yakni lomba yaitu SMK Negeri 1 Pekanbaru (3 bidang lomba), SMK Negeri 2 Pekanbaru (6 bidang lomba), SMK Negeri 3 Pekanbaru (3 bidang lomba), SMK Negeri 4 Pekanbaru (1 bidang lomba), SMK Negeri 5 Pekanbaru (4 bidang lomba), SMK Negeri 6 Pekanbaru (2 bidang lomba), SMK Negeri 7 Pekanbaru (2 bidang lomba), SMK Negeri Pertanian Provinsi Riau (5 bidang lomba), SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru (1 bidang lomba).

Melalui kegiatan tersebut, peserta dituntut untuk piawai mengejarkan karya sesuai dengan keahlianya

. Dari ajang ini, akan dihasilkan para juara LKS SMK se Provinsi Riau yang akan mewakili Riau dalam ajang LKS SMK tingkat Nasional di Solo, Jawa Tengah.

“Saya berharap bahwa dengan adanya Lomba Kompetensi Siswa SMK di tingkat Provisni ini dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Riau, khususnya, Indonesia pada umumnya, sehingga suatu waktu lulusan kita nanti dapat sejajar dengan Negara-negara maju dan berkembang lainya,” harap Kasi Pembelajaran dan Peserta Didik SMK, Disdik Riau ini.

Kegiatan LKS SMK tahun ini mengambil tema “Dengan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Riau Kita Raih Masa Depan Lulusan SMK Yang Kompeten dan Siap Bekerja Secara Profesional”. Materi lomba mengacu pada standard industry dan kisi-kisi LKS SMK tingkat Nasional. Kegiatan LKS dikoordinir oleh Tim Teknis pada setiap sekolah serta aka nada 3 orang Juri yang berasal dari Dunia Usaha dan Dunia Industri.

 

Sumber :

https://www.tripadvisor.com/Profile/ojelmandiri

SMP Juara Gelar Parenting School

SMP Juara Gelar Parenting School

SMP Juara Gelar Parenting School

SMP Juara Pekanbaru kembali melaksanakan Parenting School dengan tema

“Menjadi Orangtua Juara Bahagia” pada Jumat (7/4). Kegiatan ini dihadiri semua orangtua siswa dari kelas 7-9. Pada kesempatan ini sekaligus dilakukan pembagian rapor tengah semester.

Kepala SMP Juara Pekanbaru, Syahrul Fadilah kepada Tribunpekanbaru.com pada kesempatan itu menyebutkan, kegiatan kali ini berbeda dari biasanya, semua orangtua dibagi ke dalam beberapa kelompok, sesuai dengan kelompok binaan pekanan yang disebut sebagai lingkaran bahagia atau mentoring.

“Pembagian kelompok ini bertujuan untuk membuat kedekatan dan pemberian penghargaan oleh mereka dan untuk mereka. Setiap kelompok mencantumkan bintang pada nama pesertanya yang aktif menghadiri pembinaan pekanan. Setelah pemberian kebahagiaan ini, mereka juga dikuatkan melalui dua video pendek yang berisi akan pentingnya ketaqwaan,” ungkap Syahrul.

Menurut Syahrul, pengharapan hanya pada Allah SWT dan mensyukuri semua nikmat

yang sudah Allah karuniakan kepada mereka. Melalui video ini, para orangtua juga diajak untuk mengikuti dua program baru yakni, gerakan shalat subuh berjamaah dan tilawah setiap hari.

“Kegiatan ini ke depannya juga akan di evalusi oleh pihak sekolah melalui home visit di subuh hari, dan pelaporan tilawah kepada mentor masing-masing di setiap pekan. Selanjutnya, dua progam baru ini juga akan menjadi tolak ukur untuk menjadi orangtua teladan yang dipilih pada pembagian rapor kenaikan kelas yang tinggal sekitar tiga bulan lagi,” jelas Syahrul.

Kegiatan ini, kata Syahrul, diisi langsung oleh LSU SMP Juara Pekanbaru, Miss Nur Hasanah, SPsi.

Materi yang disampaikan mulai pukul 08.30-10.30 WIB. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian rapor tengah semester. Kegiatan ini sebagai sarana evaluasi tengah semester.

”Kegiatan ini bagian dari proses orangtua dalam membina dan menciptakan siswa juara. Kami berharap orangtua mau bekerjasama dengan sekolah untuk membina anak-anaknya,” ungkap Syahrul.

 

Sumber :

http://ahmadali.wagomu.id/e107293.html

Pengertian Sikap

Pengertian Sikap

Pengertian Sikap

Sikap (attitude) adalah pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap objek, individu, atau peristiwa, (Stephen dan Timothy, 2008:92). Hal ini mencerminkan tentang perasaan seseorang tentang sesuatu. Ada 3 (tiga) komponen utama dari sikap, antara lain:

1. Kognitif atau evaluasi
Kognitif atau evaluasi adalah segmen opini atau keyakinan dari sikap, yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap.

2. Afektif atau perasaan,
Perasaan adalah segmen emosional atau perasaaan dari sebuah sikap, yang menimbukan hasil akhir perilaku.

3. Perilaku atau tindakan
Perilaku atau tindakan adalah sikap merujuk pada suatu maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap sesuatu atau seseorang.
Menurut Muchlas (2005:151) sikap (attitudes) ialah sesuatu yang kompleks, yang dapat didefinisikan sebagai pernyatan-pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, atau penilaian mengenai objek, manusia, atau peristiwa-peristiwa. Sebahagian sikap terbentuk melalui
proses belajar sosial yang diperoleh dari orang lain.

2. Pembentukan Sikap
Proses pembentukan sikap berlangsung secara bertahap, dimulai dari proses belajar. Proses belajar ini dapat terjadi karena pengalaman-pengalaman pribadi seseorang dengan objek tertentu, seperti orang, benda atau peristiwa, dengan cara menghubungkan objek tersebut dengan pengalaman-pengalaman lain dimana seseorang telah memiliki sikap tertentu terhadap pengalaman itu atau melalui proses belajar sosial dengan orang lain. Ada 3 (tiga) komponen pembentukan sikap, antara lain:

1. Pengalaman pribadi
Pengalaman pribadi diperoleh dari pembentukan sikap dengan melakukan kontak langsung dengan objeknya.

2. Asosiasi
Asosiasi merupakan pemindahan sebahagian atau seluruh sikap terhadap objek lama menuju kepada objek baru, dan akan membentuk sikap yang baru.

3. Proses belajar sosial
Sumber pembentukan sikap yang umumnya terjadi dan kuat sifatnya adalah proses belajar sosial. Kerap kali pembentukan sikap terjadi pada objek-objek yang belum pernah dialami secara langsung. Proses belajar sosial tidak hanya mempengaruhi kepercayaan seseorang, tetapi juga mempengaruhi reaksi-reaksi efektif dan kecenderungan perilaku seseorang.

3. Tipe Sikap
Ada 3 (tiga) tipikal sikap seseorang, antara lain: (Ardana, 2009: 22)
1. Kepuasan kerja, seseorang yang mempunyai tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan cenderung menunjukkan sikap positif terhadap pekerjaan, demikian sebaliknya.

2. Keterlibatan kerja, sampai sejauh mana seseorang memihak pada pekerjaannya, berpartisipasi aktif didalamnya serta menanggapi kinerjanya sangat penting bagi organisasi.

3. Komitmen pada organisasi, sampai tingkat mana seseorang pegawai memihak pada organisasinya dan bertekad setia didalamnya.

Baca Juga : 

Teori Basis Ekonomi (Economic Base Theory)

Teori Basis Ekonomi (Economic Base Theory)

Teori Basis Ekonomi (Economic Base Theory)

Teori basis ekonomi ini dikemukakan oleh Harry W. Richardson (1973) yang menyatakan bahwa faktor penentu utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah berhubungan langsung dengan permintaan akan barang dan jasa dari luar daerah (Arsyad 1999:116). Dalam penjelasan selanjutnya dijelaskan bahwa pertumbuhan industri-industri yang menggunakan sumberdaya lokal, termasuk tenaga kerja dan bahan baku untuk diekspor, akan menghasilkan kekayaan daerah dan penciptaan peluang kerja (job creation). Asumsi ini memberikan pengertian bahwa suatu daerah akan mempunyai sektor unggulan apabila daerah tersebut dapat memenangkan persaingan pada sektor yang sama dengan daerah lain
sehingga dapat menghasilkan ekspor (Suyatno 2000:146).
Ada serangkaian teori ekonomi sebagai teori yang berusaha menjalankan perubahan-perubahan regional yang menekankan hubungan antara sektor-sektor yang terdapat dalam perekonomian daerah. Teori yang paling sederhana dan populer adalah teori basis ekonomi (economic base theory). Menurut Glasson (1990:63-64), konsep dasar basis ekonomi membagi perekonomian menjadi dua sektor yaitu:

1) Sektor-sektor Basis adalah sektor-sektor yang mengekspor barang-barang dan jasa ke tempat di luar batas perekonomian masyarakat yang bersangkutan atas masukan barang dan jasa mereka kepada masyarakat yang datang dari luar perbatasan perekonomian masyarakat yang bersangkutan.
2) Sektor-sektor Bukan Basis adalah sektor-sektor yang menjadikan barang-barang yang dibutuhkan oleh orang yang bertempat tinggal di dalam batas perekonomian masyarakat bersangkutan. Sektor-sektor tidak mengekspor barang-barang. Ruang lingkup mereka dan daerah pasar terutama adalah bersifat lokal.
Secara implisit 
pembagian perekonomian regional yang dibagi menjadi dua sektor tersebut terdapat hubungan sebab-akibat dimana keduanya kemudian menjadi pijakan dalam membentuk teori basis ekonomi. Bertambahnya kegiatan basis di suatu daerah akan menambah arus pendapatan ke dalam daerah yang bersangkutan sehingga menambah permintaan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan, akibatnya akan menambah volume kegiatan bukan basis. Sebaliknya semakin berkurangnya kegiatan basis akan menurunkan permintaan terhadap produk dari kegiatan bukan basis yang berarti berkurangnya pendapatan yang masuk ke daerah yang bersangkutan. Dengan demikian kegiatan basis mempunyai peran sebagai penggerak utama.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Operasional

Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Operasional

Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Operasional

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Operasional

Menurut Higgins (1994)Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Operasional adalah:
1. Manajer/Pimpinan
Pada dasarnya setiap tindakan yang diambil oleh manajer atau pimpinan mempengaruhi dalam beberapa hal, seperti aturan-aturan, kebijakan-kebijakan, dan prosedur-prosedur organisasi terutama masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi, teknik-teknik dan tindakan pendisiplinan, interaksi antara manajemen dan kelompok, interaksi antar kelompok, perhatian pada permasalahan yang dimiliki karyawan dari waktu ke waktu, serta kebutuhan akan kepuasan dan kesejahteraan karyawan.

2. Tingkah laku karyawan
Tingkah laku karyawan mempengaruhi melalui kepribadian mereka, terutama kebutuhan mereka dan tindakan-tindakan yang mereka lakukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Komunikasi karyawan memainkan bagian penting, karena cara seseorang berkomunikasi menentukan tingkat sukses atau gagalnya hubungan antar manusia.

3. Tingkah laku kelompok kerja
Terdapat kebutuhan tertentu pada kebanyakan orang dalam hal hubungan persahabatan, suatu kebutuhan yang seringkali dipuaskan oleh kelompok dalam organisasi. Kelompok-kelompok berkembang dalam organisasi dengan dua cara, yaitu secara formal, utamanya pada kelompok kerja; dan informal, sebagai kelompok persahabatan atau kesamaan minat.

4. Faktor eksternal organisasi
Sejumlah faktor eksternal organisasi mempengaruhi pada organisasi tersebut. Keadaan ekonomi merupakan faktor utama yang mempengaruhi organisasi. Keadaan ekonomi adalah faktor utama. Di lain pihak, ledakan ekonomi dapat mendorong penjualan dan memungkinkan setiap orang mendapatkan pekerjaan dan peningkatan keuntungan yang besar, sehingga hasilnya menjadi lebih positif.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

PNS Boleh Masuk Siang

PNS Boleh Masuk Siang

PNS Boleh Masuk Siang

Imbauan Mendikbud Anies R. Baswedan supaya orangtua mengantar anaknya ke sekolah

pada awal tahun ajaran baru hari ini, mendapat dukungan dari Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi. Yuddy secara khusus meminta seluruh kepala instansi pemerintah untuk memberikan dispensasi bagi PNS yang ingin mengantarkan anaknya ke sekolah hari ini.

’’Dispensasinya keringanan masuk agak siangan. Keterlambatan jangan dicatatan sebagai pelanggaran. Dispensasinya juga bukan libur sehari penuh,’’ papar Yuddy setelah bertemu dengan Anies di Jakarta kemarin. Yuddy mendukung upaya penumbuhan budi pekerti yang digagas Kemendikbud. Diantara wujud upaya ini adalah orangtua, khususnya siswa baru, diminta untuk mengantar anaknya ke sekolah. Masuk sampai ke dalam sekolah dan bercengkrama dengan guru, kepala sekolah, dan orangtua siswa lainnya.

Yuddy menuturkan, jumlah PNS yang memiliki anak yang baru masuk SD, SMP, SMA, dan SMK

hari ini tentu banyak sekali. Jika merasa sudah tidak ada waktu untuk minta izin, mereka dipersilahkan untuk langsung mengatar anaknya ke sekolah. Kemudian baru melapor ke atasnnya bahwa keterlambatannya karena mengantar anak ke sekolah.

Menurut menteri asal Ciamis itu, masa depan Indonesia terletak pada generasi muda yang berbudi pekerti. Dia menuturkan saat ini aparatur PNS masih dicap sebagai teladan di tengah-tengah masyarakat. ’’Semakin pas lagi jika PNS juga ikut rame–rame mengantar anaknya ke sekolah besok (hari ini, red),’’ papar Yuddy.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad hari ini dijadwalkan mendampingi Mendikbud Anies R. Baswedan mengunjungi sekolah di Jakarta. Tujuannya untuk melihat langsung aktivitas perdana di sekolah.

Pejabat asal Madura itu mengatakan, sebagai seorang PNS dia juga pernah mengantar anaknya ke sekolah

. ’’Saya tidak merasa aneh meskipun menjadi orang minoritas saat itu. Sebab mayoritas adalah ibu-ibu,’’ kata mantan Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud itu.

Dengan cara ini, Hamid mengatakan orangtua bisa menjadi komunikasi dengan guru-guru serta kepala sekolah. Orangtua juga bisa mengetahui kondisi ruang kelas tempat anaknya bersekolah. ’’Orangtua juga sekaligus menyampaikan amanah langsung kepada guru untuk menitipkan anaknya,’’ jelas Hamid.

Sementara itu Mendikbud Anies juga membuat pidato sambutan khusus. Pidato ini diminta untuk dibacakan pemimpin upacara bendera perdana hari ini di seluruh sekolahan di Indonesia.

Kepada para siswa Anies berpesan supaya memperbaharui semangat belajar. Kemudian juga berpesan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, tuntas dalam menyerap materi pelajaran, serta berlatih untuk memimpin dan dipimpin.

 

Baca Juga :

Fortusis Awasi Sekolah hingga 6 Bulan

Fortusis Awasi Sekolah hingga 6 Bulan

Fortusis Awasi Sekolah hingga 6 Bulan

Pasca polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015, Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Kota Bandung berencana akan memantau sekolah hingga enam bulan ke depan. Pemantauan ini bertujuan untuk mencegah adanya kemungkinan “penumpang gelap” yang memanfaatkan bangku kosong di sekolah.
PPDB BANDUNG
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES

DITERIMA: Calon siswa yang diterima didampingi orang tuanya mengambil berkas pendaftaran masuk jalur akademis di SMAN 3, Jalan Belitung, Kota Bandung (10/7). Di sisi lain, Fortusis kini mengawasi sekolah pasca PPDB untuk menghindari kekhawatiran penjualan bangku.

’’(Kursi kosong) bisa diperjualbelikan oleh oknum, baik itu dinas mau pun sekolah.

Nah, kami akan tetap memonitor sampai enam bulan anak sekolah,’’ terang Ketua Fortusis Kota Bandung Dwi Soebawanto kepada wartawan di SMAN 4 Bandung, Jalan Gardujati, kemarin (13/7).

Kursi kosong, lanjut Dwi, biasanya terjadi karena adanya siswa yang mengundurkan diri saat pendaftaraan ulang. Dwi juga mengatakan kursi kosong biasanya terjadi di sekolah yang menjadi pilihan kedua. Untuk itu, Dwi mengatakan pihaknya akan terus memantau hingga enam bulan ke depan, agar tidak ada kegiatan jual-beli kursi oleh oknum tertentu.

Selain itu, Dwi juga mengkritisi perubahan ketentuan rombongan belajar (rombel) yang ditetapkan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sebelumnya ketentuan rombongan belajar (romberl) di Kota Bandung didasari standar nasional yang berjumlah 36 siswa. Akan tetapi setelah ada kebijakan baru terkait PPDB, kini ketentuan rombel di Kota Bandung didasari oleh standar pelayanan minimum, dengan jumlah 40 siswa.

Dwi juga mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan upaya hukum terhadap pelaksanaan PPDB,

karena dinilai menimbulkan kerugian materiil dan imateriil. Salah satu kerugian yang ditimbulkan dari polemik PPDB, lanjut Dwi, ialah mundurnya tanggal kegiatan belajar mengajar. Dwi mengatakan seharusnya kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah dimulai sejak 9 Juli lalu. Akan tetapi karena adanya kisruh PPDB, kegiatan belajar mengajar diundur.

’’Kami tetap berkonsultasi dengan LBH. Kita sedang menginventarisir bentuk kerugiannya. Jadi, tetap ranah hukum menjadi kebijakan kami untuk bisa masalahkan tentang PPDB, tidak berhenti sekarang,’’ lanjut Dwi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Elih Sudiapermana membenarkan bahwa jadwal

kegiatan belajar mengajar baru dimulai setelah Lebaran. Sedangkan, terkait adanya kemungkinan “penumpang gelap” dari kemungkinan jual-beli kursi, Elih mengatakan pihaknya akan terus mengontrol. Elih mengatakan Disdik Kota Bandung berkomitmen agar kegiatan belajar mengajar di Kota Bandung tidak diikuti oleh “penumpang gelap”. Seandainya nanti ada temuan terkait “penumpang gelap”, Elih memastikan pihaknya akan mengusut hingga tuntas.

’’Kewajiban saya, ini bagian tugas saya untuk mengawasi, melihat situasi, memberikan pembinaa. Pak Wali juga sangat wanti-wanti. Saya harap tidak ada yang bermain,’’ tegas Elih

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-trisakti/

SMAN 10 Tercoreng Bullying

SMAN 10 Tercoreng Bullying

SMAN 10 Tercoreng Bullying

Kekerasan fisik ternyata masih terjadi di lingkungan pendidikan. Kemarin

(28/7), seorang ibu bernama Mila bersama anak perempuannya, X (korban enggan disebutkan inisial namanya, Red), mendatangi Polsek Cibeunying Kaler. Mereka melaporkan tindakan AY dan MD yang mengarah pada perilaku bullying.

AY dan X merupakan siswi SMAN 10 Kota Bandung yang beralamat di Jalan Cikutra. Senin (27/7) lalu, X ditampar oleh AY gara-gara hal sepele. Ironisnya, peristiwa ini terjadi pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), meskipun di luar agenda MPLS.

Mila menjelaskan, percekcokan berawal dari X yang dihapus dari grup chat di media sosial Line

. Entah bagaimana, lanjut Mila, salah seorang anggota grup Line, yakni AY, tiba-tiba memaki X. Padahal, X hanya bertanya kepada AY, mengapa dikeluarkan dari grup Line secara tiba-tiba. ’’Saya bilang ke anak saya, sudah keluar saja dari grup. Rupanya anak itu (AY) dendam dan mencari tahu anak saya,’’ kata dia saat ditemui di SMAN 10 Bandung, Jalan Cikutra, kemarin (28/7).

Diketahui, AY adalah senior X (kelas XII). AY kemudian mencari tahu keberadaan X. Di dalam grup Line tersebut, ada pula seorang alumni yang membantu AY bertemu dengan X, yakni MD. MD adalah alumni SMAN 10 Kota Bandung yang baru lulus dan berstatus mahasiswi.

Mila menjelaskan, saat hari kejadian, anaknya itu menerima telepon dari MD yang mengajak untuk bertemu.

Secara terus menerus, MD menelepon X sambil mengancam. Karena merasa tidak enak dan menghargai MD sebagai alumni, X mendatangi M yang menunggu di area depan sekolah. Di sana, MD sudah bersama dengan AY.

Selanjutnya, MD dan AY mengajak X mengobrol di tempat sepi. ’’Akhirnya anak saya dibawa ke tempat sepi (belakang gedung laboratorium fisika),’’ papar dia.

Mila menceritakan, MD mengancam anaknya dengan nada tinggi, Mila mencontohkan kata-kata yang diucapkan MD. ’’Kamu minta maaf sudah kurang ajar. Anak saya tanya kurang ajar kenapa? Lalu AY ini ngomong, kamu kenal sama saya? Anak saya merasa nggak kenal, terus dia bilang, kamu minta maaf ke saya. Lalu anak saya sudah mulai nggak nyaman,’’ kata dia sambil menirukan gaya bicara pelaku.

Ketika X mulai tidak nyaman, tiba-tiba AY memegang wajah X dan menyuruhnya untuk meminta maaf. ’’Sambil megang muka anak saya, dia (AY) bilang, kamu minta maaf ke muka saya, sambil terus ditoyor,’’ jelas Mila.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/sejarah-kerajaan-bali/