Pendidikan Paud Harus Menjadi Perhatian

Pendidikan Paud Harus Menjadi Perhatian

Pendidikan Paud Harus Menjadi Perhatian

CIMAHI – Pemberian pendidikan kepada anak usia dini harus dilakukan secara integratif

. Sebab, pada usia tersebut anak masih membutuhkan perhatian bukan saja dari orang tuanya tetapi lingkungannya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan,
pendidikan usia dini merupakan pembentukan karakter. Karena pada usia Golden age ini 0 sampai 6 tahun. Pedidikan karakter seperti, akhlak, moral dan juga nilai spriritual harus ditanamkan.

’’Ini sangat penting karena dengan diberikan pendidikan karakter sejak dini kedepan kelak akan menjadi manusia yang paham akan aturan,”jelas Deddy ketika ditemui kemarin (29/1)

Dirinya mengakui, di Jawa Barat anak – anak yang mengikuti PAUD masih cukup rendah.

Padahal, PAUD merupakan pendidikan awal strategis untuk membentuk anak.

Selain itu, kesejahteraan guru Paud masih kurang diperhatikan oleh pemerintah pusat melalui kementrian Agama. Padahal, betuk perhatian guru Paud memiliki perang sangat baik untuk menjadikan ahlak generasi penerus bangsa memiliki moral terhadap bangasa dan negara.

“Di jabar itu baru 64 persen mengikuti PAUD. Kedepan pemerintah harus mendorong

untuk bisa lebih banyak,’’kata dia.

Selain itu, peran orangtua harus bisa menerapkan pendidikan spititual keagaamaan di rumahnya. Sebab, anak usia dina sangat gampang sekali mencontoh dan menghapal apa yang dilakukan orang tuannya.
Untuk itu, peran orang tua memahami ilmu agama juga penting untuk memberikan pemahaman kepada anaknya mengenai agama. Sehingga, antara fungsi guru paud dan orang tua ada singkronisasi.

Demiz mengakui, tidak menutup kemungkinan masyarakat kita masih banyak yang awam memngenai agama. Sehingga, pola pendidikan moral dan ahlak kurang begitu diterapkan di rumah. Tetapi, mengandalkan guru Paud.

’’ Nah jangan salah kalau ada anak paud hapal doa-doa ketimbang orang tuanya, inikan sebetulnya sangat baik untuk mendidik moral dan ahlak,”pungkas Deddy

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Makanan Sebagai Zat Pengatur

Makanan Sebagai Zat Pengatur

Makanan Sebagai Zat Pengatur

Berikut ini merupakan teori olahraga yang saya dapatkan pada saat SMA!

Zat-zat makanan yang diperlukan sebagai zat pengatur adalah vitamin, mineral, protein, dan air. Bahan makanan yang menjadi sumber vitamin adalah semacam sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna. Vitamin dapat dibagi-bagi menjadi bermacam-macam dan fungsinya pun berlainan pula, antara lain :
Vitamin A, mengatur proses penglihatan
Vitamin B, mengatur proses penyerapan di dalam tubuh
Vitamin C, untuk menjaga kesehatan gusi dan kulit
Vitamin D, untuk menjaga kesehatan tulang
Vitamin E, untuk mencegah kemandulan
Vitamin K, untuk pembekuan darah

Orang yang kekurangan vitamin, tidak dapat ditambah dalam waktu sekejap. Apalagi, orang yang kekurangan gizi pada waktu kecil, tidak dapat diobati pada waktu dewasa. Kekurangan gizi dapat menyebabkan kematian. Orang yang menggunakan narkoba, bila melihat wortel, dia ingin makan. Pada saat umur 60 tahun, seseorang yang menderita hipermetropi akan kembali menjadi normal.

Vitamin B didapat dari biji-bijian, yang paling banyak vitamin B-nya terletak pada kulit arinya. Orang yang kurang vitamin B akan menderita penyakit beri-beri. Pada beri-beri, kulitnya akan kembali lama jika ditekan. Orang yang sering makan buah-buahan kulitnya cenderung halus dan fisiknya sehat. Cabe, kandungan vitamin C nya sangat tinggi. Vitamin D dapat juga diperoleh dari sinar matahari pagi. Akan tetapi, sinar matahari yang telah terkena radiasi dapat menimbulkan kanker kulit. Orang yang tidak tahan terhadap sinar matahari tersebut dapat menderita penyakit kanker kulit.

Kandungan vitamin E yang paling banyak terdapat pada buah kelapa. Hemofilia adalah penyakit dimana darah yang telah luka tidak dapat berhenti, sembuhnya sekitar 2 bulan. Cara penyembuhannya adalah dengan transfusi darah. Transfusi darah tersebut diambilkan dari anak-anak pantai yang tubunya mengandung banyak vitamin K.

Sebaiknya orang harus memperhatikan apabila ingin memakan makanan, misalnya membiasakan diri untuk memakan makanan yang bervariasi dan mengandung nilai gizi (protein, vitamin, kalori), membiasakan untuk minum dalam jumlah yang cukup, menyukai bermacam-macam makanan, memakan makanan yang banyak mengandung selulose (sayuran) untuk memperlancar buang air besar, membiasakan diri untuk makan 3 kali sehari, menghindari makanan gula-gula di antara waktu makan, makan pada waktunya, memperhatikan tata cara dan sopan santun pada waktu makan, mengunyah makanan sebaiknya tidak tergesa-gesa, menghindarkan makanan dari lalt, kotoran, dan binatang kerat, mengetahui manfaat makanan terhadap kesehatan badan serta akibat kekurangan atau kesalahan makan terhadap kesehatan badan, mencegah berkurangnya nilai makanan karena pengolahan yang salah dan berlebihan, mengupas dan mencuci buah-buahan yang dimakan mentah. Ciri-ciri lambung yang mulai tidak sempurna, antara lain setelah makan biasanya bersendawa dan bangun tidur terasa mau muntah. Protein yang telah rusak adalah daging yang dipresto dan sayuran yang dimasak terlalu lama.

Baca Juga :

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
Mengapa negara maju bisa Maju dan Indonesia tetap Terbelakang?”
1.Perbedaan antara Negara Berkembang/Miskin dengan Negara Maju/Kaya bukan karena umurnya. Buktinya, Mesir dan India berumur lebih dari 2000 tahun, sedangkan Astralia, Singapura, Kanada dan New Zealand baru berumur kurang dari 150 tahun, tetapi jauh lebih maju.
2.Ketersediaan Sumber Daya Alam juga tidak menjamin sebuah negara menjadi maju atau tetap miskin, contohnya, Jepang adalah negara yang kecil ukuran daratannya, serta terbatas sumber daya alamnya, namun bisa menjadi raksasa Ekonomi Dunia, dengan cara mengimpor bahan2 baku dari negara2 berkembang, den mengekspor produk2 jadi ke L.N.

3.Ras atau warna kulit bukan menjadi penyebab maju atau terbelakangnya sebuah negara, buktinya para imigan asal Asia dan Afrika bisa menjadi Eksekutif, Tenaga Ahli atau Karyawan yang produktif, kreatif dan innovatif ketika mereka tinggal di Amerika atau Eropa.
Kesimpulan dari Analisis tersebut diatas: Perbedaannya ada pada Sikap atau Perilaku (Attitude) dari masyarakat masing-masing negara yang terbentuk melalui proses ratusan tahun dari pendidikan dan kebudayaan.
Berdasarkan penelitian yang mendalam, Negara-negara maju umumnya memiliki 9 Prinsip Dasar Kehidupan sbb:
1.Etika yang dijunjung tinggi
2.Kejujuran dan Integritas Masyarakat, Pemerintahan dan Individu yang tinggi
3.Sikap yang mau bertanggung-jawab
4.Menghormati hukum dan aturan masyarakat
5.Menghormati hak warga atau orang lainnya
6.Mencintai dan menekuni pekerjaan masing-masing
7.Gemar menabung dan ber-investasi (tidak boros, konsumtif)
8.Bekerja keras
9.Tepat waktu
Kesimpulannya, Indonesia miskin dan tetap terbelakang karena masyarakatnya berperilaku kurang tepat, kurang baik, tidak mau menerapkan 9 Prinsip Dasar Kehidupan tersebut diatas sebagaimana layaknya yang dilakukan di banyak negara-negara maju di Dunia ini.
Pengamat dan teoritis melihat alasan yang berbeda mengapa beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi yang tinggi. Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi membutuhkan kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah model ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya atau ketiadaan korupsi. Beberapa memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari negara miskin di masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme, atau di masa sekarang, melalui proses globalisasi.

PEROKOK ANAK AKTIF DAN PASIF

PEROKOK ANAK AKTIF DAN PASIF

PEROKOK ANAK AKTIF DAN PASIF
1. Perokok anak aktif.

Perokok anak aktif adalah perokok anak yang secara terang-terangan menggunakan rokok dan tidak sembunyi-sembunyi ketika merokok. merokok dalam arti menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Alasan mereka mereka merokok biasanya karena meniru orang dewasa, karena pergaulan dan menimbulkan perasaan dewasa dan jantan.  Biasanya perokok anak aktif lebih liar dalam pergaulanya karena banyak mengabaikan peraturan dan tak terkontrol. Mereka cenderung mengimitasi perilaku orang dewasa dan tidak mau di atur. Dan mereka cenderung berperilaku sesuai sebutan yang di rasanya sangat hebat dengan sebutan itu.

Semisal sebutan “Bondet” yang identik dengan sebutan preman untuk seorang anak yang akan memberinya kebanggaan sebagai anak yang berani dan hebat sehingga dia akan berperilaku sesuai dengan sebutanya. Hal ini sesuai dengan teori labeling Becker bahwa penyimpangan adalah suatu akibat yang kepada siapa cap itu telah di berikan, perilaku menyimpang adalah perilaku yang di capkan kepadanya atau orang lain telah memberi cap kepadanya. Dengan demikian apa yang menyimpang dan apa yang tidak, tergantung ketetapan-ketetapan dari anggota masyarakat terhadap suatu tindakan (Bagong suyanto, 2006: 29 ).

2. Perokok anak pasif.
Perokok anak pasif adalah perokok anak yang mengunakan rokok secara sembunyi-sembunyi. Mereka tidak berani terang-terangan karena beberapa alasan, salah satunya adalah takut di ketahui oleh orang tua mereka. Mereka tidak menjadikan merokok sebagai kebiasaan rutin. Biasanya kebisaan merokok mereka di lakukan karena coba-coba dan ikut-ikutan teman sepermainan mereka dan mereka hanya akan merokok jika sedang berada dengan teman-temanya saja. Mereka  merasa malu dan canggung jika menunjukan di depan umum.

Jadi Favorit di Festival Budaya Antarbangsa

Jadi Favorit di Festival Budaya Antarbangsa

Jadi Favorit di Festival Budaya Antarbangsa

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Sarpipudin, memberikan semangat

kepada para Mahasiswa Indonesia yang turut meramaikan gelaran Festival Budaya Antarbangsa (mahrajan asyuub wa al tsaqofi) ke-8 yang digelar oleh Universitas Islam Madinah (UIM).

Festival yang akan digelar mulai 27 Februari hingga 11 Maret 2019 tersebut diikuti sebanyak 560 peserta yang mewakili 80 negara. Ajang kebudayaan tahunan ini dibuka oleh Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz, dan ditutup oleh Rektor UIM, Dr. Hatem bin Hassan Al-Marzouqi, dengan pembagian aneka hadiah dan pengharagaan bagi peserta untuk kategori stan stand terbaik dan juga pengunjung yang beruntung.

Kehadiran orang nomor satu di KJRI Jeddah menjadi penyemangat bagi para mahasiswa

yang secara suka rela membaktikan waktu, tenaga dan mencurahkan pikiran untuk menyiapkan secara total berbagai perlengkapan pameran.

”Terima kasih telah berperan aktif mempromosikan Indonesia dan memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada masyarakat Saudi melalui kegiatan mahrajan ini,” ucap Mohamad Hery Sarpipudin, kepada para mahasiwa yang turut mendampinginya bersama rombongan dari KJRI Jeddah saat berkeliling ke sejumlah stan.

Menurut Muhammad Zuhair, ketua panitia untuk perwakilan Indonesia, sejak digelar delapan tahun silam di halaman kampus, ajang festival kebudayaan ini terus berkembang dan semakin dikenal luas masyarakat Saudi dan warga asing di Arab Saudi.

”Event ini telah menjadi event besar dan sudah berskala nasional, tidak hanya untuk Universitas,

atau kota Madinah saja, bahkan bagi negara Saudi secara keseluruhan. Hal itu ditandai dengan kehadiran banyak duta besar dari berbagai negara ketika acara pembukaan berlangsung,” ujar Zuhair.

Dalam gelaran budaya tahun ini, stan perwakilan Indonesia menampilkan berbagai bentuk kerajinan tangan, miniatur, galeri foto, aneka hidangan serta beberapa busana khas Indonesia dengan mengangkat tema Adat Dayak sebagai corak utamanya.

Menurut catatan panitia penyelenggara, setiap harinya festival ini dikunjungi tak kurang dari 5000 pengunjung.

Sementara itu, salah seorang pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya mengaku senang dengan gelaran festival ini karena memperoleh kesempatan mengenal kebudayaan dari 80 negara dalam satu atap.

Festival ini, sambungnya, memberikan pengetahuan dan menambah wawasan bagi anak-anak serta menumbuhkan semangat persaudaraan dan ukhuwah islamiah.

”Alhamdulillan pada ajang festival budaya ini stan Indonesia mendapatkan juara stan favorit harian sebanyak dua kali,” tambah Zuhair.

 

Baca Juga :

Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung Pecahkan Rekor ORI

Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung Pecahkan Rekor ORI

Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung Pecahkan Rekor ORI

Belasan ribu peserta didik dari SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Bandung berantusias hadiri acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan (Gebyar Dikbud). Adanya acara ini merupakan bentuk sosialiasi capaian kemajuan pendidikan di Kota Bandung serta menyampaikan capaian program Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) selama empat tahun kebelakang.

Tidak hanya itu, acara yang bertagline “Indonesia Maju, Jabar Juara Lahir Batin, Bandung Juara”

ini pun menolehkan rekor baru dari Original Record Indonesia (ORI). Rekor itu diberikan karena dengan waktu 10 menit siswa SD dari jumlah 16.153 mampu menulis puisi.

Pada acara Gebyar Pendidikan dan Budaya ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Saat Mendikbud dan Wali Kota tiba, langsung disambut oleh iring-iringan tarian khas

Jawa Barat yaitu tari jaipong yang dipersembahkan oleh siswa. Acara inipun dimeriahkan oleh puluhan stand dari berbagai sekolah, stand informasi dan stand makanan dan minuman.

“Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan ini sebagai bentuk dari pertanggungjawaban Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada publik mengenai apa saja yang telah dicapai kementerian selama empat tahun terakhir,” Ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat diwawancarai Jabar Ekspres di Sport Jabar Arcamanik, Jln Pacuan Kuda No 15, Sukamiskin, Arcamani, Kota Bandung, Sabtu (23/3).

Dikatakan Menteri, dengan Gebyar ini kita juga ingin sosialisasi program-program

yang akan dilanjutkan pada tahun berikutnya di masa yang akan datang.

Melihat Bandung mendapatkan rekor baru dari Original Record Indonesia (ORI), membuat Mendikbud terkesan sehingga mengajak kepada siswa dan masyarakat Kota Bandung untuk lebih giat lagi berliterasi.

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/user/viewPublicProfile/101457

Sumber Gaji Honorer PPPK Belum Jelas

Sumber Gaji Honorer PPPK Belum Jelas

Sumber Gaji Honorer PPPK Belum Jelas

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperkirakan setidaknya ada 1,5 juta guru

dari 3,2 juta guru di Indonesia berstatus honorer. Jumlah itu masih ditambah staf bagian administrasi yang juga memiliki tenaga honorer tidak sedikit. Selain Kemendikbud, sejumlah kementerian lain juga memiliki tenaga honorer yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selama ini, tenaga honorer tidak memiliki jenjang karier yang jelas. Karena itulah, pemerintah membuka skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Proses rekrutmen dimulai bulan Februari lalu. Sayangnya, hingga saat ini belum jelas, siapa yang nantinya akan menanggung gaji PPPK. Sejumlah pemerintah daerah secara terbuka menyatakan belum menganggarkan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, khusus di kementeriannya,

dia upayakan gaji PPPK ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Daerah tidak punya anggaran di APBD. Padahal saya sudah sampaikan, akan kita upayakan dari APBN. Saya sedang memohon kepada Ibu Menteri Keuangan, supaya pengangkatan guru honorer itu, kalau sudah menjadi pegawai PPPK, anggaran gajinya diambilkan dari APBN. Mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasi. Sekarang sudah pemberkasan, baik yang PNS maupun yang PPPK, dan kita usahakan setelah itu ada tes rekrutmen lagi,” kata Muhajir, Rabu (27/3)

Badan Kepegawaian Negara hingga 25 Maret 2019 masih melakukan verifikasi dan validasi terhadap pemerintah daerah terkait penyediaan anggaran untuk gaji PPPK.

BKN berharap, Pemda mampu mengusulkan jumlah yang proporsional sesuai prioritas mereka.

Hal ini terkait kewajiban Pemda sendiri yang harus menggaji PPPK jika sudah terpilih nanti.

Koordinator Wilayah Forum Honorer Kategori II Indonesia (FHK2I) Yogyakarta, Eka Mujiyanta kepada VOA mengatakan, anggota forum bersikap berbeda terhadap skema itu. Meski tetap menghargai solusi yang diambil pemerintah, sebagian guru di daerah tetap tidak mau mendaftar.

“Harapan dari semua tenaga honorer itu kan rasa keadilan, rasa kemanusiaan. Perjuangan kami-kami ini sudah puluhan tahun. Jadi yang diminta ke pemerintah itu, terutama ke pemerintah pusat, terutama adalah regulasi. Pengangkatan. Tentunya menjadi CPNS,” kata Eka. (der/fin)

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/comment/view/401/0/83420

Melirik Inovasi Mahasiswa Unibraw, Ciptakan Kopi Tubruk dengan Dicelup

Melirik Inovasi Mahasiswa Unibraw, Ciptakan Kopi Tubruk dengan Dicelup

Melirik Inovasi Mahasiswa Unibraw, Ciptakan Kopi Tubruk dengan Dicelup

Empat mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

membuat sebuah produk bernama Grinder Pocket Coffee. Yakni sebuah pengembangan produk kopi tubruk bubuk yang dimasukkan ke dalam pelindung berupa strainer bag (kantong penyaring) agar saat diseduh ampas tidak ikut tercampur.

Keempat mahasiswa tersebut yakni, Apta Hadyan Sulistijo, Eko Ludvy Zedniawan, Yovi Sephira Damayanti, dan Amalia Ridha Rahmah. Ketua Tim Grinder Pocket Coffee, Apta Hadyan Sulistijo mengatakan, teknik penyeduhan seperti ini telah umum diterapkan oleh beberapa negara maju seperti Jepang, Amerika, dan Belanda. Penyajian produk semacam ini pun sebenarnya sudah mulai diterapkan di Indonesia. Namun, lanjut dia, masih kurang dikenal masyarakat luas.

Oleh karena itu, pihaknya ingin mengembangkan produk ini hingga

ke tingkat nasional. Apta menerangkan, Grinder Pocket Coffee tidak hanya menawarkan cara penyajian yang praktis, tetapi juga variasi cita rasa kopi hasil petani lokal Indonesia.

Bahkan, untuk mendukung hasil pertanian kopi di Malang, pihaknya menggunakan biji kopi yang berasal dari Dampit, Kabupaten Malang.

“Saat ini biji kopi yang digunakan berasal dari Dampit, untuk kedepannya rencananya tim akan mengembangkan produk kopi yang berada di luar kota misalnya Aceh Gayo, Toraja, Merbabu, dan lain-lain,” tutur Apta

Dengan produk ini, harapannya para pecinta kopi di Indonesia

dapat menikmati bermacam pilihan rasa kopi khas Nusantara dalam satu kotak kemasan. Hal ini juga sebagai upaya untuk mengenalkan kopi tubruk lokal ke dalam tampilan yang lebih praktis dan eksklusif sehingga diharapkan mampu memasuki segmentasi pasar baru.

“Selain itu, manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari meminum kopi tanpa ampas yaitu mampu mengurangi kandungan kafein yang mampu menimbulkan gejala penyakit jantung,” imbuh mahasiswa asli Bandung itu.

Oleh karena itu, lanjut Apta, produk Grinder Pocket Coffee ini pun dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Harga yang ditawarkan pun cukup bersahabat, yakni Rp 4 ribu per sachetnya.

Apta menyampaikan, produk ini baru diproduksi sejak satu tahun belakangan. Namun, pemasarannya sudah cukup meluas, bahkan hingga ke luar Malang. “Dari April-Juli kemarin, sudah terjual 430 sachet,” kata dia. Beberapa kota yang sudah menjadi sasaran pemasaran itu antara lain, Bandung, Jakarta, Banjarmasin, Pontianak, Jepara, dan Bali

 

Baca Juga :

Guru PNS di Swasta Terpaksa Ditarik, Jika Sudah Rekrutmen CPNS

Guru PNS di Swasta Terpaksa Ditarik, Jika Sudah Rekrutmen CPNS

Guru PNS di Swasta Terpaksa Ditarik, Jika Sudah Rekrutmen CPNS

Pendaftaran CPNS 2018 yang diperkirakan pada September mendatang

, kemungkinan formasi guru mendapatkan porsi terbanyak.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan, pihaknya akan memperketat persyaratan, terutama untuk lowongan guru yang jadi prioritas dalam CPNS tahun ini.

Antara lain, guru akan diikat dengan perjanjian minimum 5 tahun

mengajar di sekolah tempat penugasan dan tidak boleh pindah.

Selain itu, dia memastikan bahwa penerimaan CPNS tahun ini juga akan lebih teperinci. Lowongan untuk guru misalnya akan disebutkan nama sekolah dan jumlah kebutuhan guru di sekolah terebut.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mendukung kebijakan Asman. Dia mengatakan, pemerintah memang tidak bisa berdiam diri sampai rekrutmen CPNS guru baru benar-benar dilaksanakan. Sebab di sejumlah sekolah negeri, pada kenyataannya memang kekurangan guru negeri.

Ramli mengusulkan supaya pemerintah daerah tegas menarik guru-guru PNS

yang selama ini mengajar di sekolah swasta. ’’Di semua jenjang pendidikan, ada guru PNS yang mengajar di sekolah swasta,’’ katanya. Dia menjelaskan kekurangan guru negeri sudah menjadi perhatian lama dari IGI.

Menurut dia sudah sewajarnya guru PNS kembali ditarik mengajar di sekolah negeri. Sebab mereka mendapatkan gaji dari uang pemerintah. Sebaliknya sekolah swasta yang bebas menarik SPP, diharapkan untuk mencari guru-guru non-PNS.

Dia prihatin yang terjadi sekarang adalah banyak guru PNS di sekolah swasta, sedangkan di sekolah negeri kekurangan guru. Akibatnya sekolah negeri merekrut guru honorer. Ujungnya guru honorer di sekolah negeri mendapatkan gaji yang minim

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Kemendikbud Ungkap Penyebab Bahasa Kerinci Terancam Punah

Kemendikbud Ungkap Penyebab Bahasa Kerinci Terancam Punah

Kemendikbud Ungkap Penyebab Bahasa Kerinci Terancam Punah

Kantor Bahasa Provinsi Jambi dan Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh bekerja sama dengan Badan Bahasa akan melakukan revitalisasi terhadap Bahasa Kerinci.

Pasalnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahasa Kerinci tergolong bahasa daerah yang terancam punah karena hanya kalangan orang tua yang mampu menuturkannya.

Suwanti, perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, agar bahasa Kerinci tidak mengalami kepunahan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah mengupayakan penggiatan revitalisasi bahasa daerah.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan bahasa Kerinci sebagai bahasa daerah yang memiliki kekayaan nilai-nilai kearifan lokal.

Karena bahasa Kerinci, mempunyai dialek tersendiri yang berbeda dengan suku-suku yang ada di Indonesia dan juga memiliki keunikan tersediri.

Bahasa Kerinci termasuk memiliki banyak dialek lebih-kurang 130 dialek ada di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

“Tujuan utamanya adalah, untuk mengajak semua pemangku kepentingan dan masyarakat pemilik bahasa agar selalu menggunakan dan memelihara bahasa daerah. Hal ini untuk menjaga daya hidup bahasa daerah,” katanya.

Sehubungan dengan itu, lanjutnya lagi, revitalisasi bahasa Kerinci

yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh, ini memilih SDN 06/XI Koto Panap.

Sekolah ini bisa dijadikan model untuk para pemangku kepentingan dalam melakukan revitalisasi bahasa daerah.

“Setidaknya, kegiatan revitalisasi di Kota Sungai Penuh dapat mendorong Kepala Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah di lingkungan kerjanya bersama komunitas pegiat bahasa dan budaya saling bahu-membahu melindungi bahasa daerahnya,” sebutnya.

Untuk menindaklajuti dan melanggengkan hasil kegiatan revitalisasi ini, Walikota Sungai Penuh melalui Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh mencanangkan penggunaan sehari mengunakan bahasa Kerinci di sekolah sebagaimana yang telah disampaikan Kepala dinas Pendidikan kota Sungai Penuh.

“Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh sangat mendukung ada kegiatan Revitaslisasi Bahasa Kerinci di SDN 06/XI Koto Panap yang diadakan Badan bahasa dan nantinya menjadi salah satu model kegiatan untuk menyelamatkan bahasa Kerinci dari kepunahan, bahkan kami Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh mencanangkan penggunaan bahasa Kerinci di sekolah pada hari yang ditentukan,” jelasnya.

Program pencanangan penggunaan bahasa daerah di sekolah adalah, salah satu terobosan

langka dan baru bagi pemerintah yang ada di Indonesia sebab terobosan seperti ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh adalah pemerintah yang kedua dari seluruh pemerintah-pemerintah yang di Indonesia yang menjadikan bahasa daerah salah satu bahasa pengantar dalam pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh, Hadiyandra menyambut baik program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kantor Balai Bahasa Provinsi Jambi untuk mengrevitalisasi bahasa Kerinci.

 

“Bahasa Kerinci belum sampai revitalisasi, karena kalau berbicara masalah

revitalisasi berarti akan punah, tapi di Kerinci setiap desa mempunyai bahasa sendiri – sendiri dan masih digunakan masyarakat sebagai bahasa sehari – hari,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, setiap Sekolah yang berada dalam lingkup kota Sungai Penuh nantinya akan membuat jadwal satu hari khusus untuk mengunakan bahasa daerah yakni bahasa melayu Kerinci untuk berdialog di sekolah.

“Nanti kita juga akan memasukkan mata pelajaran Incung sebagai mata pelajaran muatan lokal, karena Incung merupakan bahasa Kerinci asli yang digunakan oleh orang – orang terdahulu,” terangnya.

Dia berharap bantuan dan dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Balai Bahasa Jambi, karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan dari Kementerian dan Balai Bahasa.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/