Pengertian Puisi Beserta Ciri, Jenis Dan Contoh

Pengertian, Ciri Dan Jenis Puisi Beserta Contohnya

Pengertian Puisi Beserta Ciri, Jenis Dan Contohnya

Pengertian, Ciri Dan Jenis Puisi Beserta Contohnya

Pengertian Puisi

Puisi adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut.

Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru.

Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu ‘pemadatan kata’. Kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.

Di dalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.

Di beberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.

Jenis-jenis puisi

Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru:

Puisi lama

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :

  1. Jumlah kata dalam 1 baris
  2. Jumlah baris dalam 1 bait
  3. Persajakan (rima)
  4. Banyak suku kata tiap baris
  5. Irama

Ciri puisi lama

  1. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  2. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  3. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Jenis-jenis puisi lama

Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Pengertian, Ciri Dan Jenis Puisi Beserta Contohnya

Contoh:

  1. Assalammu’alaikum putri satulung besar
  2. Yang beralun berilir simayang
  3. Mari kecil, kemari
  4. Aku menyanggul rambutmu
  5. Aku membawa sadap gading
  6. Akan membasuh mukamu

Puisi baru

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri Puisi Baru

  1. Bentuknya rapi, simetris;
  2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  4. Sebagian besar puisi empat seuntai;
  5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

Jenis-jenis puisi baru Menurut isinya, puisi dibedakan atas

Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”.

Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan.

Contoh:

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu

Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri

Menggeliat derita pada lekuk dan liku

bawah sayatan khianat dan dusta.

Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu

menitikkan darah dari tangan dan kaki

dari mahkota duri dan membulan paku

Yang dikarati oleh dosa manusia.

Tanpa luka-luka yang lebar terbuka

dunia kehilangan sumber kasih

mengenal-Mu tersalib di datam hati.

(Saini S.K)

Puisi kontemporer

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata yang makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.

Tokoh-tokoh puisi kontemporer di Indonesia saat ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Sutardji Calzoum Bachri dengan tiga kumpulan puisinya O, Amuk, dan O Amuk Kapak
  2. Ibrahim Sattah dengan kumpulan puisinya Hai Ti
  3. Hamid Jabbar dengan kumpulan puisinya Wajah Kita

Puisi kontemporer dibedakan menjadi 3 yaitu:

Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer. Ciri-ciri mantra adalah:

  1. Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu
  2. Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri
  3. Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.

Contoh:

Shang Hai

ping di atas pong

pong di atas ping

ping ping bilang pong

pong pong bilang ping

mau pong? bilang ping

mau mau bilang pong

mau ping? bilang pong

mau mau bilang ping

ya pong ya ping

ya ping ya pong

tak ya pong tak ya ping

ya tak ping ya tak pong

sembilu jarakMu merancap nyaring

(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)

MKKS SMP/MTs Kota Ambon Buat Terobosan Baru

MKKS SMP/MTs Kota Ambon Buat Terobosan Baru

MKKS SMP MTs Kota Ambon Buat Terobosan Baru

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kota Ambon dalam tahun 2016

ini melakukan suatu perubahan atau terobosan baru dalam penyusunan soal ujian sekolah SMP/MTs tingkat Kota Ambon yaitu penyusunan soal secara bersama-sama di tingkat MKKS.

Dibandingkan penyusunan soal ujian sekolah tahun 2015 kemarin dimana MKKS melakukannya pada sub-sub rayon, sehingga efektifitas dan efisiensi penggunaan soal-soal kurang tepat karena soalnya bersebaran dan bervariasi.

Demikian penjelasan Kepala MKKS SMP/MTs Kota Ambon Drs. Jan Mahulette,

M.MPd kepada Tribun-Maluku.com saat meninjau pelaksanaan penyusunan soal ujan sekolah bertempat di SMP Negeri 6 Ambon Selasa (9/2).

Dikatakan, guru-guru yang dipilih untuk menyusun soal-soal ujian sekolah adalah mereka yang memiliki persyaratan khusus seperti; sebagai instruktur nasional, lulus UKG dengan nilai baik dan berdasarkan hasil pantauan bimbingan Bedah SKL selama 4 tahun kemarin.

Dengan persyaratan guru ini diharapkan dapat menghasilkan produk naskah soal ujian sekolah

yang terbaik, seragam untuk seluruh SMP/MTs di Kota Ambon, dan jika soalnya seragam maka akan dibuat pemetaan untuk melihat apa kekurangan dari sekolah tertentu untuk selanjutnya dibuat pembinaan.

Ketua Panitia Penyusunan Soal Ujian Sekolah SMP/MTs Kota Ambon Drs. Ahyat Wakano katakan, jumlah SMP/MTs Negeri maupun Swasta se-Kota Ambon 54 sekolah, dan penyusunan soal-soal ini diawasi oleh Pengawas pada Dikor Kota Ambon.

Ada 7 mata pelajaran (Mapel) yang soal ujian sekolahnya akan dihasilkan seperti; PKN, IPS, IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Ingris dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), dengan masing-masing satu mapel 3 guru dan didampingi 1 pengawas.

Harapannya, produk soal ujian sekolah tidak berbeda jauh dengan soal Ujian Nasional sehingga tingkat kualitas dan kerahasiannya tetap dijaga sampai pelaksanaan ujian sekolah.

J. Sianressy, S.Pd pengawas/pendamping katakan, fungsi pengawas memberikan pendampingan sekaligus pengawasan dalam penyusunan soal ujian sekolah tahun pelajaran 2015/2016, dan dikawal secara ketat dan baik sehingga menghasilkan produk naskah soal yang berkualitas dan memenuhi standar penyusunan soal secara nasional.

Saklaressy menilai nuansa baru yang dipakai MKKS SMP/MTs dalam menyususn soal ujian sekolah merupakan sebuah langkah maju untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMP/MTs di Kota Ambon.(TM02)

 

Baca Juga :

Unpatti Kembangkan Model Sekolah Lapang Perubahan Iklim

Unpatti Kembangkan Model Sekolah Lapang Perubahan Iklim

Unpatti Kembangkan Model Sekolah Lapang Perubahan Iklim

 

Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mengembangkan model sekolah

lapang perubahan iklim untuk ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan guna membantu petani di tiga kawasan di Maluku untuk mengantisipasi kerawanan pangan.

“Perubahan iklim telah mempengaruhi curah hujan sehingga menggeser pola tanam. Akibatnya petani bisa gagal panen jika tidak diantisipasi, maka mengembangkan ide sekolah lapang ini,” kata Ketua Tim Kajian Sekolah Lapang Perubahan Iklim untuk Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan, Wardis Girsang, di Ambon, Senin (22/2).

Sekolah lapang tersebut, kata dia, merupakan model pendidikan bercocok

tanam dengan mengandalkan hasil analisa iklim selama 20 hinga 60 tahun terakhir, dan langsung dipraktekan kepada kelompok tani di Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara, dan Pulau Seram.

Program yang sedang dalam proses pengkajian data awal oleh Unpatti Ambon itu hanya dikhususkan untuk pangan lokal di kawasan kepulauan.

Karena itu, Kabupaten Maluku Barat Daya akan dikembangkan menjadi kawasan

jagung, Kabupaten Maluku Tenggara mengembangkan embal dan pulau Seram menerapkan sagu.

“Kami menganalisa iklim selama 20 sampai 60 tahun terakhir dan menyusun kurikulumnya, setelah itu baru dipraktekan kepada petani, mulai dari perbaikannya tanah, bibit, masa tanam, dan panennya, termasuk pemasarannya. Pola ini hanya dikhususkan pada pangan lokal,” ujar Wardis.

Dia yang juga dosen Fakultas Pertanian Unpatti Ambon itu mengatakan pengembangan model Sekolah Lapang Perubahan Iklim untuk Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan didanai oleh Japan-ASEAN Intergration Fund (JAIF) yang merupakan bagian dari Kedutaan Jepang untuk Misi ASEAN (Mission of Japan to ASEAN).

Program yang telah direalisasikan sejak September 2015 itu, diterapkan selama tiga tahun dengan masa pembagian kerja satu tahun untuk pengumpulan data awal, tahun kedua pengembangan model, dan praktek langsung di lapangan pada tahun ketiga.

“Pihak Kedutaan Jepang untuk Misi ASEAN merespon positif karena perubahan iklim bagi perikanan dan pertanian adalah masalah global yang mengancam. Ide ini dinilai bagus dan kalau bisa akan menjadi model di Asia Tenggara,” kata Wardis.

 

Sumber :

https://balikpapanstore.id/sejarah-g30s-pki/

Thio Yakin UNBK di Maluku Lancar

Thio Yakin UNBK di Maluku Lancar

Thio Yakin UNBK di Maluku Lancar

Sebanyak 18 sekolah di Provinsi Maluku yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis

Komputer (UNBK) yang tersebar di kabupaten/kota di Maluku.

Melalui APBD Provinsi Maluku tahun anggaran 2016 akan disediakan sarana komputer untuk kelancaran UNBK dimaksud, namun tidak semata-mata pengadaan komputer dimaksud karena ada UNBK.

Demikian penjelasan Drs. M. Saleh Thio, M.Si Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku kepada wartawan di Ambon, Senin (28/3).

Dikatakan, untuk SMP Negeri 6 Ambon pihak Dinas P dan K Promal

akan membantu untuk menyediakan komputer dan hal ini masih dalam tahap proses tender, sehingga jika hari H pelaksanaan UNBK dan komputer tersebut belum juga ada, maka dipakai alternatif lain yaitu Afiliasi, dimana siswa akan menggunakan komputer di sekolah terdekat yaitu di SMA Negeri 1 Ambon.

Alternatif Afiliasi ini tidak akan mengganggu psikologi siswa karena sebelumnya siswa telah melakukan pelatihan-pelatihan dengan menggunakan komputer secara online, “kata Saleh.

Pada prinsipnya sudah dilakukan berbagai persiapan seperti simulasi

, pelatihan, try out, dan lain-lain, jadi kami yakin UNBK di Maluku dapat berjalan dengan baik dan lancar dan mudah-mudahan tidak ada unsur lain yang menghambat semua proses ini,”harapnya.(TM02)

 

Sumber :

https://balikpapanstore.id/keutamaan-puasa-senin-kamis/

Organisasi Pembelajar

Organisasi Pembelajar

Organisasi Pembelajar

Energi terbarukan bukan lagi menjadi alternatif namun memiliki pangsa tersendiri, Artificial Intelligence berkembang pesat dan akan menggantikan manusia dalam berbagai pekerjaan, dan blockchain menawarkan perubahan dalam pencatatan transaksi. Saat ini dunia menghadapi perubahan yang tanpa henti di berbagai sektor, dan jika kita belajar dari kehidupan, cara paling ampuh untuk dapat bertahan dari perubahan adalah dengan melakukan adaptasi terhadap perubahan.

Suatu organisasi dapat bertahan dari perubahan jika organisasi tersebut menjadi organisasi pembelajar.

Organisasi pembelajar (learning organization) adalah konsep yang dicetuskan oleh Senge (1991). Menurut Garvin (1993), ada 5 ciri dari organisasi pembelajar yaitu:

  • Penyelesaian masalah secara sistematis
  • Melakukan uji coba
  • Belajar dari pengalaman masa lalu
  • Belajar dari sumber lain
  • Membagi ilmu pengetahuan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa organisasi pembelajar akan memiliki kemampuan dalam menangani perubahan yang terus menerus (Drew and Smith, 1995; Simonin, 1997; Kontoghiorghes et al., 2005). Sehingga, organisasi pembelajar akan dibutuhkan oleh organisasi manapun di dunia.

Konsep organisasi pembelajar dapat dilengkapi dengan beberapa model pembelajaran seperti Theory-U atau Triple-loop learning. Kedua model pembelajaran tersebut meliputi permasalahan-permasalahan eksistensial yang dapat menghasilkan perubahan yang luar biasa (Peschl, 2007).

Sebagai contoh dengan menggunakan triple-loop learning, suatu organisasi akan selalu belajar dari apa yang telah dilakukannya. Berikut ini contoh triple-loop learning, evaluasi, dan kaitannya dengan pengembangan diri untuk jenis pekerjaan akuntan

 

Perubahan adalah keniscayaan, dan belajar adalah faktor terpenting untuk menghadapi perubahan yang tidak pernah berhenti (Todnem, 2005). Untuk terus maju dan menghadapi perubahan, pemimpin harus dapat membuat organisasinya menjadi organisasi pembelajar.

ARSITEKTUR

ARSITEKTUR

ARSITEKTUR

1. Pendahuluan
Arsitektur aplikasi merupakan suatu desain aplikasi yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi satu sama lain. Biasanya juga disebut dengan infrastruktur aplikasi. Cara komunikasi komponen-komponen tersebut melalui network atau jaringan yang saling terhubung. Terdapat beberapa macam arsitektur aplikasi, di antaranya Stand Alone, Client Server (Two Tier), dan Three Tier. Selain ketiga arsitektur tersebut, Clustering dan DRC (Disaster Recovery Center) merupakan suatu metode tambahan pada arsitektur aplikasi yang lazim digunakan untuk menjaga availability suatu sistem.

2. Macam Arsitektur
2.1 Arsitektur Stand Alone
Dengan menggunakan Arsitektur Stand Alone, maka proses yang dilakukan terjadi pada komputer itu sendiri. Pada arsitektur Stand Alone, biasanya juga terdapat aplikasi dan database pada komputer yang sama. Saat ini, komputer yang menggunakan arsitektur Stand Alone hanya berupa PC User yang memaintain data pada komputer itu sendiri. Tetapi arsitektur Stand Alone sebenarnya juga masih dipakai terutama untuk Server Mainframe seperti UNIX, AS400, dan sebagainya.

Client yang ada pada user merupakan dump terminal yang digunakan untuk mengakses server tersebut. Dan semua proses yang terjadi ada pada server Mainframe dan bukan pada terminal.

2.2 Arsitektur Client Server Two Tier
Client Server disebut juga dengan Two Tier karena arsitektur ini hanya memiliki dua tingkatan, yaitu satu sebagai Client dan satu lagi sebagai Server. Arsitektur ini memungkinkan aplikasi pada komputer Client berinteraksi dengan Server melalui jaringan. Umumnya, aplikasi Client Server merupakan aplikasi desktop, dimana aplikasi terinstal di masing-masing PC, dan mengambil data pada satu Server. Server ini merupakan Database Server, dimana dijadikan sebagai pusat data dari aplikasi. Pada arsitektur Client Server ini, proses yang terjadi bisa pada Client maupun pada Server. Aplikasi-aplikasi yang ada Client bisa dipergunakan sebagai proses bisnis maupun hanyamerupakan suatu User Interface aplikasi. Untuk membuat suatu proses bisnis pada Client, maka kebanyakan aplikasi menggunakan suatu metode berupa Class yang terbungkus di dalam suatu object. Proses bisnis juga bisa ditempatkan pada Server. Server pada Client Server biasanya digunakan untuk Database, seperti Oracle dan SQL Server, menggunakan Stored Procedure sehingga bisa mengurangi bandwidth jaringan.

2.3 Arsitektur Client Server Three Tier
Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.

Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut. Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server. Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke computer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server.

2.4 Arsitektur Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.

3. Clustering dan DRC
Clustering merupakan salah satu metode untuk menjamin availability dari suatu system. Dengan menggunakan Clustering, maka kita membuat dua sistem dimana satu server bersifat aktif dan satu server lainnya merupakan mirror dari sistem tersebut. Clustering bisa diimplementasikan pada database level (Database Server) maupun pada application level (Application Server).

Sebaiknya memang saat implementasi Clustering ini dilakukan pada kedua server tersebut. Tetapi, untuk menerapkannya membutuhkan biaya tambahan yang biasanya tidak murah. DRC dibuat juga memiliki tujuan yang sama dengan Clustering. Tetapi pada DRC ini, biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar, karena DRC berarti kita membuat satu system bayangan (di tempat yang berbeda), untuk menjaga availability dari sistem. Pada Clustering biasanya ditempatkan pada daerah yang sama, dimana digunakan untuk availability saat primary sistemnya (Database dan Application Server) sedang rusak. Sedangkan pada DRC biasanya digunakan untuk availability saat tempat dimana Database Server dan Application Server sudah tidak bias digunakan lagi karena bencana (seperti banjir, gempa bumi, kebakaran, dan sebagainya).

Sumber : https://jalantikus.app/

Layanan Context Aware dan Event-Based

Layanan Context Aware dan Event-Based

Layanan Context Aware dan Event-Based

Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.
Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
a. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

b. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

c. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Ini Dia Asal Muasal Tradisi Halalbihalal

Ini Dia Asal Muasal Tradisi Halalbihalal

Ini Dia Asal Muasal Tradisi Halalbihalal

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Halalbihalal diartikan

sebagai maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Sedangkan di Ensiklopedia Indonesia, 1978, menyebutkan bahwa Halalbihalal berasal dari Bahasa Arab yang tidak berdasarkan gramatikalnya yang benar sebagai pengganti istilah silaturrahmi. Meski istilah ini banyak mendapatkan kritik dari sisi bahasa, sebenarnya istilah ini memiliki nilai historis tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Sebagaimana dituturkan oleh (alm) KH. Fuad Hasyim dari Buntet Cirebon, Penggagas istilah “Halalbihalal” adalah KH. Wahab Chasbullah, seorang ulama besar Indonesia yang kharismatik dan berpandangan modern, dan hidup padamasa penjajahan dan masa-masa awal Negara Indonesia.

Menurut cerita, sekitar pada tahun 1948, Indonesia dilanda gejala

disintegrasi bangsa. Pada saat itu, para elite politik saling berseteru, pemberontakan terjadi dimana-mana. Pada pertengahan bulan Ramadan, Bung Karno memanggil KH. Wahab Chasbullah ke Istana Negara, untuk dimintai pendapat dan saran untuk mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat. Kemudian, Kyai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan silaturahmi, karena tidak akan lama lagi Idulfitri akan tiba, dimana seluruh umat Islam disunahkan bersilaturahmi. Kemudian, Bung Karno meminta istilah lain karena istilah silaturahmi yang dinilai sudah biasa.

Dari saran Kyai Wahab, kemudian pada hari raya Idulfitri Bung Karno

mengundang seluruh tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahmi yang diberi judul “Halalbihalal” dan akhirnya mereka bisa duduk dalam satu meja dan memasuki babak baru untuk menyusun kekuatan persatuan bangsa.

Sejak saat itu, instansi-instansi pemerintah rutin menyelenggarakan Halalbihalal yang kemudian diikuti juga oleh warga masyarakat secara luas, terutama masyarakat muslim di pulau Jawa sebagai pengikut para ulama. Jadilah Halalbihalal sebagai kegiatan rutin dan budaya Indonesia saat Hari Raya Idulfitri. Seperti yang dikutip dari: Kompasiana dan NU Online.

Sejarah mengenai Halalbihalal, memiliki beberapa versi yang berbeda diantaranya Ibnu Djarir anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah yang menyatakan bahwa kegiatan Halalbihalal dimulai sejak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Mangkunegara I atau yang biasa dikenal dengan nama atau sebutan Pangeran Sambernyawa. Setelah Idulfitri, beliau menyelenggarakan pertemuan Antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri, dan kemudian budaya seperti ini ditiru oleh masyarakat luas.***

 

Baca Juga :

Pelayanan Terbaik untuk Pendaftar PPDB Tahun 2018

Pelayanan Terbaik untuk Pendaftar PPDB Tahun 2018

Pelayanan Terbaik untuk Pendaftar PPDB Tahun 2018

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan sekaligus Wakil Ketua II PPDB Jawa Barat,

Dodin Rusmin Nuryadin, memantau berlangsungnya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 yang ditemui di SMK Negeri 1 Bandung, Jl. Wastukancana No.3, Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Kota Bandung, Rabu, 6 Mei 2018.

“Antusiasme masyarakat pada pendaftaran PPDB sudah baik. Sekolah telah memberikan pelayanan yang terbaik dengan memberikan informasi, edukasi, menglihat jarak, verifikasi data, dan verifikasi sebelum diupload,” ujar Dodin.

Ia mengatakan bahwa sekolah juga memproses setiap berkas pendaftar

yang masuk secara teliti dan menyeluruh. Dilakukan tiga kali verifikasi berkas, yang pertama adalah verifikasi berkasi pendaftar, kedua verifikasi data yang di upload, dan yang terakhir adalah verifikasi lapangan.

SMKN 1 menyediakan beberapa ruangan untuk mengedukasi para calon siswanya dan orangtua mengenai PPDB dan jurusan yang ada. Terdapat ruang informasi mengenai persyaratan alur, ruang informasi jurusan, ruang koordinat jarak, ruangan pengisian data, dan terakhir ruang verifikasi.

“Pelaksanaan PPDB di SMKN 1 Bandung, sementara ini berjalan dengan lancar.

Sosialisasi terus di lakukan kepada para calon peserta,” ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Bandung, Nani Sri Iriyani.

Data sementara dari Ketua PPDB SMKN 1 Bandung, Rahmat Riyadi mengatakan, SMKN 1 Bandung telah melayani 387 siswa SMP pendaftar PPDB tahun ini. Sedangkan kuota siswa yang akan diterima berjumlah 453 siswa dengan 13 rombel. Jalur yang paling banyak diminati adalah jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) dan jalur Warga Penduduk Setempat (WPS).***

 

Sumber :

http://bit.do/dosenpendidikan

Larangan dan Sanksi dalam PPDB 2018

Larangan dan Sanksi dalam PPDB 2018

Larangan dan Sanksi dalam PPDB 2018

Wakil Ketua I Panitia Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Jawa Barat, Yesa menegaskan dalam mengawal pendaftaran PPDB yang lebih baik, panitia telah mempersiapkan sanksi kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran atau kecurangan. Ada beberapa pelanggaran sesuai petunjuk teknis PPDB yang akan diberikan sanksi oleh pemerintah. Pelanggaran tersebut adalah:

  1. Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dilarang melakukan pungutan yang terkait pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik.
  2. Orang tua calon peserta didik dan masyarakat serta aparat terkait PPDB dilarang memberikan data palsu calon peserta didik yang diperlukan untuk pemenuhan dokumen yang dipersyaratkan.
  3. Calon Peserta Didik yang sudah mendaftar, tidak diperbolehkan mengubah pilihan satuan pendidikan yang menjadi pilihannya setelah proses upload.
  4. Calon Peserta Didik menggunakan dokumen yang tidak sesuai/tidak benar sebagaimana dipersyaratkan.
  5. Operator atau siapapun dilarang mengubah atau mengentri data palsu ke dalam sistem aplikasi PPDB.
  6. Melakukan atau menerima pendaftaran selain waktu yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis PPDB.
  7. Semua pihak terkait PPDB dilarang menerima sejumlah uang/gratifikasi dari orang tua calon peserta didik sebagai peruntukan penerimaan calon peserta didik yang tidak memenuhi persyaratan/tidak lolos seleksi.
  8. Satuan pendidikan dilarang memungut biaya PPDB atau daftar ulang.

Jika terdapat pihak yang melakukan pelanggaran tersebut,

akan diberikan sanksi oleh panitia penyelenggara PPDB berupa :

  1. Teguran tertulis;
  2. Penundaan atau pengurangan hak;
  3. Pembebasan tugas; dan/atau;
  4. Pemberhentian sementara/tetap dari jabatan.

Pengenaan sanksi juga berlaku bagi komite sekolah atau pihak lain

yang melanggar ketentuan juknis PPDB. Pemberian sanksi selain sanksi administratif juga dapat diberlakukan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat dapat memberikan sanksi berupa penggabungan atau penutupan satuan pendidikan kepada satuan pendidikan yang tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam satu Rombongan Belajar dan jumlah Rombongan Belajar pada satuan pendidikan.***

 

Sumber :

https://cloudsoftwareprogram.org/sejarah-peradaban-yunani-kuno/