SDN Sumurwuni, Sekolah Pinggiran Lahirkan Anak Beprestasi

SDN Sumurwuni, Sekolah Pinggiran Lahirkan Anak Beprestasi

SDN Sumurwuni, Sekolah Pinggiran Lahirkan Anak Beprestasi

Memperoleh pendidikan yang layak merupakan hak setiap Warga Negara Indonesia.

Untuk itu, negara wajib hadir memfasilitasi kebutuhan pendidikan, salah satunya adalah membangun infrastuktur sekolah termasuk akses jalan.

Tak semua siswa beruntung dapat dengan mudah mencapai lokasi sekolah. Salah satunya adalah sekolah yang dikunjungi RMOLJabar, SDN Sumurwuni di Jalan Bakti ABRI Kampung Sumurwuni Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.

Kondisi jalan menuju lokasi menanjak dan menurun, menyulitkan siswa yang datang ingin belajar.

Ya. Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumurwuni terbilang sekolah pinggiran kedua setelah SDN

Lebakngok dari sekitar 159 SD yang ada di kota Cirebon.

Tak dikira sekolah jauh dari kebisingan suara knalpot, kotornya polusi udara dan sumpeknya hilir mudik kendaraan dan orang, akan tetapi mampu bertahan dan makin berkembang. Sekolah di bawah pimpinan H.Subagja, S.Pd ini, terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Seorang guru bidang studi/mata pelajaran agama, Udin Syamsudin, S.Ag mengatakan sekalipun letak sekolah di kawasan pinggiran kota minat masyarakat untuk menyekolahkan anak ke sekolah cukup tinggi.

“Dulu saya pernah mengalami mengajar di sekolah yang jumlah siswa/i kelas 6 hanya 14 orang”

, kata Udin yang juga sebagai sekretaris KKG PAI kota Cirebon kepada RMOLJabar.

Udin mengajar di SDN Sumurwuni semenjak tahun 2003 yang lalu. Kendatipun lokasi tempat tinggal di perkotaan dan mengajar di kawasan pinggiran kota, baginya sebuah tantangan tersendiri. Dari situ seorang guru dituntut untuk menumbuhkan kreativitas dan berimajinasi demi kemajuan pendidikan.

“Saya merasakan betul hasil perkembangan sekarang. Dari kondisi memprihatinkan, kumuh dan mengenaskan, kini sekolah memiliki bangunan dan saspras yang lebih baik”, kata Udin.

“Sekarang jumlah murid kelas 1 saja mencapai 56 anak terdiri dari 2 rombongan belajar (rombel), fasilitas penerangan, telpon bahkan internet juga ada sekarang mah”, tambahnya.

Diakui Udin, kemajuan sekolah pada hakekatnya bukan karena tanpa sebab, tentu kembali pada keseriusan dan motivasi seluruh pihak, baik pemerintah, pihak sekolah maupun masyarakat sekitar.

 

Baca Juga :