SMAN 10 Tercoreng Bullying

SMAN 10 Tercoreng Bullying

SMAN 10 Tercoreng Bullying

Kekerasan fisik ternyata masih terjadi di lingkungan pendidikan. Kemarin

(28/7), seorang ibu bernama Mila bersama anak perempuannya, X (korban enggan disebutkan inisial namanya, Red), mendatangi Polsek Cibeunying Kaler. Mereka melaporkan tindakan AY dan MD yang mengarah pada perilaku bullying.

AY dan X merupakan siswi SMAN 10 Kota Bandung yang beralamat di Jalan Cikutra. Senin (27/7) lalu, X ditampar oleh AY gara-gara hal sepele. Ironisnya, peristiwa ini terjadi pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), meskipun di luar agenda MPLS.

Mila menjelaskan, percekcokan berawal dari X yang dihapus dari grup chat di media sosial Line

. Entah bagaimana, lanjut Mila, salah seorang anggota grup Line, yakni AY, tiba-tiba memaki X. Padahal, X hanya bertanya kepada AY, mengapa dikeluarkan dari grup Line secara tiba-tiba. ’’Saya bilang ke anak saya, sudah keluar saja dari grup. Rupanya anak itu (AY) dendam dan mencari tahu anak saya,’’ kata dia saat ditemui di SMAN 10 Bandung, Jalan Cikutra, kemarin (28/7).

Diketahui, AY adalah senior X (kelas XII). AY kemudian mencari tahu keberadaan X. Di dalam grup Line tersebut, ada pula seorang alumni yang membantu AY bertemu dengan X, yakni MD. MD adalah alumni SMAN 10 Kota Bandung yang baru lulus dan berstatus mahasiswi.

Mila menjelaskan, saat hari kejadian, anaknya itu menerima telepon dari MD yang mengajak untuk bertemu.

Secara terus menerus, MD menelepon X sambil mengancam. Karena merasa tidak enak dan menghargai MD sebagai alumni, X mendatangi M yang menunggu di area depan sekolah. Di sana, MD sudah bersama dengan AY.

Selanjutnya, MD dan AY mengajak X mengobrol di tempat sepi. ’’Akhirnya anak saya dibawa ke tempat sepi (belakang gedung laboratorium fisika),’’ papar dia.

Mila menceritakan, MD mengancam anaknya dengan nada tinggi, Mila mencontohkan kata-kata yang diucapkan MD. ’’Kamu minta maaf sudah kurang ajar. Anak saya tanya kurang ajar kenapa? Lalu AY ini ngomong, kamu kenal sama saya? Anak saya merasa nggak kenal, terus dia bilang, kamu minta maaf ke saya. Lalu anak saya sudah mulai nggak nyaman,’’ kata dia sambil menirukan gaya bicara pelaku.

Ketika X mulai tidak nyaman, tiba-tiba AY memegang wajah X dan menyuruhnya untuk meminta maaf. ’’Sambil megang muka anak saya, dia (AY) bilang, kamu minta maaf ke muka saya, sambil terus ditoyor,’’ jelas Mila.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/sejarah-kerajaan-bali/