Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah

Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah

Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah

Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah
Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah
Metode manajemen ilmiah diterapkan terutama untuk peningkatan produktivitas. Teknik-teknik efisiensi manajemen ilmiah, seperti studi gerak dan waktu, telah menyebabkan kegiatan dapat dilaksanakan lebih efisien. Gagasan seleksi dan pengembangan ilmiah para karyawan menimbulkan kesadaran akan pentingnya kemampuan dan latihan untuk meningkatkan efektivitas karyawan. Manajemen ilmiah tidak hanya mengembangkan pendekatan rasional untuk pemecahan masalah-masalah organisasi tetapi juga meletakkan dasar profesionalisasi manajemen.
Masalah-masalah sebagai keterbatasan penerapan manajemen ilmiah antara lain, (1) kenaikan produktivitas sering tidak diikuti kenaikan pendapatan, (2) Perilaku manusia yang bermacam-macam menjadi hambatan. (3) Pendekatan rasional hanya memuaskan kebutuhan-kebutuhan ekonomis dan fisik, tidak memuaskan kebutuhan social para karyawan, (4) Manajemen ilmiah juga mengabaikan keinginan manusia untuk kepuasan kerja.
TEORI ORGANISASI KLASIK
Hendry Fayol (1841-1925), merupakan seorang industrialis Perancis, mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisai yang kompleks dalam bukunya yang terkenal, Administration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan Umum). Dalam teori administrasinya Fayol memerinci manajemen menjadi lima unsure, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan. Pembagian kegiatan manajemen (administrasi) atas fungsi-fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme Fayol.
Fayol membagi operasi-operasi perusahaan menjadi enam bagian yang saling tergantung satu sama lain, yaitu:
  • Teknik – produksi dan manufacturing produk
  • Komersial – pembelian bahan baku dan penjualan produk
  • Keuangan (financial) – perolehan dan pengguanaan modal
  • Keamanan – perlindungan karyawan dan kekayaan
  • Akuntansi – pelaporan, dan pencatatan biaya, laba dan hutang, pembuatan neraca, dan pengumpulan data statistic
  • Manajerial
Disamping itu Fayol juga mengemukakan empat belas prinsip manajemen yang secara ringkas adalah sebagai berikut:
  • Pembagian kerja – adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksana kerja
  • Wewenang – hak untuk memberi perintah dan dipatuhi
  • Disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan-tujuan organisasi
  • Kesatuan perintah – setiap karyawan hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari hanya seorang atasan
  • Kesatuan pengarahan – operasi-operasi dalam organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana
  • Meletakkan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum – kepentingan perseorangan harus tunduk pada kepentingan organisasi
  • Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik
  • Sentralisasi – adanya keseimbangn yang tepat antara sentralisasi dan desentralisasi
  • Rantai scalar (garis wewenang) – garis wewenang dan perintah yang jelas
  • Order – bahan-bahan (material) dan orang-orang harus ada pada tempat dan waktu yang tepat. Terutama orang-orang hendaknya ditempatkan pada posisi-posisi atau pekerjaan-pekerjaan yang paling cocok untuk mereke
  • Keadilan – harus ada kesamaan perlakuan dalam organisasi
  • Stabilitas staf organisasi – tingkat putaran tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi
  • Inisiatif – bawahan harus diberi kebebasan untuk menjalankan dan menyelesaikan rencananya, walaupun beberapa kesalahan mungkin terjadi
  • Esprit de Corps (semangat korps) – “kesatuan adalah kekuatan”, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat korps.
James D. Mooney merupakan eksef General Motors, mengkategorikan prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Dia mendefinisikan organisasi sebagai kelompok, dua atau lebih, orang yang bergabung untuk tujuan tertentu. Menurut Mooney, untuk merancang organisasi perlu diperhatikan empat kaidah dasar, yaitu:
Koordinasi – syarat-syarat adanya koordinasi meliputi wewenang, saling melayani, doktrin (perumusan tujuan), dan disiplin
Prinsip scalar – proses scalar mempunyai prinsip, prospek dan pengaruh sendiri yang tercermin dari kepemimpinan, delegasi dan definisi fungsional
Prinsip fungsional – adanya fungsionalisme bermacam-macam tugas yang berbeda
Prinsip staf – kejelasan perbedaan antara staf dan lini
Mary Parker Follet (1868-1933). Follet dan Barnard bertindak sebagai “jembatan” antara teori klasik dan hubungan manusiawi, karena pemikiran mereka berdasarkan kerangka klasik, tetapi memeprkenalkan beberapa unsure-unsur baru tentang aspek-aspek hubungan manusiawi. Follet adalah ahli ilmu pengetahuan social menerapkan psikologi pada perusahaan, industri dan pemerintah. Dia memberikan sumbangan besar dalam bidang manajemen melalui aplikasi praktik ilmu-ilmu social dalam administrasi perusahaan. Dia menulis panjang lebar tentang kreatifitas, kerjasama antara manajer dan bawahan, koordinasi dan pemecahan konflik. Follet percaya bahwa konflik dapat dibuat konstruktif dengan penggunaan proses integrasi dimana orang-orang yang terlibat mencari jalan pemecahan bersama perbedaan-perbedaan diantara mereka. Dia juga menguraikan suatu pola organisasi yang ideal dimana manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para karyawan.
Chaster I. Barnard (1886-1961). Barnard merupakan presiden perusahaan Bell Telephone di New Jersey, dia memandang organisasi sebagai system kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi utama manajemen, menurut pandangan Barnard adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mncapai tujuan. Barnard menekankan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok. Dia juga mengemukakan teori penerimaan pada wewenang. Menurut teorinya, bawahan akan menerima perintah hanya bila mereka memahami dan mampu serta berkeinginan untuk menuruti atasan. Barnard merupakan pelopor dalam penggunaan “pendekatan system” untuk pengelolaan organisasi.